BEKASIMEDIA.COM

Menu

Mode Gelap
Heri Sholihin Menang, Kota Bekasi Punya Wali Kota Baru Soal Kisruh Data PKH Ini Penjelasan, Anggota DPRD Enie Widhiastuti Ketua Fraksi PKS Kota Bekasi Terkait TKK Minta Pemkot Lakukan Langkah Ini Bawaslu Kota Bekasi Ingatkan di Masa Sosialisasi Para Caleg dan Partai Pahami Aturan yang Berlaku Islamic Book Fair 2023: Memperkenalkan Buku sebagai Pilar Peradaban

Berita Terbaru · 13 Agu 2018 06:36 WIB ·

Politisi Muda PKS: Eks Koruptor Tak Boleh Pimpin DKI Jakarta


 Politisi Muda PKS: Eks Koruptor Tak Boleh Pimpin DKI Jakarta Perbesar

BEKASIMEDIA.COM – Keinginan Muhammad Taufiq eks koruptor pengadaan barang dan alat peraga pemilu tahun 2004 untuk menggantikan posisi Sandiaga Uno sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta mendapat respon negatif dari sejumlah pihak. Salah satunya dari politisi muda Partai Keadilan Sejatera (PKS) Andriyana.

Ia menilai keinginan Muhammad Taufik itu akan memperburuk proses pemberantasan korupsi dan image pemerintahan bersih yang ingin diciptakan oleh Anies Baswedan.

“Menurut saya ini akan buruk bagi sejarah pemberantasan korupsi di negeri ini. Orang Jakarta akan sangat dirugikan terlebih lagi pak Anies Baswedan yang sejak dulu ingin menerapkan pemerintahan yang bersih dan bebas korupsi,” Kata Andriyana atau yang akrab disapa bang Andriy ini kepada media, Mingggu (12/8/18).

Sebagaimana yang diwartakan Muhammad Taufiq adalah eks koruptor korupsi pengadaan barang dan alat praga sewaktu menjadi ketua KPU DKI Jakarta pada pemilu 2004. Ia divonis 18 bulan penjara karena merugikan negara sebesar Rp. 488 Juta.

“Sangat tidak boleh ya, jangan sampai DKI Jakarta dipimpin oleh seorang mantan napi korupsi. Masih banyak orang di negeri ini dan di partai koalisi pengusung ini yang bagus, tidak harus dia,” tambah Andriy.

Lebih lanjut Andriyana mengatakan jika Muhammad Taufiq tetap ngotot ingin jadi wagub DKI maka yang paling dirugikan adalah partai koalisi pengusung Anies- Sandi terutama Gerindra dan PKS.

“Harap diingat, pemilu dan pilpres sebentar lagi. Ini buruk bagi kedua partai politik ini. Jangan sampai partai koalisi ini dicap sebagai pemelihara koruptor hanya karena menempatkan orang yang tidak berintegritasi di DKI,” pungkas Andriy. (eas)

Artikel ini telah dibaca 51 kali

badge-check

Jurnalis

Baca Lainnya

Puluhan Organisasi Wartawan Solid, HPN Bekasi Raya 2026 Siap Digelar di GCC

18 April 2026 - 18:37 WIB

Protes Status Tersangka Tukang Ojek Akibat Jalan Berlubang, F-Speed Pandeglang Tuntut Keadilan

24 Februari 2026 - 16:21 WIB

Kelola 77 Persen Sampah, Banyumas Siap Jadi Percontohan Nasional

4 Februari 2026 - 07:29 WIB

947 Peserta Ikuti Seleksi PPPK Tahap II Kota Bekasi di BKN Jakarta

6 Mei 2025 - 08:42 WIB

Pemkot Bekasi Bekukan Sementara Worldcoin dan World ID Buntut Pemindaian Retina

5 Mei 2025 - 10:12 WIB

Wali Kota Bekasi Tegaskan Aparatur bukan hanya Administrator tapi juga Eksekutor

21 April 2025 - 12:06 WIB

Trending di Berita Terbaru