fbpx

Dianggap Kurang Interaktif, Tokoh Masyarakat Bekasi Ingin Ganti Wali Kota

BEKASIMEDIA.COM – Kota Bekasi dinilai krisis kepemimpinan, karena wali kota yang ada saat ini dianggap kurang bisa berinteraksi langsung dengan masyarakat dan segala keperluannya. Hal ini disampaikan salah satu tokoh masyarakat Kota Bekasi, H. Syarief Hidayat saat berbincang pagi dengan awak media, Sabtu (3/3/2018). Untuk itu, Ia berharap Nur Supriyanto-Adhy Firdaus bisa menggantikan peran tersebut.

“Di era ini terjadi krisis kepemimpinan, makanya kita berharap Nur-Firdaus menjadi umara (pemimpin panutan) dalam memimpin Kota Bekasi yang diharapkan dapat berinteraksi langsung dengan masyarakat atau umat dalam berbagai hal untuk kepentingan seluruh lapisan masyarakatnya,” katanya.

Saat ini lanjutnya, masyarakat membutuhkan pemimpin yang amanah, mengedepankan kepentingan masyarakat dan umat serta memudahkan masyarakat dalam berbagai urusan atau persoalan menyangkut hajat hidup warga.

“Dengan demikian, umat menjadi tuan rumah di rumahnya sendiri, baik itu di bidang ekonomi atau lainnya. Jadilah pemimpin yang mau menanggapi keluhan masyarakat bukan mengeluh pada masyarakat,” terang H Syarief yang berwirausaha membuka Toko Fresh Mart menjual berbagai jenis ikan segar dan beku bersama para Alumni Bela Islam 212.

Ia mengatakan, sedikit sekali pemimpin sekarang ini mengabdi dengan tulus, sebelum jadi pemimpin mudah dihubungi dan ditemui tapi setelah jadi pemimpin susah sekali dengan berbagai alasan dan protokoler yang membelenggunya.

“Sosok Nur Supriyanto cukup dikenal sebagai politisi dan juga memiliki ilmu agama yang baik serta kreatif mengelola pemerintahan untuk memajukan Kota Bekasi. Karena itu, kita harapkan beliau menjadi umara yang menghormati masyarakat serta pemimpin yang mencintai dan dicintai masyarakatnya,” tegasnya. (*/pb)

Be the first to comment on "Dianggap Kurang Interaktif, Tokoh Masyarakat Bekasi Ingin Ganti Wali Kota"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*