Mengapa Anak Tantrum?

BEKASIMEDIA.COM – Rindu Rosmawati, Parenting Trainer mengatakan ada banyak hal yang membuat anak menjadi tantrum. Pertama, orangtua terlalu memaksakan anak mengikuti acara keluarga, pada saat yang bersamaan dia punya PR.

“Ketika hari libur, orangtua memaksa untuk acara keluarga padahal dia ada PR. seharusnya orangtua menanyakan adakah PR atau tidak. Malah memaksakan kehendak. Akibatnya, di hari sekolah, anak menjadi tidak mau sekolah karena belum mengerjakan PR,” katanya.

Selain masalah, itu ada tiga belas masalah lain yang membuat anak tantrum, seperti keseringan main games sehingga lupa belajar dan sholat, terlalu lama belanja ketika anak merengek pulang.

“Ibu ayo pulang,” rengek anak. Namun, Ibu berjanji sejam lagi, ya nak!, setelah sejam si ibu tetap belanja. Ini masalah karena mengajarkan anak berbohong,” katanya.

Dari keempat belas tersebut, intinya adalah cara memerintah. Jangan sering memerintah anak.

“Yang pertama didahulukan adalah kedekatan bukan memerintah. Jika anak dekat orangtua, anak akan bahagiakan orangtua kok,” katanya di hadapan peserta Training For Parenting Trainer, PT Toyota Astra, Kawasan MM 2100, Cikarang, Sabtu (11/3/2018).

Ia pun mengambil contoh anaknya bernama Faqih. Ia bercerita, saat itu Faqih pulang sekolah dan Rindu sudah menunggunya pulang.

“Tiap pulang sekolah, saya selalu mewajibkan Faqih untuk menghapal Quran. Saat itu murajaah (mengulang hafalan) At Takwir. Memang dalam murajaah saya selalu mengusahakan sudah hapal surat yang anak saya akan hapalkan. Jika tidak saya akan memberitahu jika belum hapal. Jujur kepada anak itu perlu,” katanya.

Selain itu, kata Rindu, seringlah memeluk anak. Misalnya, ketika dia bisa menghapal, bertemu ataupun melakukan kesalahan katanya.

Adapun kegiatan training for parenting untuk Sabtu (10/3/2018) ini berlangsung sampai sore. Bekerja sama dengan CSR Toyota Mutiara Hati dan U Care Indonesia
(i)

Be the first to comment on "Mengapa Anak Tantrum?"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*