BEKASIMEDIA.COM

Menu

Mode Gelap
Heri Sholihin Menang, Kota Bekasi Punya Wali Kota Baru Soal Kisruh Data PKH Ini Penjelasan, Anggota DPRD Enie Widhiastuti Ketua Fraksi PKS Kota Bekasi Terkait TKK Minta Pemkot Lakukan Langkah Ini Bawaslu Kota Bekasi Ingatkan di Masa Sosialisasi Para Caleg dan Partai Pahami Aturan yang Berlaku Islamic Book Fair 2023: Memperkenalkan Buku sebagai Pilar Peradaban

Berita Terbaru · 17 Jun 2016 20:31 WIB ·

Mengenal Kesulitan yang dihadapi Penderita Gagal Ginjal


 Mengenal Kesulitan yang dihadapi Penderita Gagal Ginjal Perbesar

Bekasimedia – Ginjal merupakan organ yang fungsinya sangat penting di dalam tubuh kita. Ginjal adalah organ ekskresi dalam vertebrata. Sebagian dari sistem urin, ginjal berfungsi menyaring kotoran (terutama urea) dari darah dan membuangnya bersama dengan air dalam bentuk urin. namun apa yang terjadi jika ginjal tidak dapat berfungsi lagi?

Stefanus Suryadi (28) sudah menderita gagal ginjal selama 2 tahun, diusianya yang masih muda dia tidak dapat bekerja karena sakit yang dideritanya. Dia sudah menjalani terapi pengganti ginjal diantaranya cuci darah setiap dua minggu sekali dan lebih dari 10 kali dia menjalani operasi sampai dirawat inap seminggu sekali jika daya tahan tubuh menurun.

Umumnya, seseorang dapat hidup normal dengan hanya satu ginjal. Bila kedua ginjal tidak berfungsi normal, maka perlu diberi terapi pengganti ginjal. Terapi pengganti ginjal dapat dilakukan baik untuk sementara waktu maupun terus menerus. Terapi pengganti ginjal terdiri dari tiga yaitu cuci darah, cuci rongga perut dan cangkok ginjal.

“Sekarang sih baru ngejalanin cuci darah sama cuci rongga perut aja, soalnya kalo mau cangkok biayanya luar biasa mahal dan pendonornya pun gak bisa sembarangan juga, mesti pilih dengan baik biar bisa cocok, lagipula kata dokter kemungkinan hidupnya 50% jadi ya percuma juga, mending ambil resiko yang kecil aja biarpun lama sembuhnya,” papar Suryadi.

Makanan cepat saji atau “junk food” biasanya memicu racun di dalam tubuh, sehingga bisa berkembang biak yang menimbulkan penderita sulit memperoleh kesembuhan. Racun atau keratin yang terdapat di dalam tubuh manusia sehat biasanya 0, namun jika penderita ginjal, keratin yang terdapat didalam tubuh penderita ginjal bisa mencapai 15 bahkan lebih, sampai membuat penderita kadang hilang kesadaran diri mereka. Denyut nadi buatan pun diperlukan untuk para penderita, karena denyut para penderita biasanya berdetak dengan lemah jika tidak ada dorongan dari denyut nadi buatan. Selain denyut buatan, tabung oksigen pun juga diperlukan di rumah untuk mengantisipasi jika terjadi sesak.

Sesak disebabkan karena pola hidup yang berantakan, maka dari itu dia juga harus mengubah pola hidupnya dari mulai mengatur makanan dan minuman.

“Kalau minum diatur, makan juga diatur, sehari makan cukup tiga kali gak boleh berlebihan, gak boleh makan sayuran dan buah-buahan karena mengandung kadar air yang tinggi, kalo minum juga ditakar gak bisa berlebihan karena suka sesak kalo minum kebanyakan bisa sampe paru-paru kerendem kata dokter, jadi diusahain biarpun aus tetep ditahan aja gak boleh lebih dari 600ml sehari,” ujar Suryadi menceritakan kesulitannya sebagai penderita gagal ginjal.

Devi Nurlita
Mahasiswi Politeknik Negeri Jakarta

Artikel ini telah dibaca 11 kali

badge-check

Jurnalis

Baca Lainnya

Puluhan Organisasi Wartawan Solid, HPN Bekasi Raya 2026 Siap Digelar di GCC

18 April 2026 - 18:37 WIB

Protes Status Tersangka Tukang Ojek Akibat Jalan Berlubang, F-Speed Pandeglang Tuntut Keadilan

24 Februari 2026 - 16:21 WIB

Kelola 77 Persen Sampah, Banyumas Siap Jadi Percontohan Nasional

4 Februari 2026 - 07:29 WIB

947 Peserta Ikuti Seleksi PPPK Tahap II Kota Bekasi di BKN Jakarta

6 Mei 2025 - 08:42 WIB

Pemkot Bekasi Bekukan Sementara Worldcoin dan World ID Buntut Pemindaian Retina

5 Mei 2025 - 10:12 WIB

Wali Kota Bekasi Tegaskan Aparatur bukan hanya Administrator tapi juga Eksekutor

21 April 2025 - 12:06 WIB

Trending di Berita Terbaru