BEKASIMEDIA.COM – Program JKN dibentuk oleh pemerintah sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat di sektor kesehatan. Selain meningkatkan taraf kesehatan masyarakat, negara juga menginginkan masyarakatnya memiliki jaminan kesehatan yang berkualitas dan terjangkau. Kesehatan merupakan hal pokok atau penting yang harus diperhatikan, sehingga dengan Program JKN, masyarakat diharapkan tidak perlu khawatir memikirkan lagi mengenai biaya mahal saat berobat di fasilitas kesehatan nantinya.
Salah satu peserta Program JKN, yaitu Lusi mengaku merasa aman dan tenang karena telah menjadi peserta dalam Program JKN yang dikelola BPJS Kesehatan. Dirinya mengatakan bahwa program ini sangat penting sekali, suatu jaminan kesehatan yang dikelola pemerintah dan memberikan manfaat kesehatan mendasar bagi seluruh masyarakat Indonesia. Ibu rumah tangga ini pun menjelaskan bahwa saat ini sudah tidak khawatir lagi saat ada anggotanya yang sakit.
“Sangat penting sekali untuk kita ikut jadi peserta JKN ini, kalau sewaktu-waktu kita sakit jadi ada jaminannya. Suatu hal yang mendasar di hidup seseorang ialah hidup sehat, dengan sehat kita bisa beraktivitas apapun, namun apabila sakit kemudian tidak memiliki uang, dengan Program JKN bisa dijamin tanpa harus keluar biaya. Oleh karena itu fungsi dari suatu jaminan ialah disaat kita sakit, sudah tidak perlu memikirkan biayanya, karena sudah ada yang menanggung,” ujar Lusi saat ditemui Tim Jamkesnews pada Selasa (31/10) di kediamannya.
Lebih lanjut, Lusi menceritakan bahwa dirinya sangat mengapresiasi prinsip gotong royong yang ada di dalam Program JKN. Gotong royong merupakan sesuatu hal yang sangat mendasar di masyarakat Indonesia sejak lama. Tanpa disadari bahwa negara ini berdiri karena sikap gotong royong yang sangat kuat di setiap lapisan masyarakat. Selain sifatnya saling gotong royong, juga sebagai antisipasi biaya berobat kedepannya, program ini menurutnya sebagai program amal. Karena tanpa sadar iuran yang sudah dibayarkan bisa digunakan untuk masyarakat lain yang sedang membutuhkan pengobatan.
“Program ini seperti program amal juga, contohnya begini kita bayar iuran kemudian belum sakit, tapi disaat itu ada seorang yang membutuhkan pengobatan dengan biaya besar. Kalau berdasarkan dari iuran yang sudah dia bayarkan sendiri saja belum cukup untuk menangani sakit tersebut, tapi ada iuran saya dan masyarakat lain yang belum menggunakan iurannya untuk berobat, sehingga pengobatan dia bisa dijamin, bisa sembuh, bisa menafkahi keluarganya lagi, insya allah itu pahala buat kita,” lanjutnya.
Tak dipungkiri masih ada beberapa temannya yang tidak rajin bayar iuran atau bahkan belum terdaftar. Menurutnya hal tersebut yang merugikan diri sendiri, karena selain iurannya membengkak karena akumulasi, bisa juga malah tidak dijamin di fasilitas kesehatan karena kepesertaannya tidak aktif. Dirinya menyayangkan hal seperti itu, karena namanya musibah dan sakit menurutnya tidak bisa diprediksi. Menurutnya setelah melewati 2 tahun pandemi, kini masyarakat Indonesia lebih peduli terhadap kesehatan.
“Ada teman saya yang tidak rajin bayar, ada juga yang ketika sakit, barulah dia daftar jadi peserta JKN, sedangkan yang saya tahu ada masa aktivasi 14 hari, udah sakitnya sekarang kemudian kartunya baru bisa digunakan dua minggu lagi akhirnya tidak bisa dijamin kemudian menjadi pasien umum, biayanya lumayan besar. Oleh karena itu daftarlah sebelum sakit tidak ada ruginya, demi kita juga kok kedepannya. Apalagi setelah beberapa tahun sejak pandemi kemarin, sudah banyak yang sadar akan kesehatan, jadi mulai banyak yang peduli terhadap jaminan kesehatan, mungkin ini ya efek positif pandemi,” candanya sambil menutup pembicaraan. (BS/pm)











