BEKASIMEDIA.COM

Menu

Mode Gelap
Heri Sholihin Menang, Kota Bekasi Punya Wali Kota Baru Soal Kisruh Data PKH Ini Penjelasan, Anggota DPRD Enie Widhiastuti Ketua Fraksi PKS Kota Bekasi Terkait TKK Minta Pemkot Lakukan Langkah Ini Bawaslu Kota Bekasi Ingatkan di Masa Sosialisasi Para Caleg dan Partai Pahami Aturan yang Berlaku Islamic Book Fair 2023: Memperkenalkan Buku sebagai Pilar Peradaban

Berita Terbaru · 18 Sep 2016 12:06 WIB ·

Dinilai Belum Siap Sandang SSN, Komite SDN Jatirahayu V Angkat Suara


 Dinilai Belum Siap Sandang SSN, Komite SDN Jatirahayu V Angkat Suara Perbesar

BEKASIMEDIA.COM – SDN Jatirahayu V, Pondok Melati dinilai belum siap menyandang predikat sebagai Sekolah Standar Nasinoal (SSN). Hal itu terungkap lantaran masih banyak kekurangan dalam sarana belajar guna mendukung pola SSN tersebut.
Untuk memenuhi kekurangan tersebut, dewan guru dan komite sekolah sepakat menjual buku meskipun menuai protes keras dari beberapa orangtua murid yang merasa keberatan terkait harga buku Rp 468 ribu yang dirasa cukup mahal.
“Sebenarnya, waktu itu sekolah sudah mengajukan pembelian buku teks panduan kurtilas kepada penerbit yang ditunjuk  pemerintah, namun sampai saat ini juga belum ada. Kemudian biaya operasional dari BOS belum turun sampai sekarang,” kata Ketua Komite Sekolah, Sodikin  kepada wartawan.
Menurut anggota Komisi A, DPRD Kota Bekasi ini, sejumlah kendala di sekolah guna menunjang Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) saat itu harus segera dicari solusinya, agar proses belajar murid tetap berjalan sesuai pola SSN.
“Pada tanggal 21 Desember 2015 lalu, predikat SSN dbiberikan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat. Setelah itu kami (dewan guru dan komite sekolah, red) melakukan rapat agar bisa memenuhi pola pembelajaran sekolah standar nasional,” ungkapnya.
Buku referensi yang dibandrol seharga Rp 468 ribu per paketnya itu, dijelaskan Sodikin, merupakan harga dari pihak penyedia buku. Sebagian, orangtua murid yang mengkuti rapat akbar sepakat dengan harga tersebut.
“Harga itu dari pihak penyedia langsung, dan waktu rapat bersama perwakilan kelas orangtua murid tidak ada yang keberatan,” imbuhnya.
Sodikin juga mengatakan, pembeliann buku referensi bersifat tidak memaksa. Sedangkan, siswa bagi siswa kurang mampu, kata dia, buku tersebut diberikan secara cuma-cuma.
“Buku referensi ini tidak dipaksakan. Siswa kurang mampu juga kita berikan secara gratis,” tukasnya. (*)

Artikel ini telah dibaca 24 kali

badge-check

Jurnalis

Baca Lainnya

Puluhan Organisasi Wartawan Solid, HPN Bekasi Raya 2026 Siap Digelar di GCC

18 April 2026 - 18:37 WIB

Protes Status Tersangka Tukang Ojek Akibat Jalan Berlubang, F-Speed Pandeglang Tuntut Keadilan

24 Februari 2026 - 16:21 WIB

Kelola 77 Persen Sampah, Banyumas Siap Jadi Percontohan Nasional

4 Februari 2026 - 07:29 WIB

947 Peserta Ikuti Seleksi PPPK Tahap II Kota Bekasi di BKN Jakarta

6 Mei 2025 - 08:42 WIB

Pemkot Bekasi Bekukan Sementara Worldcoin dan World ID Buntut Pemindaian Retina

5 Mei 2025 - 10:12 WIB

Wali Kota Bekasi Tegaskan Aparatur bukan hanya Administrator tapi juga Eksekutor

21 April 2025 - 12:06 WIB

Trending di Berita Terbaru