BEKASIMEDIA.COM

Menu

Mode Gelap
Heri Sholihin Menang, Kota Bekasi Punya Wali Kota Baru Soal Kisruh Data PKH Ini Penjelasan, Anggota DPRD Enie Widhiastuti Ketua Fraksi PKS Kota Bekasi Terkait TKK Minta Pemkot Lakukan Langkah Ini Bawaslu Kota Bekasi Ingatkan di Masa Sosialisasi Para Caleg dan Partai Pahami Aturan yang Berlaku Islamic Book Fair 2023: Memperkenalkan Buku sebagai Pilar Peradaban

Berita Terbaru · 20 Nov 2023 21:14 WIB ·

Program JKN Bantu Masyarakat Indonesia Dari Anak Muda Hingga Orang Tua


 Program JKN Bantu Masyarakat Indonesia Dari Anak Muda Hingga Orang Tua Perbesar

BEKASIMEDIA.COM –  Tim Jamkesnews berkesempatan berbincang dengan Saeka (21). Ia yang merupakan salah satu generasi muda yang telah terdaftar dan mengenal Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Sebelumnya Saeka terdaftar dalam tanggungan oleh orang tuanya yang terdaftar dalam Program JKN dari segmen PPU. Namun saat ini dikarenakan dirinya sudah bekerja maka saat ini sudah dialihkan menjadi peserta dari Perusahaan. Lebih lanjut dirinya mengatakan bahwa sejak terdaftar dalam Program JKN, sudah beberapa kali merasakan manfaatnya bahkan sampai menjalani operasi pun pernah dilaluinya, Selasa (10/10).

“Saya sudah beberapa kali menggunakan kartu ini dan untuk manfaatnya saya sudah beberapa kali merasakan manfaat yang luar biasa. Bahkan sampai menjalani operasi yang dijamin oleh program ini pun pernah saya jalani dan semuanya tidak ada kendala, serta tidak ada iur biaya juga. Sebelumnya saya masuk ke dalam tanggungan orang tua, namun setelah lulus saya diterima bekerja sehingga oleh perusahaan dialihkan kedalam tanggungan perusahaan dengan iuran 1 persen yang dipotong dari gaji saya. Menurut saya iurannya terbilang terjangkau, apalagi untuk sektor pekerja iurannya sudah dapat untuk menanggung suami atau istri bagi yang sudah berkeluarga hingga 3 anak, tetapi saya saat ini masih sendiri,” ujarnya sambil bercanda.

Meskipun hingga saat ini ia belum pernah mengalami kendala, namun ia mengapresiasi program kesehatan ini. Menurutnya, Program JKN ini menjadi penolongnya serta masyarakat pada umumnya ketika sakit dan membutuhkan penjaminan. Meskipun begitu, ia tak mengharapkan akan sakit. Ia percaya, walaupun ia tidak sakit, iurannya akan membantu peserta yang sedang sakit, sebagaimana asas gotong royong semua tertolong.

“Pernah beberapa kali saya pakai untuk berobat ke klinik tempat saya terdaftar, kerumah sakit juga pernah. Saya dan keluarga selalu mengusahakan hidup sehat, namun disaat kami akhirnya harus sakit maka saya sudah punya Kartu JKN. Namun waktu itu ada keluarga saya pernah menggunakan Kartu JKN ini sampai dengan kerumah sakit, alhamdulilah tertolong dan tidak ada biaya yang kami keluarkan. Karena iuran saya sudah dipotong dari perusahaan semoga ini akan menjadi lahan ibadah membantu sesama dan Insya Allah menjadi pahala untuk saya dan keluarga nanti,” ucap Saeka kepada tim Jamkesnews.

Tak menampik, Saeka juga memahami kebiasaan masyarakat yang mendaftar sebagai Peserta Program JKN apabila hendak berobat saja. Ketika sudah berobat, tidak lagi membayar iuran. Melihat kebiasaan ini, Saeka  menyampaikan agar ke depannya masyarakat mendaftar selagi sehat dan tetap rutin membayar iuran walaupun belum menggunakan karena pendapatnya bahwa Program JKN harus terus berjalan untuk membantu masyarakat.

“Memang sepengetahuan saya ada beberapa orang yang belum terdaftar, atau sudah punya tetapi menunggak iurannya, nanti saat membutuhkan pengobatan yang mahal baru dibayar tunggakannya biar dijamin. Masyarakat seharusnya bersyukur dan rajin bayar iuran, karena namanya konsep jaminan kesehatan ya kita bayar iuran, seharusnya masyarakat paham bahwa iuran kita dikumpulkan untuk membantu masyarakat yang berobat saat itu, sama halnya saat kita berobat maka seluruh biaya yang dikeluarkan untuk mengobati kita ditanggung oleh peserta lainnya, jadi saling bantu,” ungkap Saeka.

Menurutnya, apabila banyak peserta yang menunggak iuran, bagaimana program ini mau jalan membantu masyarakat jadi untuk manfaatnya dapat dirasakan apabila sakit dan mengakses fasilitas kesehatan, tapi sebisa mungkin jangan sampai merasakan karena berarti kita sakit, namanya sakit siapa yang mau ya mas. Mau bagaimana juga lebih enak hidup sehat daripada harus menderita sakit,” tutupnya. (BS/pm)

Artikel ini telah dibaca 23 kali

badge-check

Jurnalis

Baca Lainnya

Puluhan Organisasi Wartawan Solid, HPN Bekasi Raya 2026 Siap Digelar di GCC

18 April 2026 - 18:37 WIB

Protes Status Tersangka Tukang Ojek Akibat Jalan Berlubang, F-Speed Pandeglang Tuntut Keadilan

24 Februari 2026 - 16:21 WIB

Kelola 77 Persen Sampah, Banyumas Siap Jadi Percontohan Nasional

4 Februari 2026 - 07:29 WIB

947 Peserta Ikuti Seleksi PPPK Tahap II Kota Bekasi di BKN Jakarta

6 Mei 2025 - 08:42 WIB

Pemkot Bekasi Bekukan Sementara Worldcoin dan World ID Buntut Pemindaian Retina

5 Mei 2025 - 10:12 WIB

Wali Kota Bekasi Tegaskan Aparatur bukan hanya Administrator tapi juga Eksekutor

21 April 2025 - 12:06 WIB

Trending di Berita Terbaru