BEKASIMEDIA.COM

Menu

Mode Gelap
Heri Sholihin Menang, Kota Bekasi Punya Wali Kota Baru Soal Kisruh Data PKH Ini Penjelasan, Anggota DPRD Enie Widhiastuti Ketua Fraksi PKS Kota Bekasi Terkait TKK Minta Pemkot Lakukan Langkah Ini Bawaslu Kota Bekasi Ingatkan di Masa Sosialisasi Para Caleg dan Partai Pahami Aturan yang Berlaku Islamic Book Fair 2023: Memperkenalkan Buku sebagai Pilar Peradaban

Berita Terbaru · 18 Jul 2019 23:11 WIB ·

Gerhana, Tanda Datangnya Azab atau Semakin Dekatnya Hari Kiamat?


 Gerhana, Tanda Datangnya Azab atau Semakin Dekatnya Hari Kiamat? Perbesar

Gerhana bulan dan matahari memang peristiwa alam yang bisa dijelaskan secara ilmiah. Namun, sebagian masyarakat juga percaya ini bukan fenomena alam biasa, bahkan mitos yang berkembang pun ada seperti “laparnya” Batara Kala hingga kedatangan sang naga.

Masyarakat muslim meyakini gerhana bukan semata-mata peristiwa alam biasa. Karena dalam surah Ali Imran ayat 190-191 dijelaskan:

“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.” 

Gerhana bulan dalam Islam juga dikisahkan menjadi peristiwa penting yang menjadi muasal diadakannya salat gerhana.

Nabi Muhammad SAW pernah menyampaikan bahwa peristiwa ini adalah cara Allah SWT untuk “menakut-nakuti” hamba-hamba-Nya melalui kuasa-Nya.

Dilansir dari berbagai sumber, ternyata fenomena alam yang sekarang menjadi sarana rekreasi masyarakat, sempat membuat Rasulullah saw takut dan berucap Istighfar banyak-banyak. Mengapa bahkan seorang Nabi dan Rasul utusan Allah merasa sangat khawatir sementara ummatnya kini dengan santai menikmatinya bagai tontonan hiburan biasa?

Abu Musa Al Asy’ari radhiyallahu ‘anhu menuturkan, ”Pernah terjadi gerhana matahari pada zaman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Nabi lantas berdiri takut kerana khawatir akan terjadi hari kiamat, sehingga beliau pun mendatangi masjid kemudian beliau mengerjakan solat dengan berdiri, ruku’ dan sujud yang lama. Aku belum pernah melihat beliau melakukan solat sedemikian rupa.” (HR. Al-Bukhori no. 1059)

Meskipun saat itu gerhana bertepatan dengan kematian putera Rasulullah, Ibrahim, Rasul melarang umatnya mengaitkan peristiwa gerhana dengan kematian atau kelahiran seseorang.

Dilansir muslim.or.id,
Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, Nabi Muhammad bersabda,
”Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda di antara tanda-tanda kekuasaan Allah. Gerhana ini tidak terjadi karena kematian seseorang atau lahirnya seseorang. Jika melihat hal tersebut maka berdo’alah kepada Allah, bertakbirlah, kerjakanlah shalat dan bersedekahlah.” (HR. Bukhari no. 1044)

Lantas apakah peristiwa ini harus kita sikapi biasa-biasa saja? Apakah kita patut merasa takut akan peristiwa gerhana?

dilansir JalanSirah.com, Imam Nawawi rahimahullah menjelaskan mengapa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam takut, khawatir dengan hari kiamat? beberapa alasan di antaranya karena gerhana adalah tanda yang muncul sebelum tanda-tanda kehancuran seperti terbitnya matahari dari barat atau keluarnya Antikristus atau mungkin gerhana itu adalah bagian dari azab.

Hamba yang paling dicintai Allah, Nabi Muhammad SAW saja ketika itu terjadi memperbanyak istighfar, maka salah satu hal yang bisa kita lakukan saat terjadi gerhana matahari atau bulan adalah salat gerhana. Ini juga yang diperintahkan Rasulullah SAW di saat terjadi gerhana pada masanya.

“Jika kalian melihat kedua gerhana yaitu gerhana matahari dan bulan, bersegeralah menunaikan salat” (HR Bukhari).

Rasul lalu mengutus seseorang untuk menyeru ‘Ash sholatu jami’ah’ (mari kita lakukan shalat berjama’ah). Orang-orang lantas berkumpul. Nabi lalu maju dan bertakbir, layaknya takbir di hari idul Fitri.

(RAM/Dikutip dari berbagai sumber)

Artikel ini telah dibaca 28 kali

badge-check

Jurnalis

Baca Lainnya

Puluhan Organisasi Wartawan Solid, HPN Bekasi Raya 2026 Siap Digelar di GCC

18 April 2026 - 18:37 WIB

Protes Status Tersangka Tukang Ojek Akibat Jalan Berlubang, F-Speed Pandeglang Tuntut Keadilan

24 Februari 2026 - 16:21 WIB

Kelola 77 Persen Sampah, Banyumas Siap Jadi Percontohan Nasional

4 Februari 2026 - 07:29 WIB

947 Peserta Ikuti Seleksi PPPK Tahap II Kota Bekasi di BKN Jakarta

6 Mei 2025 - 08:42 WIB

Pemkot Bekasi Bekukan Sementara Worldcoin dan World ID Buntut Pemindaian Retina

5 Mei 2025 - 10:12 WIB

Wali Kota Bekasi Tegaskan Aparatur bukan hanya Administrator tapi juga Eksekutor

21 April 2025 - 12:06 WIB

Trending di Berita Terbaru