BEKASIMEDIA.COM Camat Bekasi Barat: Jika tak Dibangun Polder Kranji akan Tenggelam

Menu

Mode Gelap
Heri Sholihin Menang, Kota Bekasi Punya Wali Kota Baru Soal Kisruh Data PKH Ini Penjelasan, Anggota DPRD Enie Widhiastuti Ketua Fraksi PKS Kota Bekasi Terkait TKK Minta Pemkot Lakukan Langkah Ini Bawaslu Kota Bekasi Ingatkan di Masa Sosialisasi Para Caleg dan Partai Pahami Aturan yang Berlaku Islamic Book Fair 2023: Memperkenalkan Buku sebagai Pilar Peradaban

Berita Terbaru · 25 Feb 2021 15:22 WIB ·

Camat Bekasi Barat: Jika tak Dibangun Polder, Kranji akan Tenggelam


 Camat Bekasi Barat: Jika tak Dibangun Polder, Kranji akan Tenggelam Perbesar

BEKASIMEDIA.COM – Camat Bekasi Barat, HM Bunyamin menyatakan harapan masyarakat saat ini adalah realisasi pembangunan Polder air untuk mencegah banjir. Mengingat BMKG sudah mewanti-wanti masyarakat akan prakiraan curah hujan yang semakin ekstrem dan banjir di beberapa wilayah.

“Warga, baik dari tokoh masyarakat sekecamatan Bekasi barat dari 5 kelurahan yang terdampak banjir dari kali Cakung memohon segera direalisasikan tahun ini karena setiap tahun banjir,” kata Bunyamin kepada awak media, Kamis (25/2/2021).

Bunyamin menyatakan seharusnya Pemda sudah mulai bergerak jika anggaran sudah ada. “Misalnya kalau memang ada anggaran segera saja dikerjakan, digali, sehingga di musim hujan mendatang air segera masuk ke situ (Polder),” lanjutnya.

Bunyamin mengakui memang banjir tidak akan teratasi 100 persen kalau tidak dibenahi dengan benar dari ulu ke hilir. Hanya, menurutnya, Polder ini akan mampu mencegah banjir, apalagi jika pembangunannya memperhatikan perhitungan yang matang.

“Memang tidak akan seratus persen. Kan air itu dari hulu ke hilir. Saya kan di hilir. Dibenahi dulu dari sana. Salurannya yang melanggar di GSS ditertibkan. Sehingga aliran air lancar ditampung di polder. Kalau di hulu tidak dibenahi ke hilir berdampak ke kecamatan barat,” katanya.

“Tapi minimal adanya Polder bisa mengurangi banjir. Perkiraan lebih dari 50 persen. Saya mohon digalinya jangan asal, harus diukur relevansi keadaan permukaan bumi. Harus dihitung. Misal 10 meter ke bawah atau 20 meter. Kan nanti itu ada tim teknis,” sambungnya.

Mengenai pembebasan lahan untuk membangun Polder, Bunyamin menegaskan pemilik lahan harus mau dan patuh terhadap putusan pemerintah karena ini soal kepentingan umum.

“Pembebasan lahan mau gak mau suka gak suka harus, soalnya ini bicara soal kepentingan umum, kepentingan masyarakat. Masyarakat harus mau. Dan Pemerintah betul-betul istilahnya ada sifat memaksa ke pemilik tanah. Pemilik tanah harus tunduk dan patuh pada penetapan wali kota,” sambungnya.

Tanah seluas 3 hektar diharapkan bisa dimanfaatkan seluruhnya untuk pembangunan Polder. Namun demikian Bunyamin tak menampik jika ada keterbatasan anggaran.

“Luasnya memang ada 3 hektar. Warga harap semuanya. Namun keterbatasan anggaran mungkin kan nanti ada dua hektar. Nanti ada kajian khusus. Tapi memang lahan itu cocok untuk Polder. Kalau tidak dibangun Polder ke depannya Kranji bisa tenggelam. Akan lebih parah lagi karena itu tahunan. Warga sana sudah capek hadapi banjir. Saya harapkan Pemkot segera realisasikan Polder.” Pungkasnya.

Artikel ini telah dibaca 24 kali

badge-check

Jurnalis

Baca Lainnya

Puluhan Organisasi Wartawan Solid, HPN Bekasi Raya 2026 Siap Digelar di GCC

18 April 2026 - 18:37 WIB

Protes Status Tersangka Tukang Ojek Akibat Jalan Berlubang, F-Speed Pandeglang Tuntut Keadilan

24 Februari 2026 - 16:21 WIB

Kelola 77 Persen Sampah, Banyumas Siap Jadi Percontohan Nasional

4 Februari 2026 - 07:29 WIB

947 Peserta Ikuti Seleksi PPPK Tahap II Kota Bekasi di BKN Jakarta

6 Mei 2025 - 08:42 WIB

Pemkot Bekasi Bekukan Sementara Worldcoin dan World ID Buntut Pemindaian Retina

5 Mei 2025 - 10:12 WIB

Wali Kota Bekasi Tegaskan Aparatur bukan hanya Administrator tapi juga Eksekutor

21 April 2025 - 12:06 WIB

Trending di Berita Terbaru