Aliansi Islam Patriot Klarifikasi Penggunaan Nama ‘Piagam Al-Azhar’

BEKASIMEDIA.COM – Ketua Aliansi Islam Patriot Bekasi, Ustadz Amin Idris  memberikan Piagam Al Azhar kepada calon Wali Kota Bekasi, Nur Supriyanto. Piagam Al Azhar itu merupakan hasil dari muzakarah Ulama, Habib, Kyai, Pimpinan Pondok Pesantren yang diselenggarakan di aula Masjid Al Azhar Jaka Permai, Kalimalang, Bekasi Barat, Senin (14/5/2018).

“Muzakarah adalah inisiatif dari masyarakat yang disalurkan oleh para ulama dan tokoh masyarakat. Di antaranya menyangkut aspirasi masyarakat mengenai pemilu pada tanggal 27 Juni 2018,”katanya.

Hasil muzakarah tersebut, kata Ustadz Amin Idris, melahirkan beberapa tuntutan.

“Beberapa permintaan yang akan disampaikan pada pilihan mereka yaitu pasangan nomor dua di Bekasi, yatu paslon Nur Supriyanto-Adhy Firdaus. Dan nomor tiga di Jawa Barat, yaitu Paslon Sudrajat dan Ahmad Syaikhu,” tambahnya.

Oleh karena itu, sebagai aliansi, Ustadz Amin Idris merasa bertanggung jawab untuk meneruskan ke calon Walikota Bekasi, Nur Supriyanto.

“Apakah Pak Nur akan menerima atau menolak itu terserah tanggapan Pak Nur. Karena hasil muzakarah ini punya dua sisi, pertama penyampaian mereka, kedua harapan mereka. Yang nantinya Pak Nur akan menjawab saat menjadi Wali kota.” katanya.

Menurut Ustadz Amin Idris, hasil muzakarah yaitu Piagam Al Azhar tidak ada sangkut pautnya dengan DKM Al Azhar Jaka Permai maupun Yayasan Al Muhajirin.

“Nama Piagam Al Azhar, semata-mata karena dilakukan di dalam aula al azhar dan tidak ada kaitannya dengan yayasan Muhajirin ataupun DKM Al Azhar,” katanya di kediaman Rumah Nur Supriyanto di Perum Nirwana, Kota Bekasi, Rabu (16/5/2018).

Adapun isi Piagam Al Azhar adalah sebagai berikut :

1. Menghimbau, mengajak dan menyerukan kepada seluruh ummat Islam Kota Bekasi dan Provinsi Jawa Barat secara aktif dan bertanggung jawab ikut serta dalam proses Pilkada Kota Bekasi dan Provinsi Jawa Barat, dan datang secara bersama-sama ke TPS pada tanggal 27 Juni 2018. Serta mengawal hingga penghitungan suara selesai.

2. Menghimbau, mengajak dan menyerukan kepada seluruh ummat Islam Kota Bekasi dan Provinsi Jawa Barat untuk tunduk dan patuh terhadap Fatwa para Ulama, Habaib, Assatidz/ Assatidzah. Mengokohkan persatuan dan kesatuan ummat terutama dalam memilih pemimpin yang Siddik, Amanah, Tabligh, Fathanah, serta tidak memilih pemimpin yang diusung oleh partai politik pendukung penista agama Islam dan yang mengkriminalisasi Habaib dan para Ulama.

3. Menghimbau, mengajak dan menyerukan kepada seluruh ummat Islam Kota Bekasi dan Provinsi Jawa Barat untuk memilih dan mengabarkan kemenangan pasangan Nur Supriyanto – Adhy Firdaus sebagai Walikota dan Wakil untuk Pilkada Kota Bekasi dan Sudrajat-Ahmad Syaikhu sebagai Gubernur dan wakil untuk Pilkada Provinsi Jawa Barat periode 2018 – 2023.

4. Menghimbau, mengajak dan menyerukan kepada seluruh ummat Islam di Kota Bekasi dan Provinsi Jawa Barat untuk memperkuat ukhuwah islamiyah, silaturrahim, menjaga persatuan dan kesatuan ummat dan bangsa, demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

5. Meminta kepada pasangan Nur Supriyanto – Adhy Firdaus dan Sudrajat – Ahmad Syaikhu untuk menjaga integritas dan komitmennya membela ummat dan bersikap tegas terhadap tekanan struktural serta meminta kepada partai politik pendukung paslon tersebut untuk mencalonkan para kadernya menjadi calon legislatif untuk memperkuat kepemimpinannya.

Diketahui, Piagam Al Azhar ditandatangani di Bekasi oleh Para Nara Sumber dan seluruh peserta Mudzakarah para Ulama, Habaib, Assatidz/ Assatidzah dan para Da’i se-Bekasi Raya.(i)

Be the first to comment on "Aliansi Islam Patriot Klarifikasi Penggunaan Nama ‘Piagam Al-Azhar’"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*