BEKASIMEDIA.COM

Menu

Mode Gelap
Heri Sholihin Menang, Kota Bekasi Punya Wali Kota Baru Soal Kisruh Data PKH Ini Penjelasan, Anggota DPRD Enie Widhiastuti Ketua Fraksi PKS Kota Bekasi Terkait TKK Minta Pemkot Lakukan Langkah Ini Bawaslu Kota Bekasi Ingatkan di Masa Sosialisasi Para Caleg dan Partai Pahami Aturan yang Berlaku Islamic Book Fair 2023: Memperkenalkan Buku sebagai Pilar Peradaban

Kuliner · 1 Mei 2026 09:07 WIB ·

Polemik Sate Babi dan Restoran Nonhalal, IHW Minta Pedagang Tahan Diri


 Polemik Sate Babi dan Restoran Nonhalal, IHW Minta Pedagang Tahan Diri Perbesar

BEKASIMEDIA.COM – JAKARTA — Pendiri Indonesia Halal Watch (IHW), Ikhsan Abdullah, merespons polemik penjualan kuliner berbahan daging babi yang belakangan mencuat di sejumlah daerah dengan mayoritas penduduk Muslim.

Di Jakarta, publik dihebohkan video viral konvoi sepeda motor yang mempromosikan sate babi keliling. Sementara itu, di Sukoharjo, Jawa Tengah, keberadaan restoran Mie dan Babi Tepi Sawah memicu penolakan warga setempat.

Ikhsan menilai, dari sisi hukum, aktivitas usaha tersebut memiliki ruang yang diatur dalam regulasi. Namun, dari aspek etika dan kepantasan, praktik promosi yang berlebihan dinilai kurang lazim di tengah masyarakat Muslim.

“Dari sisi etika dan kepantasan, hal tersebut masih dianggap kurang lazim. Pedagang sebaiknya tidak perlu pamer, apalagi melakukan konvoi, karena dapat memancing reaksi umat Islam yang sebagian belum memahami ketentuan UU Jaminan Produk Halal dan aturan turunannya, yakni PP No. 42 Tahun 2024,” ujar Ikhsan dalam keterangannya, Jum’at (1/5/2026).

Ia juga menyoroti bahwa aturan teknis mengenai penandaan produk nonhalal hingga kini masih menunggu regulasi lanjutan dari otoritas terkait.

Lebih lanjut, Ikhsan menegaskan pentingnya sensitivitas sosial dalam menjalankan usaha, khususnya di wilayah dengan mayoritas penduduk Muslim.

“Kita memahami bahwa mayoritas penduduk Sukoharjo, sebagaimana mayoritas Indonesia, beragama Islam yang perlu dihormati,” ujar Dewan Pakar Masyarakat Ekonomi Syariah tersebut.

Karena itu, ia mengimbau pelaku usaha kuliner berbahan babi dan produk nonhalal lainnya agar tidak melakukan ekspos berlebihan dalam strategi promosi guna menghindari potensi gesekan di masyarakat.

“Pedagang sebaiknya tidak melakukan ekspos berlebihan dalam menarik perhatian konsumen apabila tidak ingin menimbulkan reaksi berlebihan,” tandasnya.

Artikel ini telah dibaca 9 kali

badge-check

Jurnalis

Baca Lainnya

Chicken Pepper Menu Andalanku Di Waroeng Steak & Shake Juanda Bekasi

14 November 2024 - 05:14 WIB

Sate Anda Cita Rasa Khas Kuliner Bekasi, Melangkah Bersama QRIS Mitra BRI

27 September 2024 - 22:08 WIB

Grand Opening Jus Masaki Signature Bekasi Meriah Bagi-bagi Voucher Makan Kepada Pengunjung

22 Juli 2024 - 19:36 WIB

Restoran Ayam Viral, Rekomendasi Tempat Makan Murah Enak Di Lidah Untuk Warga Bekasi

21 Juni 2024 - 21:18 WIB

Setelah Sukses Di Bekasi Kini Ketagihan Taichan Buka Perdana Di Bogor

5 Juni 2024 - 23:54 WIB

RM Sate KMC Purwokerto Hadirkan Ragam Daging Olahan Pilihan Pas Saat Lebaran

5 April 2024 - 15:47 WIB

Trending di Berita Terbaru