ISTANBUL, TURKI – Ratusan diaspora Indonesia di Istanbul, Turki, merayakan Hari Raya Idulfitri 1447 H pada Jum’at (20/03/2026) dengan penuh khidmat. Di tengah suhu dingin penghujung musim dingin, semangat kebersamaan tetap hangat melalui pelaksanaan salat Ied berjamaah di Masjid Hagia Sophia dan kegiatan open house yang digelar oleh Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Istanbul.
Perayaan tahun ini terasa spesial bagi para mahasiswa dan pekerja migran Indonesia. Sejak pagi buta, warga Indonesia memadati kawasan pelataran Hagia Sophia untuk mendapatkan saf terdepan. Usai salat, momen tersebut dimanfaatkan sebagai titik temu untuk saling menyapa dan berfoto bersama sebelum melanjutkan tradisi silaturahmi.
“Lebaran di perantauan selalu menghadirkan pengalaman berbeda. Rasa rindu kepada keluarga tentu ada, namun di sini kami belajar untuk saling menguatkan. Lebaran bukan tentang keramaian, melainkan tentang kebersamaan yang tetap terjaga,” ujar Haritsah Mujahid, mahasiswa Universitas Istanbul.
Suasana khas Nusantara semakin kental terasa di kediaman resmi KJRI Istanbul. Hidangan tradisional seperti lontong sayur dan kudapan khas lebaran disajikan untuk mengobati kerinduan para diaspora terhadap tanah air. Kegiatan open house ini menjadi ruang temu lintas generasi, mulai dari pelajar hingga masyarakat umum yang menetap di Turki.
Ketua PPI Istanbul, Abdullah Azzam Rahman, menekankan pentingnya peran komunitas dalam menjaga moral mahasiswa di luar negeri.
“Kami berupaya memastikan mahasiswa Indonesia tetap memiliki ruang untuk merasakan kebersamaan. Ini menjadi bagian penting dari kehidupan diaspora untuk tetap merasa memiliki ‘keluarga’ di luar negeri,” ungkap Azzam.
Berbeda dengan di Indonesia yang meriah dengan gema takbir di jalanan, Idulfitri di Turki atau yang dikenal sebagai Şeker Bayramı berlangsung lebih tenang. Sebagian besar aktivitas publik seperti kafe dan pusat perbelanjaan tetap beroperasi, sementara masyarakat lokal lebih fokus pada kunjungan keluarga internal dengan tradisi berbagi hidangan manis (Turkish Delight).
Meski dirayakan tanpa kemeriahan pawai atau suara petasan, Idulfitri di Istanbul bagi diaspora Indonesia tetap bermakna dalam. Di antara pertemuan singkat dan percakapan hangat, mereka membuktikan bahwa esensi lebaran—yakni rasa syukur dan mempererat silaturahmi—tetap hidup meski terpisah jarak ribuan kilometer dari kampung halaman.











