BEKASIMEDIA.COM

Menu

Mode Gelap
Heri Sholihin Menang, Kota Bekasi Punya Wali Kota Baru Soal Kisruh Data PKH Ini Penjelasan, Anggota DPRD Enie Widhiastuti Ketua Fraksi PKS Kota Bekasi Terkait TKK Minta Pemkot Lakukan Langkah Ini Bawaslu Kota Bekasi Ingatkan di Masa Sosialisasi Para Caleg dan Partai Pahami Aturan yang Berlaku Islamic Book Fair 2023: Memperkenalkan Buku sebagai Pilar Peradaban

Berita Terbaru · 23 Apr 2020 04:54 WIB ·

Tumpang Tindih Database Penerima Bansos Jadi Keluhan Gubernur dan Kepala Daerah


 Tumpang Tindih Database Penerima Bansos Jadi Keluhan Gubernur dan Kepala Daerah Perbesar

BEKASIMEDIA.COM- Bantuan sosial Covid19 di lapangan tidak selamanya berjalan mulus. Bahkan salah satu hal yang menjadi keluhan gubernur dan kepala daerah banyak mengeluhkan terlalu banyak pintu bantuan sosial yang saling tumpang tindih bahkan ada 9 pintu bantuan sosial di Jawa Barat.

“Seandainya bisa dirapikan menjadi 1 pintu maka akan lebih baik. Oleh karenanya saya mengusulkan bahwa dibalik musibah ini sesungguhnya ada peluang atau ada hal yang sangat kita butuhkan saat ini yakni data valid sampai ke tingkat bawah (rumah tangga). Pendataan orang miskin dan orang miskin baru akibat kerentanan bencana, maka ini menjadi peluang emas,” ujar Anggota DPRD Kota Bekasi, H. Ahmad Ushtuchri kepada bekasimedia, Rabu, (22/4/20)

Pihaknya berharap pemerintah pusat, provinsi, kota/kabupaten beserta segenap stakeholders menjadikan database ini sesuatu yang sangat berharga dan harus dicek ulang untuk divalidasi, diverifikasi sehingga ke depan ini bisa jadi database yang valid untuk perencanaan pembangunan.

“Termasuk pengalokasian anggaran untuk pengentasan kemiskinan,” jelasnya.

Ushtuchri menyatakan ini adalah hikmah di balik musibah sehingga semuanya bisa jadi lebih aware soal data, jadi melihat kiri dan kanan mana orang yang mampu dan tidak mampu dan lebih peka terhadap kebutuhan orang lain terutama orang yang tinggal dekat dengannya.

“Sekali lagi ini hikmah di balik musibah. Kita jadi lebih aware dan peka terhadap kebutuhan di sekitar kita,” tukasnya.

Langkah selanjutnya, kata Ushtuchri bisa dibentuk sebuah database yang reliable, kredible karena kebutuhan akan data yang sangat mahal, justru dari keberadaan musibah pandemi Covid19 ini.

“Oleh karena itu kita mendorong semua pihak stakeholders untuk segera, termasuk hari ini juga ada Sensus BPS jadi bisa kita combine. Ke depan kita mendorong pemerintah pusat bersinergi datanya bisa di-link dengan Pemerintah daerah, sehingga tidak ada lagi tumpang tindih termasuk yang hari ini penerima bantuan

“9 pintu itu tidak boleh tumpang tindih tapi di lapangan kenyataannya data provinsi tidak nyambung dengan kota/kabupaten, data pusat juga sama tidak nyambung dengan data daerah sehingga ada yang barangkali terlewat, di sisi lain banyak yang double account, dapat beberapa kali bantuan dari pemerintah,” pungkasnya. (denis)

Artikel ini telah dibaca 14 kali

badge-check

Jurnalis

Baca Lainnya

Puluhan Organisasi Wartawan Solid, HPN Bekasi Raya 2026 Siap Digelar di GCC

18 April 2026 - 18:37 WIB

Protes Status Tersangka Tukang Ojek Akibat Jalan Berlubang, F-Speed Pandeglang Tuntut Keadilan

24 Februari 2026 - 16:21 WIB

Kelola 77 Persen Sampah, Banyumas Siap Jadi Percontohan Nasional

4 Februari 2026 - 07:29 WIB

947 Peserta Ikuti Seleksi PPPK Tahap II Kota Bekasi di BKN Jakarta

6 Mei 2025 - 08:42 WIB

Pemkot Bekasi Bekukan Sementara Worldcoin dan World ID Buntut Pemindaian Retina

5 Mei 2025 - 10:12 WIB

Wali Kota Bekasi Tegaskan Aparatur bukan hanya Administrator tapi juga Eksekutor

21 April 2025 - 12:06 WIB

Trending di Berita Terbaru