BEKASIMEDIA.COM

Menu

Mode Gelap
Heri Sholihin Menang, Kota Bekasi Punya Wali Kota Baru Soal Kisruh Data PKH Ini Penjelasan, Anggota DPRD Enie Widhiastuti Ketua Fraksi PKS Kota Bekasi Terkait TKK Minta Pemkot Lakukan Langkah Ini Bawaslu Kota Bekasi Ingatkan di Masa Sosialisasi Para Caleg dan Partai Pahami Aturan yang Berlaku Islamic Book Fair 2023: Memperkenalkan Buku sebagai Pilar Peradaban

Berita Terbaru · 5 Feb 2018 09:49 WIB ·

Rusak Rumah Warga Margajaya, DPRD Sidak Proyek LRT


 Rusak Rumah Warga Margajaya, DPRD Sidak Proyek LRT Perbesar

BEKASIMEDIA.COM – Komisi II DPRD kota Bekasi melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di kawasan proyek pembangunan tiang pancang LRT Margajaya, Bekasi Selatan, Senin (5/2/2018). Proyek pembangunan LRT tersebut rupanya berdampak pada kerusakan rumah-rumah warga di sekitar lokasi.

Dampak yang dirasakan masyarakat sekitar sayangnya bukanlah sebuah dampak baik, melainkan sebaliknya. Seperti yang disaksikan anggota dewan, rusaknya beberapa bagian rumah warga akibat getaran efek alat berat yang digunakan dari penanaman tiang pancang, terganggunya indera pendengaran warga hingga risiko gangguan psikologis yang dirasakan ketika pembangunan berjalan sampai larut malam.

Ketua Komisi II DPRD Kota Bekasi, Sihar belum lama ini mendapatkan laporan dari masyarakat kampung Pangkalan Bambu, RT 04/01, Kelurahan Margajaya, Kecamatan Bekasi Selatan. Oleh karena itu ia melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke rumah masyarakat yang terkena dampak langsung pembangunan LRT, Senin siang (05/02/2018).

Sihar mengatakan, dirinya baru melihat secara visual dampak pembangunan tiang pancang LRT. Masyarakat di sini, kata dia, ada sekitar 30 KK yang mengadu ke DPRD Kota Bekasi dengan dua perwakilan yang diterima. Laporan atau surat yang diterima pihaknya sekitar tanggal 12 Januari 2018 lalu.

“Kita sudah melihat ada dampak ke rumah, dan psikologis juga ada bagi warganya. Mereka (PT Adhi Karya Construction sebagai Developer pelaksana pembangunan jalur) 24 jam melakukan pengerjaan tiang pancang untuk LRT,” ungkap Sihar kepada awak media.

Atas adanya laporan tersebut, lanjut Sihar, pihaknya selaku legislatif akan melakukan mediasi kepada pihak-pihak yang bersangkutan. Diakui Sihar, meskipun proyek ini dari pusat dan untuk skala nasional, seharusnya dinas dan stakeholder terkait seperti Dinas PUPR, Dinas Tata Ruang dan Adhi Karya melakukan sosialisasi dengan baik kepada warga.

“Kita akan panggil dinas terkait, kita akan melakukan pemanggilan sebagai upaya mediasinya itu seperti apa dengan warga yang jadi korban dampak pembangunan, dan kita akan kawal dengan baik. Pembangunan. Ini kebutuhan pusat dan nasional,” tukasnya.

Salah satu warga RT 04/01, Purba Marpaung menuturkan, dengan datangnya Ketua Komisi II DPRD Kota Bekasi, semoga keluhan warga bisa diterima dan mendapatkan solusi yang baik seperti apa yang dijanjikan oleh Humas Adhi Karya sebelumnya. (Dns)

Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Jurnalis

Baca Lainnya

Puluhan Organisasi Wartawan Solid, HPN Bekasi Raya 2026 Siap Digelar di GCC

18 April 2026 - 18:37 WIB

Protes Status Tersangka Tukang Ojek Akibat Jalan Berlubang, F-Speed Pandeglang Tuntut Keadilan

24 Februari 2026 - 16:21 WIB

Kelola 77 Persen Sampah, Banyumas Siap Jadi Percontohan Nasional

4 Februari 2026 - 07:29 WIB

947 Peserta Ikuti Seleksi PPPK Tahap II Kota Bekasi di BKN Jakarta

6 Mei 2025 - 08:42 WIB

Pemkot Bekasi Bekukan Sementara Worldcoin dan World ID Buntut Pemindaian Retina

5 Mei 2025 - 10:12 WIB

Wali Kota Bekasi Tegaskan Aparatur bukan hanya Administrator tapi juga Eksekutor

21 April 2025 - 12:06 WIB

Trending di Berita Terbaru