BEKASIMEDIA.COM

Menu

Mode Gelap
Heri Sholihin Menang, Kota Bekasi Punya Wali Kota Baru Soal Kisruh Data PKH Ini Penjelasan, Anggota DPRD Enie Widhiastuti Ketua Fraksi PKS Kota Bekasi Terkait TKK Minta Pemkot Lakukan Langkah Ini Bawaslu Kota Bekasi Ingatkan di Masa Sosialisasi Para Caleg dan Partai Pahami Aturan yang Berlaku Islamic Book Fair 2023: Memperkenalkan Buku sebagai Pilar Peradaban

Opini · 10 Sep 2016 16:40 WIB ·

Nyok! Lanjutkan Pembangunan Bekasi


 Nyok! Lanjutkan Pembangunan Bekasi Perbesar

Habis kikis sudah penggambaran perempuan cuma perhiasan semata, lenyaplah kini anggapan wanita “hanya” sebagai pendamping dan kerap dinomorduakan. Bangsa ini telah menempatkan perempuan di posisi istimewa, yakni sebagai salah satu simbol keseimbangan dan perlindungan.
Keberhasilan suatu bangsa salah satunya ditentukan oleh perempuan. Kita (perempuan) mempunyai andil besar dalam membentuk sebuah keluarga yang bermartabat, melahirkan generasi mantap penerus pembangunan.
Lebih dari itu, sepak terjang kaum perempuan telah menorehkan tinta emas dalam buku catatan sejarah perjalanan Indonesia, kita sebut saja nama Cut Nyak Dien, R.A Kartini dan Dewi Sartika. Mereka adalah beberapa contoh pahlawan nasional perempuan yang mengangkat harkat dan martabat bangsa dalam perjuangan fisik maupun pemikiran merebut kemerdekaan Indonesia.
Tidak berhenti sampai di sana, perempuan juga banyak andil dalam pembangunan mengisi kemerdekaan dengan berada pada pos-pos penting bernegara mulai dari eksekutif maupun legislatif. Kita ambil contoh pada pilkada serentak 2015 kemarin mencetak 35 perempuan menjadi walikota-bupati di daerah masing-masing, luar biasa bukan?
Lantas bagaimana dengan Kabupaten Bekasi?
Kabupaten Bekasi juga dipimpin oleh Bupati perempuan, seorang dokter bernama Hj. Neneng Yasin yang memenangkan hati warga bekasi dan menjadi Bupati termuda, saat itu berumur 31 tahun saat terpilih secara demokratis pada Pilkada 2012 yang lalu.
Banyak prestasi yang beliau capai, di antaranya pemanfaatan teknologi informasi. Pembangunan jaringan fiber optik sampai ke pedesaan dan perumahan serta penyusunan RKPD secara online mengantarkan Kabupaten Bekasi dua kali meraih penghargaan dalam bidang perencanaan pembangunan.
Sejalan lurus dengan itu semua, dua kali penghargaan atas laporan keuangan wajar tanpa pengecualian (WTP) diraih atas kerja keras seluruh aparatur pemerintahan dībawah kepemimpinan Ibu Neneng Hasanah Yasin.
Atas dasar banyaknya perubahan dan kemajuan di Kabupaten Bekasi, kami, perempuan ber-KTP Kabupaten Bekasi yang di dalamnya terdapat pelajar-mahasiswi, petani, dan ibu rumah tangga tergabung dalam Komunitas Baju Putih Kerudung Kuning (BU-PKK) mendukung Ibu Neneng Yasin agar memimpin kembali kabupaten Bekasi pada periode mendatang.
Oleh: A. Setiawati S.pd,
Koordinator BUPKK (Baju Putih Kerudung Kuning)

Artikel ini telah dibaca 8 kali

badge-check

Jurnalis

Baca Lainnya

Rekonstruksi Penanganan Fakir Miskin di Indonesia: Mengganti “Bantuan” dengan “Kemandirian”

18 Maret 2026 - 13:12 WIB

Kosmetik Ilegal di Etalase Digital: Cantik Sesaat, Rusak Selamanya

10 Maret 2026 - 17:56 WIB

Ekonomi Kita Tumbuh, Tapi Siapa yang Benar-benar Merasakan?

29 Januari 2026 - 08:37 WIB

Ketika Rentenir Lebih Dekat daripada Negara

27 Januari 2026 - 10:43 WIB

Surat Terbuka untuk Presiden Republik Indonesia, Saatnya Tobat Ekologis

1 Januari 2026 - 15:52 WIB

Mengapa Anak Sulit Mengungkapkan Pikiran? Perspektif Neuropsikolinguistik

23 Desember 2025 - 14:36 WIB

Trending di Opini