fbpx

Menjadi Suami & Istri karena Ilmu bukan karena Menikah (Bagian 1)

Menikah adalah harapan semua baik laki-laki maupun perempuan. Ada laki-laki atau perempuan menikah pada waktunya, ada juga yang “telat menikah”.

Menikah itu adalah sebuah rezeki yang bisa diusahakan. Oleh karena itu, berusahalah semaksimal mungkin untuk mencari jodoh.

Menikah itu perlu ilmu. Pertama, akil baligh, yaitu seseorang yang sudah mempunyai kemampuan secara seksual (laki-laki dengan mimpi basahnya, Perempuan dengan haidnya). Tidak hanya punya kemampuan seksual, kedua baik laki-laki maupun perempuan harus ada persiapan mental.

Mental ini sangat perlu dipersiapkan, karena menikah itu membawa nikmat dan musibah juga. Naik turunnya performa pernikahan, butuh perjuangan yang dinamis dari individunya.

Apabila menikah dengan harapan (ekspektasi) lantas harapan tersebut tidak terpenuhi, lama-lama pernikahan terasa seperti musibah. Jika menikah berharap; “lapar ada yang masakin, capek ada yang mijitin, baju kotor dicuciin”, itu ekspektasi. Bersiaplah kecewa. Ekspektasi macam itu lebih tepat dipuaskan oleh tukang masak, tukang pijit dan tukang cuci.

Persiapan mental ini juga diperlukan untuk mengubah ekspektasi menjadi obsesi. Pernikahan perlu semangat. Bagaimana agar bersemangat? Harus ada obsesi atau tujuan dari pernikahan itu sendiri. Dengan obsesi yang baik dan positif akan membuat tindakan-tindakan kita menjadi terarah, betul?

Persiapan mental untuk menikah yang baik antara lain, bagaimana seorang suami atau seorang istri atau seorang ayah atau seorang ibu berjuang untuk dapat men-surga-kan keluarganya. Bagaimana seorang suami atau seorang istri bisa saling berempati satu sama lain, bagaimana mereka bisa menjaga komunikasi agar tetep harmonis sampai kakek dan nenek hingga maut memisahkan.

Perlu diingat, akad nikah merupakan komitmen paling mulia yang ada di muka bumi karena berjanji atas nama Allah SWT, jadi perjuangkanlah.

(bersambung)

Penulis: Kang Iman – Konsultan & Terapi Keluarga, Klinik Aromata Smile House Bandung, Info layanan hub. 0822 4066 6891 / 0822 1744 1162

Be the first to comment on "Menjadi Suami & Istri karena Ilmu bukan karena Menikah (Bagian 1)"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: