fbpx

Antara Jessica, Sianida dan Detektif Conan

image
Oleh: Khoerul Rizky *
Beberapa hari ini siaran berita TV sepertinya tak pernah sepi dengan kasus  wanita cantik yang meregang nyawa di kedai kopi elit. Pasalnya,  kasus ini pun sempat menjadi sebuah misteri yang akhirnya turut menjadi perhatian publik.
Wayan Mirna Salihin adalah korban pada kasus ini, Mirna tewas usai meminum es kopi vietnam bersama kedua rekannya yaitu Jessica dan Hani di cafe Olivier, Mall Grand Indonesia, Jakarta Pusat. Setelah diusut dan diselidiki oleh polisi ternyata es kopi yang di seruput oleh korban yang akrab disapa mirna ini mengandung racun sianida yang menelan nyawanya.
Saat itu, entah kesulitan apa yang dirasakan oleh para penyelidik perkara ini sampai begitu sulitnya menetapkan tersangka pembunuh pecinta kopi ini dan masih belum menunjukkan kepastiannya. Tentunya dengan hal ini sontak membuat masyarakat khususnya para pecinta kopi geram, dicumbui rasa kekhawatiran dan tidak lagi merasakan sensasi kenikmatan dari kopi.
Bagi para pecinta kopi, Minum kopi atau “ngopi” adalah aktivitas yang bisa¬† membebaskan pikiran, sebagai sumber melahirkan sebuah ide dan inspirasi serta memberikan ketenangan jiwa bagi peminumnya. akan tetapi, dengan adanya kasus ini membuat para penikmat kopi sekarang menjadi sumber khayalan bodoh yang menjenuhkan. Takut ini, takut itu, takut keracunan, takut meninggal. Seakan-akan kopi sekarang itu minuman yang membuat takut.
Namun, setelah melewati berbagai babak seperti penyelidikan dan penelitian terkait kasus tewasnya Mirna ini, akhirnya kasus ini pun memasuki babak baru. Pada hari Sabtu kemarin, polisi meringkus rekannya Jessica di sebuah hotel dan menetapkannya sebagai tersangka pada kasus ini. Akhirnya masyarakat khususnya para pecinta kopi pun mendapat angin segar dari kepastian kasus ini, sehingga keresahan dan kenikmatan kopi yang diseruput oleh mereka tak terganggu lagi.
Perkara mengenai Mirna yang diracuni dengan sianida, mengingatkan pada sebuah film anime “Detective Conan” yang dimana dalam alur cerita di beberapa episode sering kali terjadi kasus pembunuhan dengan menggunakan racun sianida. Kejeniusan dari sang tokoh utama yaitu “conan” yang mengerti mengenai racun dan trik-trik pelaku¬† yang kerap menyulitkan kasus tersebut dapat dipecahkan oleh “Conan”. Sehingga muncullah sebuah asumsi dari kita bahwa pelaku penabur sianida ini mengerti betul dari teori dan trik-trik seperti di film “Detective Conan”.
Dengan asumsi dan keterkaitan kasus sianida dengan film tersebut, membuat kasus ini menjadi menarik dan menyita perhatian luas. Mengapa? Karena dengan hal ini membuktikan bahwa pelaku penabur sianida ini merupakan orang yang cerdas, teliti dan taktis. Pelaku sangat mengerti betul situasi dan kondisi yang efektif saat melancarkan aksinya dalam kasus ini.
Maka dari itu dengan adanya perkara yang sulit ini, polisi pun harus ekstra hati-hati terhadap pelaku-pelaku kriminal yang memiliki intelektual yang tinggi.  Kesuksesan sebagai  para penegak hukum Indonesia kini sedang diuji kredibilitasnya dalam melindungi masyarakat. Tentu kita sebagai masyarakat dituntut agar tetap waspada. Sebab tindakkriminal pun bisa datang kapan saja dan dimana saja yang tak bisa kita prediksi. Dan tak lupa pula tetap mendukung para penegak hukum dalam memberantas kejahatan dan tindak kriminal di negera kita.
Penulis adalah penggiat IKAPMI Ciputat

Be the first to comment on "Antara Jessica, Sianida dan Detektif Conan"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: