BEKASIMEDIA.COM

Menu

Mode Gelap
Heri Sholihin Menang, Kota Bekasi Punya Wali Kota Baru Soal Kisruh Data PKH Ini Penjelasan, Anggota DPRD Enie Widhiastuti Ketua Fraksi PKS Kota Bekasi Terkait TKK Minta Pemkot Lakukan Langkah Ini Bawaslu Kota Bekasi Ingatkan di Masa Sosialisasi Para Caleg dan Partai Pahami Aturan yang Berlaku Islamic Book Fair 2023: Memperkenalkan Buku sebagai Pilar Peradaban

Berita Terbaru · 29 Feb 2020 04:00 WIB ·

Ahmad Ushtuchri: Dunia Islam Jangan Menutup Diri dari Keragaman Budaya


 Ahmad Ushtuchri: Dunia Islam Jangan Menutup Diri dari Keragaman Budaya Perbesar

BEKASIMEDIA.COM – Politisi PKB kota Bekasi, Ahmad Ushtuchri mengatakan dunia Islam tidak boleh menutup diri dari perbedaan dan keragaman budaya. Hal itu ia katakan saat menyambut kedatangan United State Air Force, Band of the Pasific di pondok pesantren Annur, Jalan KH Mochtar Thabrani, Kaliabang Nangka, Bekasi Utara.

“Dulu juga duta besarnya pernah datang ke sini. Dunia Islam itu juga tidak boleh menutup diri, pesantren itu sebagai salah satu perwakilan yang sangat representatif mengenai dunia ‘pendidikan Islam’. Mereka silakan datang ke sini melihat bagaimana bahwa sesungguhnya pendidikan itu bukan hanya ala barat semua, kearifan lokal, timur dan Islam itu yang merekatkan dan mencerdaskan bangsa,” ujarnya kepada bekasimedia.com, Sabtu, (29/2/2020)

Kedua, kata Ustuchri, persoalan utama anak-anak Indonesia ini bukan tidak pintar, tapi mental block. Ketemu orang asing langsung jatuh mentalnya, gugup, down dan sebagainya. “Nah di sini kita ingin biasakan mereka para santri bertemu dengan orang asing biasa saja, bergembira bersama, berdialog dan lainnya. Jadi sebetulnya ini sesuatu yang sangat berharga dan tidak harus ke Bali dulu untuk melihat orang asing. Kemudian juga mereka ini bule yang terdidik, mereka air force terampil dan memiliki karakter sehingga mereka bisa saling tukar pemahaman, kebudayaan dan yang paling penting adalah mereka berani bicara dengan bahasa internasional tidak minder di hadapan orang orang asing,” ujarnya.

Band militer asal Amerika ini datang bertujuan sebagai perkenalan antar budaya di samping ingin mengetahui kehidupan pesantren. Ustuchri mengatakan, pihaknya juga sangat terbuka bagi embassy lainnya seperti Arab Saudi, China, Jepang, dan Turki.

“Tidak dipungkiri memang ada persoalan besar antara dunia Islam dengan barat, akan tetapi hubungan individu tidak boleh terhenti. Saya juga dapat banyak masukan dari event hari ini bahkan ada yang sampai menanyakan bukankah musik itu haram? nah ini kan jadi membuka wawasan dan diskusi, tidak apa apa di dunia pesantren itu sangat berkembang,” imbuhnya.

Anak-anak pesantren sendiri terlihat menikmati penampilan band militer yang menbawakan alunan musik jazz dan mengapresiasi kehadiran para musisi tersebut. “Ini merupakan keterampilan, mental set yang paling berharga di dunia internasional, jangan sedikit-sedikit kita marah, dengan yang beda kita hakimi tapi kita lihat dahulu dan tetap kita punya karakter,” pungkasnya. (denis)

Artikel ini telah dibaca 46 kali

badge-check

Jurnalis

Baca Lainnya

Puluhan Organisasi Wartawan Solid, HPN Bekasi Raya 2026 Siap Digelar di GCC

18 April 2026 - 18:37 WIB

Protes Status Tersangka Tukang Ojek Akibat Jalan Berlubang, F-Speed Pandeglang Tuntut Keadilan

24 Februari 2026 - 16:21 WIB

Kelola 77 Persen Sampah, Banyumas Siap Jadi Percontohan Nasional

4 Februari 2026 - 07:29 WIB

947 Peserta Ikuti Seleksi PPPK Tahap II Kota Bekasi di BKN Jakarta

6 Mei 2025 - 08:42 WIB

Pemkot Bekasi Bekukan Sementara Worldcoin dan World ID Buntut Pemindaian Retina

5 Mei 2025 - 10:12 WIB

Wali Kota Bekasi Tegaskan Aparatur bukan hanya Administrator tapi juga Eksekutor

21 April 2025 - 12:06 WIB

Trending di Berita Terbaru