BEKASIMEDIA.COM

Menu

Mode Gelap
Heri Sholihin Menang, Kota Bekasi Punya Wali Kota Baru Soal Kisruh Data PKH Ini Penjelasan, Anggota DPRD Enie Widhiastuti Ketua Fraksi PKS Kota Bekasi Terkait TKK Minta Pemkot Lakukan Langkah Ini Bawaslu Kota Bekasi Ingatkan di Masa Sosialisasi Para Caleg dan Partai Pahami Aturan yang Berlaku Islamic Book Fair 2023: Memperkenalkan Buku sebagai Pilar Peradaban

Berita Terbaru · 13 Okt 2019 12:22 WIB ·

Di Mapaba PMII Mahasiswa Soroti Defisit Anggaran dan Jebolnya Program Kartu Sehat


 Di Mapaba PMII Mahasiswa Soroti Defisit Anggaran dan Jebolnya Program Kartu Sehat Perbesar

BEKASIMEDIA.COM – Masa Penerimaan Anggota Baru (Mapaba) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) kota Bekasi periode ketiga tahun 2018-2019 berlangsung selama 2 hari (12-13) di komplek Pondok Pesantren Annuur, Jalan Mochtar Tabroni, Perwira, Bekasi Utara, Ahad, (13/10/2019).

Ketua PMII Unisma Bekasi, Ahmad Rivai menyatakan tujuan kegiatan ini untuk menjadikan mahasiswa hari ini agar tidak bersikap apatis terhadap lingkungan sekitar juga semangat untuk meningkatkan kapasitas intelektual.

“Mahasiswa hari ini menurut saya hanya fokus pada bidang-bidang akademis sehingga lupa terhadap tanggungjawabnya kepada lingkungan dan masyarakatnya. Mahasiswa juga jangan terjebak dalam egonya melakukan politik pragmatis namun harus mengedepankan politik humanis kemanusiaan,” ujarnya kepada bekasimedia.com.

Menyinggung soal refleksi kepemimpinan 1 tahun Wali kota Rahmat Effendi dan Tri Adhianto Tjahjono, mahasiswa menyoroti soal defisit anggaran Pemkot Bekasi dan penyelenggaraan Kartu Sehat (KS) Bekasi.

“Hari ini PMII kota Bekasi bersama PMII Unisma terus mengawal pemerintahan yang dipimpin oleh Rahmat Effendi dan Tri Adhianto Tjahjono terutama atas janji-janji politiknya. Sebelumnya kita juga telah melakukan aksi menuntut ruang terbuka hijau yang belum mencapai 30 persen di kota Bekasi,” terangnya.

Selain itu PMII juga mengkritik soal defisit anggaran Pemkot Bekasi yang seolah dibuat-buat dan jebolnya anggaran untuk program Kartu Sehat Bekasi. Ada juga masalah di sejumlah dinas yang kurang maksimal dalam pekerjaannya.

“Mahasiswa dalam hal ini kami PMII kota Bekasi akan terus mengawal dan mengontrol penyelenggaraan pemerintahan khususnya di kota Bekasi dan juga nasional secara umum,” pungkasnya.

Antusiasme mahasiswa cukup besar atas kegiatan pembekalan ini. Bagi mereka hal ini berkesan karena mereka bisa terjun langsung. Aplikatif dalam gerakan sosial bagi lingkungan dan masyarakat, di mana teori-teori penyelesaian masalah akan dan telah diajarkan di organisasi PMII.

Sebanyak 35 orang peserta Mapaba yang berasal dari Unisma 45 Bekasi dan STMIK Mitra Karya (Mikar) mendapatkan pembekalan materi managemen konflik, juga mengajak mahasiswa untuk melakukan gerakan sosial agar mahasiswa tidak apatis dengan persoalan-persoalan lingkungannya. (CR-1)

Artikel ini telah dibaca 44 kali

badge-check

Jurnalis

Baca Lainnya

Puluhan Organisasi Wartawan Solid, HPN Bekasi Raya 2026 Siap Digelar di GCC

18 April 2026 - 18:37 WIB

Protes Status Tersangka Tukang Ojek Akibat Jalan Berlubang, F-Speed Pandeglang Tuntut Keadilan

24 Februari 2026 - 16:21 WIB

Kelola 77 Persen Sampah, Banyumas Siap Jadi Percontohan Nasional

4 Februari 2026 - 07:29 WIB

947 Peserta Ikuti Seleksi PPPK Tahap II Kota Bekasi di BKN Jakarta

6 Mei 2025 - 08:42 WIB

Pemkot Bekasi Bekukan Sementara Worldcoin dan World ID Buntut Pemindaian Retina

5 Mei 2025 - 10:12 WIB

Wali Kota Bekasi Tegaskan Aparatur bukan hanya Administrator tapi juga Eksekutor

21 April 2025 - 12:06 WIB

Trending di Berita Terbaru