BEKASIMEDIA.COM

Menu

Mode Gelap
Heri Sholihin Menang, Kota Bekasi Punya Wali Kota Baru Soal Kisruh Data PKH Ini Penjelasan, Anggota DPRD Enie Widhiastuti Ketua Fraksi PKS Kota Bekasi Terkait TKK Minta Pemkot Lakukan Langkah Ini Bawaslu Kota Bekasi Ingatkan di Masa Sosialisasi Para Caleg dan Partai Pahami Aturan yang Berlaku Islamic Book Fair 2023: Memperkenalkan Buku sebagai Pilar Peradaban

Berita Terbaru · 13 Jan 2015 10:27 WIB ·

Inilah 6 Mitos Seputar Hujan


 Inilah 6 Mitos Seputar Hujan Perbesar

image

Bekasimedia – Selasa (13/1/15), Sebagian wilayah di Bekasi dari malam hingga pagi hari ini diguyur hujan lebat. Saat turun hujan seperti sekarang ini, selain banyak yang harus menjadi bahan pertimbangan dan antisipasi saat memutuskan untuk melakukan kegiatan, ternyata terselip juga beragam mitos seputar turunnya hujan.

1. Hujan dan Singa

Di daerah Banten, mitos masyarakatnya, jika cuaca mendadak panas dan matahari tetap terik, padahal hujan sedang deras-derasnya, maka itu pertanda singa sedang melahirkan. Masyarakat Banten, terutama di daerah-daerah, sering menyebutkan hal ini saat hujan, “Hujan ngajuru maung” artinya hujan tersebut adalah pertanda singa sedang melahirkan.

3. Hujan Pengantin

Pesisir utara antara Karawang Bekasi, sebagian masyarakatnya percaya, calon pengantin wanita tidak boleh mandi saat hendak didandani. Soalnya biasanya akan turun hujan dan hujan tentunya akan sedikit menghambat acara pernikahan.

4. Pawang Hujan

Agar hujan tidak turun, masyarakat tradisional dan modern yang masih memercayai kepercayaan leluhur biasanya menyewa jasa pawang hujan. Selama acara, atau sebelum acara, seorang pawang hujan bertugas mengadakan ritual-ritual tertentu agar hujan tidak turun hari itu.

4. Hujan, Pelangi, dan Bidadari

setelah hujan biasanya pelangi muncul. Meski tidak setiap turun hujan, kemunculan pelangi di langit selalu menjadi pemandangan menakjubkan terutama bagi anak kecil. Mereka percaya bahwa pelangi adalah jembatan para peri dan bidadari turun ke bumi dari khayangan.

5. Jangan Meneriaki Anak yang Hujan-hujanan

Hujan deras tidak selalu menjadi salah satu faktor kemalasan beraktivitas seseorang. Hujan deras kadang-kadang malah begitu dinanti anak-anak karena mereka bisa main sambil bermandi hujan. Konon, jika orangtua meneriaki anak-anak agar tidak hujan-hujanan lantaran takut sakit, tetapi anaknya tetap main hujan-hujanan, maka anaknya akan benar-benar sakit. Tetapi jika orangtua membiarkan, maka anaknya akan sehat-sehat saja.

6. Hujan, Petir, dan Kemurkaan Tuhan

Sering kali, cuaca yang tadinya panas, berubah gelap seketika lalu gelegar halilintar menghantam bumi. Tidak lama, hujan pun turun dengan deras. Beberapa orang sering menyebut kilatan petir dan gemuruh itu pertanda bahwa Tuhan sedang marah atau menegur umat manusia.

Demikian lah beberapa mitos yang berkembang saat hujan. Apa pun mitos yang berkembang saat hujan turun, musim hujan telah menjadi bagian tak terpisahkan dari bumi tropis Indonesia. Meskipun penjelasan ilmiahnya sudah sering dibeberkan, tetapi beberapa kelompok masyarakat rupanya memang belum bisa lepas dari mitos-mitos tersebut. (anr)

Artikel ini telah dibaca 498 kali

badge-check

Jurnalis

Baca Lainnya

Puluhan Organisasi Wartawan Solid, HPN Bekasi Raya 2026 Siap Digelar di GCC

18 April 2026 - 18:37 WIB

Protes Status Tersangka Tukang Ojek Akibat Jalan Berlubang, F-Speed Pandeglang Tuntut Keadilan

24 Februari 2026 - 16:21 WIB

Kelola 77 Persen Sampah, Banyumas Siap Jadi Percontohan Nasional

4 Februari 2026 - 07:29 WIB

947 Peserta Ikuti Seleksi PPPK Tahap II Kota Bekasi di BKN Jakarta

6 Mei 2025 - 08:42 WIB

Pemkot Bekasi Bekukan Sementara Worldcoin dan World ID Buntut Pemindaian Retina

5 Mei 2025 - 10:12 WIB

Wali Kota Bekasi Tegaskan Aparatur bukan hanya Administrator tapi juga Eksekutor

21 April 2025 - 12:06 WIB

Trending di Berita Terbaru