BEKASIMEDIA.COM -Sebagai remaja dan mahasiswa yang peduli dengan proteksi diri, David (20) mengungkapkan pendapatnya mengenai pentingnya jaminan kesehatan di kalangan anak muda. Saat Tim Jamkesnews berkunjung ke kampusnya pada Jumat (17/11/2023), dengan ramah dan senang hati ia memberikan pendapatnya tentang Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola oleh BPJS Kesehatan.
“Saya belum pernah menggunakan kartu BPJS Kesehatan untuk berobat, tetapi saya banyak mendapatkan cerita dari orang-orang di sekeliling saya yang telah merasakan manfaat langsung dari Program JKN. Seperti salah satu anggota keluarga saya yang menggunakan kartu BPJS Kesehatan untuk berobat di rumah sakit dan takjub oleh pelayanan yang didapatkan di rumah sakit tersebut. Kami kira akan dipersulit proses penanganannya, akan tetapi langsung dilayani tanpa memberikan perbedaan antara pasien Program JKN dengan pasien umum,” ungkap David.
Awalnya David masih memandang sebelah mata tentang Program JKN karena ia sering melihat opini negatif di media sosial tentang BPJS Kesehatan. Namun setelah anggota keluarganya merasakan sendiri manfaat dari program ini, maka ia langsung merubah pandangannya tentang Program JKN.
“Karena saya sering melihat berita negatif tentang Program JKN di media sosial, saya jadi underestimate dengan adanya program ini. Saya sering berpikir, buat apa memiliki jaminan sosial kalau ternyata sulit mendapatkan pelayanan di rumah sakit. Tapi setelah saya melihat langsung pelayanan di rumah sakit pada saat keluarga saya dirawat, saya langsung merubah pola pikir saya, dan ternyata benar pelayanannya bagus, tidak ada perbedaan dengan pasien lain. Memuaskan pelayanannya, perawatnya juga ramah-ramah dan ternyata tidak seperti yang diberitakan di media sosial. Untung saya sudah terdaftar menjadi peserta JKN, jadi kalau sewaktu-waktu terjadi hal yang saya tidak inginkan bisa langsung saya gunakan,” jelasnya.
Sadar kalau penyakit bisa datang kapan saja dan bisa menyerang siapa saja baik yang tua maupun yang muda, belum lagi biaya pengobatan yang tidak murah. David berharap agar generasi muda memikirkan proteksi diri dengan menjadi peserta JKN agar dapat hidup tenang dan tidak khawatir ketika terjadi sesuatu yang tidak diharapkan.
“Sekarang banyak anak muda yang belum tergabung dalam Program JKN, mereka masih cuek atau kurang aware dengan program yang dikelola oleh BPJS Kesehatan. Padahal harusnya mereka juga perlu proteksi diri, karena sakit tidak memandang usia. Kalau lagi kumpul bersama teman dan membahas tentang salah satu program pemerintah ini, teman saya justru enggan menanggapinya dan cenderung memberikan kesan negatif. Kalau dilihat bahkan mereka sendiri belum pernah berobat sebagai peserta JKN”, terang David.
David berharap agar BPJS Kesehatan lebih sering lagi melakukan sosialisasi ke kampus-kampus dan lebih gencar membuat infografis atau video-video yang menarik untuk mengenalkan Program JKN kepada anak-anak muda, serta dapat melibatkan anak-anak muda dalam setiap kegiatan BPJS Kesehatan.
“Kalau saya bicara tentang Program JKN dengan teman-teman saya, pasti mereka langsung mengalihkan pembicaraan, kelihatan tidak tertarik dengan topik yang saya bahas, kadang ada yang memberikan komentar negatif tentang Program JKN. Mungkin mereka sudah terpengaruh dengan berita-berita yang ada di media sosial. Saya sebagai generasi muda berharap agar pihak BPJS Kesehatan lebih sering lagi melakukan sosialisasi ke kampus-kampus, dan dapat melibatkan anak-anak muda dalam setiap kegiatan agar kami sebagai generasi muda bisa tertarik mengikuti Program JKN,” tutupnya.











