Selasa, April 13, 2021
Beranda Kesehatan Mengenal Kesulitan yang dihadapi Penderita Gagal Ginjal

Mengenal Kesulitan yang dihadapi Penderita Gagal Ginjal

Bekasimedia – Ginjal merupakan organ yang fungsinya sangat penting di dalam tubuh kita. Ginjal adalah organ ekskresi dalam vertebrata. Sebagian dari sistem urin, ginjal berfungsi menyaring kotoran (terutama urea) dari darah dan membuangnya bersama dengan air dalam bentuk urin. namun apa yang terjadi jika ginjal tidak dapat berfungsi lagi?

Stefanus Suryadi (28) sudah menderita gagal ginjal selama 2 tahun, diusianya yang masih muda dia tidak dapat bekerja karena sakit yang dideritanya. Dia sudah menjalani terapi pengganti ginjal diantaranya cuci darah setiap dua minggu sekali dan lebih dari 10 kali dia menjalani operasi sampai dirawat inap seminggu sekali jika daya tahan tubuh menurun.

Umumnya, seseorang dapat hidup normal dengan hanya satu ginjal. Bila kedua ginjal tidak berfungsi normal, maka perlu diberi terapi pengganti ginjal. Terapi pengganti ginjal dapat dilakukan baik untuk sementara waktu maupun terus menerus. Terapi pengganti ginjal terdiri dari tiga yaitu cuci darah, cuci rongga perut dan cangkok ginjal.

“Sekarang sih baru ngejalanin cuci darah sama cuci rongga perut aja, soalnya kalo mau cangkok biayanya luar biasa mahal dan pendonornya pun gak bisa sembarangan juga, mesti pilih dengan baik biar bisa cocok, lagipula kata dokter kemungkinan hidupnya 50% jadi ya percuma juga, mending ambil resiko yang kecil aja biarpun lama sembuhnya,” papar Suryadi.

Makanan cepat saji atau “junk food” biasanya memicu racun di dalam tubuh, sehingga bisa berkembang biak yang menimbulkan penderita sulit memperoleh kesembuhan. Racun atau keratin yang terdapat di dalam tubuh manusia sehat biasanya 0, namun jika penderita ginjal, keratin yang terdapat didalam tubuh penderita ginjal bisa mencapai 15 bahkan lebih, sampai membuat penderita kadang hilang kesadaran diri mereka. Denyut nadi buatan pun diperlukan untuk para penderita, karena denyut para penderita biasanya berdetak dengan lemah jika tidak ada dorongan dari denyut nadi buatan. Selain denyut buatan, tabung oksigen pun juga diperlukan di rumah untuk mengantisipasi jika terjadi sesak.

Sesak disebabkan karena pola hidup yang berantakan, maka dari itu dia juga harus mengubah pola hidupnya dari mulai mengatur makanan dan minuman.

“Kalau minum diatur, makan juga diatur, sehari makan cukup tiga kali gak boleh berlebihan, gak boleh makan sayuran dan buah-buahan karena mengandung kadar air yang tinggi, kalo minum juga ditakar gak bisa berlebihan karena suka sesak kalo minum kebanyakan bisa sampe paru-paru kerendem kata dokter, jadi diusahain biarpun aus tetep ditahan aja gak boleh lebih dari 600ml sehari,” ujar Suryadi menceritakan kesulitannya sebagai penderita gagal ginjal.

Devi Nurlita
Mahasiswi Politeknik Negeri Jakarta

RELATED ARTICLES

Most Popular