BEKASIMEDIA.COM

Menu

Mode Gelap
Heri Sholihin Menang, Kota Bekasi Punya Wali Kota Baru Soal Kisruh Data PKH Ini Penjelasan, Anggota DPRD Enie Widhiastuti Ketua Fraksi PKS Kota Bekasi Terkait TKK Minta Pemkot Lakukan Langkah Ini Bawaslu Kota Bekasi Ingatkan di Masa Sosialisasi Para Caleg dan Partai Pahami Aturan yang Berlaku Islamic Book Fair 2023: Memperkenalkan Buku sebagai Pilar Peradaban

Berita Terbaru · 22 Okt 2021 08:23 WIB ·

Hari Santri, Heri Koswara Mengenang Resolusi Jihad KH Hasyim Asyari dan Saat Dirinya Pesantren di Tambun


 Hari Santri, Heri Koswara Mengenang Resolusi Jihad KH Hasyim Asyari dan Saat Dirinya Pesantren di Tambun Perbesar

BEKASIMEDIA.COM – 22 Oktober diperingati sebagai Hari Santri Nasional. bermula dari fatwa yang disampaikan Pahlawan Nasional KH Haysim Asy’ari. Pada 22 Oktober 1945, Pendiri Nahdlatul Ulama ini memimpin perumusan fatwa ‘Resolusi Jihad’ di kalangan kiai pesantren. Ia menyerukan agar seluruh santri di Jawa dan Madura keluar berjihad melawan tentara Sekutu.

Ketua DPD PKS Kota Bekasi Heri Koswara menganggap Hari Santri begitu berkesan dan penuh makna. Ada dua hal yang ia rasakan tentang Hari Santri, yang pertama tentang semangat jihad. “Hari santri itu tentang jihad. Bagaimana Mbah Hasyim Asyari turun menyemangati para kyai, santri dan kaum muslimin saat itu agar berani keluar. Berjuang mengusir tentara sekutu yang datang kembali setelah menyerahnya Jepang,” ungkap Heri Koswara saat dihubungi bekasimedia.com, Jumat (22/10/2021) pagi.

Heri Koswara melanjutkan, setelah keluarnya Resolusi Jihad KH Hasyim Asyari, komponen umat lainnya tidak merasa sendirian. Masyumi yang sebelumnya sudah menyerukan perlawanan jadi lebih kuat.

“Resolusi jihad-lah yang membangkitkan semangat dimana-mana. KH Noer Ali bergerak di Bekasi dan Karawang dan puncaknya tentu saja perjuangan rakyat Surabaya yang kita kenang sebagai Hari Pahlawan Sepuluh November.”
Atas peristiwa ini, Heri Koswara mengimbau masyarakat jangan antipati atau takut dengan kata jihad, “karena kata jihad sudah terbukti ampuh mengusir penjajah. Men jadikan bangsa ini ada. Sekarang tinggal kita lanjutkan dengan jihad lainnya. Misalnya berjihad melawan kemiskinan, pengangguran, atau berjihad di bidang pendidikan dan kesehatan.”

Selanjutnya, Heri Koswara mengenang saat dirinya menjadi santri. “Saya dari kecil hidup di lingkungan santri. Orangtua saya berjuang membangun pesantren di Jatiasih Bekasi, saya sendiri dulu dikirim mondok di Pesantren NU Yapink Tambun. Orangtua kita zaman dulu kan begitu, meski ayah saya kyai, saya tetap diminta belajar ke kyai lainnya. Selamat hari santri untuk seluruh santri dan yang berjiwa santri. Bersama santri berkhidmat membangun negeri,” pungkas Heri Koswara.

Artikel ini telah dibaca 8 kali

badge-check

Jurnalis

Baca Lainnya

Puluhan Organisasi Wartawan Solid, HPN Bekasi Raya 2026 Siap Digelar di GCC

18 April 2026 - 18:37 WIB

Protes Status Tersangka Tukang Ojek Akibat Jalan Berlubang, F-Speed Pandeglang Tuntut Keadilan

24 Februari 2026 - 16:21 WIB

Kelola 77 Persen Sampah, Banyumas Siap Jadi Percontohan Nasional

4 Februari 2026 - 07:29 WIB

947 Peserta Ikuti Seleksi PPPK Tahap II Kota Bekasi di BKN Jakarta

6 Mei 2025 - 08:42 WIB

Pemkot Bekasi Bekukan Sementara Worldcoin dan World ID Buntut Pemindaian Retina

5 Mei 2025 - 10:12 WIB

Wali Kota Bekasi Tegaskan Aparatur bukan hanya Administrator tapi juga Eksekutor

21 April 2025 - 12:06 WIB

Trending di Berita Terbaru