BEKASIMEDIA.COM

Menu

Mode Gelap
Heri Sholihin Menang, Kota Bekasi Punya Wali Kota Baru Soal Kisruh Data PKH Ini Penjelasan, Anggota DPRD Enie Widhiastuti Ketua Fraksi PKS Kota Bekasi Terkait TKK Minta Pemkot Lakukan Langkah Ini Bawaslu Kota Bekasi Ingatkan di Masa Sosialisasi Para Caleg dan Partai Pahami Aturan yang Berlaku Islamic Book Fair 2023: Memperkenalkan Buku sebagai Pilar Peradaban

Berita Terbaru · 12 Apr 2019 07:25 WIB ·

“Money Politics” Cederai Sendi-sendi Demokrasi


 “Money Politics” Cederai Sendi-sendi Demokrasi Perbesar

BEKASIMEDIA.COM – Politik uang (money politics) adalah cara curang dalam mempengaruhi pemilih untuk memilih caleg atau partainya. Ini mencederai demokrasi. Warga dihargai murah dengan sejumlah uang, entah itu 20 ribu atau 50 ribu. Setelah itu, caleg atau parpol akan menghilang selama 5 tahun karena merasa sudah membeli pemilih.
Demikian dikatakan Ketua Fraksi PKS MPR RI Tifatul Sembiring saat menjadi pembicara dalam Seminar Nasional MPR RI di daerah yang bertema “Sistem Ketatanegaraan Indonesia dan Pelaksanaan UUD NRI Tahun 1945: Pemilu dan Demokrasi Kita” di Hotel Grand Aston Medan pada Selasa, 9 April 2019.

Tifatul kemudian menyoroti hasil OTT KPK yang mengungkap adanya ratusan ribu amplop berisi uang dan cap jari yang disiapkan oleh salah satu caleg dari parpol peserta pemilu 2019 yang diduga digunakan untuk melakukan serangan fajar. “Delapan miliar itu tak sdikit. Booanyak itu!” katanya menirukan logat Batak. Konon, katanya, itu baru yang tertangkap. Yang belum tertangkap, entahlah!

Sebagai anggota DPR RI, Tifatul juga menyadari banyaknya godaan yang diterima dirinya. Karena suap sudah menjadi kebiasaan dan lumrah di tempatnya bekerja. “Kalau jumlahnya sedikit mungkin kita masih kuat iman. Tapi ketika uangnya gede, kalau tidak kuat-kuat iman, bisa luluh juga kita,” terangnya.

Tifatul mengingatkan ratusan peserta seminar agar menolak dan menjauhi politik uang dalam pemilu legislatif dan pemilu presiden yang akan berlangsung tanggal 17 April 2019 mendatang. Ia menegaskan akan tetap memilih politik bersih dalam memperjuangkan partai di pemilu 2019.

“Kita ingin mengedukasi warga dengan menyampaikan isu dan program kerja yang menyentuh masyarakat seperti SIM seumur hidup, bebas pajak kendaraan motor, bebas pajak penghasilan 8 juta ke bawah, dan perlindungan ulama, tokoh serta simbol agama,” jelas caleg dari daerah pemilihan Sumut I yang mencakup Kota Medan, Kota Tebing Tinggi, Kabupaten Deli Serdang dan Kabupaten Serdang Bedagai.

Sementara Dr Haryanto Lc MA menyatakan pentingnya kita ikut pemilu karena ia merupakan kesaksian kita dalam memilih pemimpin yang adil. “Kesaksian itu penting. Kita ingin pemilu jurdil agar hadir pemimpin yang adil. Jangan menyembunyikan kesaksian kamu dengan cara golput,” jelasnya.

Alumnus Sudan ini kemudian mensitir sebuah kaidah fikih “Jika sebuah kewajiban tidak terlaksana kecuali dengan sebab sarana (wasilah) itu, maka wasilah tersebut adalah wajib,” ujarnya.
Ia menerangkan bahwa jika kaidah ini diterapkan dalam kehidupan politik, maka perintah ‘amar maruf nahyu munkar’ itu wajib. Semua ulama sepakat. Tidak akan terlaksana amar maruf nahyu munkar kecuali melalui kekuasaan maka ia wajib. Contoh kasus DKI. Alexis ditutup karena kekuasaan. Kekuasaan tidak akan terjadi jika tidak melalui pemilu, maka dia wajib.

Selain Tifatul Sembiring, seminar nasional juga menghadirkan pembicara dan pakar tingkat lokal seperti Muhammad Nuh, M.SP., dan Junaidi Parapat, S.IP. (*)

Artikel ini telah dibaca 14 kali

badge-check

Jurnalis

Baca Lainnya

Puluhan Organisasi Wartawan Solid, HPN Bekasi Raya 2026 Siap Digelar di GCC

18 April 2026 - 18:37 WIB

Protes Status Tersangka Tukang Ojek Akibat Jalan Berlubang, F-Speed Pandeglang Tuntut Keadilan

24 Februari 2026 - 16:21 WIB

Kelola 77 Persen Sampah, Banyumas Siap Jadi Percontohan Nasional

4 Februari 2026 - 07:29 WIB

947 Peserta Ikuti Seleksi PPPK Tahap II Kota Bekasi di BKN Jakarta

6 Mei 2025 - 08:42 WIB

Pemkot Bekasi Bekukan Sementara Worldcoin dan World ID Buntut Pemindaian Retina

5 Mei 2025 - 10:12 WIB

Wali Kota Bekasi Tegaskan Aparatur bukan hanya Administrator tapi juga Eksekutor

21 April 2025 - 12:06 WIB

Trending di Berita Terbaru