Selasa, Agustus 3, 2021
Beranda Pendidikan Mahasiswa FH Unpam Gandeng Pemkab Tangerang, PKM di Pesisir Mauk

Mahasiswa FH Unpam Gandeng Pemkab Tangerang, PKM di Pesisir Mauk

Tim PKM Kelompok 8 Mahasiswa FH Unpam Kelas 06HUKE005 Reg C

Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) secara filosofis merupakan wujud konkrit dari penerapan ilmu yang bersifat siklus atau umpan balik sebagai sekuensial dari pendidikan dan penelitian yang terikat dalam Tridharma Perguruan tinggi. Hal ini berdasarkan pada pasal 20 UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (UU Diknas) dan berdasarkan pasal 24 UU Diknas yang menyatakan bahwa adanya otonomi oleh Perguruan Tinggi untuk mengelola sendiri lembaganya sebagai pusat penyelenggaraan Perguruan Tinggi, penelitian ilmiah, dan pengabdian kepada masyarakat.

Ada beberapa manfaat yang dapat diperoleh mahasiswa dari pengabdian masyarakat, seperti memperluas jaringan (networking), melatih menggunakan ilmu yang didapatkan di bangku perkuliahan, hingga mencetak tinta biru jasa mahasiswa di lingkungan masyarakat. Harapannya, mahasiswa Universitas Pamulang memiliki hasrat yang kuat untuk langsung terjun di tengah-tengah masyarakat sebagai agent of change.

Pada zaman milenial sekarang ini, mahasiswa bisa melakukan pengabdian masyarakat dengan mudah karena didukung oleh teknologi informasi untuk mengumpulkan banyak data terkait jenis, strategi, hingga wilayah yang cocok untuk melakukan pengabdian masyarakat. Ada beberapa jenis pengabdian masyarakat yang sering dilakukan oleh Mahasiswa, seperti Kuliah Kerja Nyata (KKN), Program Bina Desa, dan PKM. Selain itu, dalam melakukan pengabdian masyarakat, Mahasiswa dituntut membuat program untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi di wilayah terkait, bukan program yang dibuat dari persepsi Mahasiswa. Adapun program yang dibuat bisa berkaitan dengan masalah lingkungan, sosial, ekonomi, dan politik yang terjadi di daerah terkait.

Kegiatan PKM UNPAM kali ini dilakukan oleh Mahasiswa Fakultas Hukum dari Kelas 06HUKE005 Reguler C dengan tema besar UNPAM Peduli Mangrove. Dan untuk Kelompok 8 yang terdiri dari:

Gita Cita (NIM 181010200136)

Indah Ariyani (NIM 181010200149)

Marlia Ulfa (NIM 181010200146)

Nadia Riezki Fitriani (NIM 181010200151), dan

Prettylia Eka Yolanda (NIM 181010201029)

Mengambil sub tema “Pencegahan Kerusakan Ekosistem Mangrove Melalui Instrumen Hukum”. Selain mengikuti arahan dan petunjuk Dekanat Fakultas Hukum UNPAM, Tim PKM juga mendapat gemblengan dan bimbingan langsung dari Bapak Dadang Sumarna, SH., MH.

Sasaran PKM Mahasiswa adalah masyarakat pesisir Kecamatan Mauk Kabupaten Tangerang khususnya para petani dan pemerhati mangrove. Kegiatan PKM dilaksanakan di Ketapang Urban Akuakultur, sebuah tempat wisata pendidikan berbasis lingkungan (mangrove) yang berlokasi di Desa Ketapang, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang pada hari Ahad, 6 Juni 2021 dari jam 08.00 – 13.00 WIB.

Kegiatan ini dihadiri oleh Anggota DPR/MPR RI Bapak H. Johan Rosihan, ST., Wakil Bupati Tangerang yang diwakili oleh Kepala Dinas Perikanan Tangerang Bapak Jainudin, ST., MM., Rektor UNPAM Bapak Dr. H. E. Nurzaman, Staf Ahli Bupati Bidang Ekbang Ibu Dra. Ratih Rahmawati, M.Si., Kapolsek Mauk dan jajaran, Camat Mauk yang diwakili Bapak Sekcam dan jajaran, PLT Kades Ketapang dan petani pesisir, dan Tim Dinas Kominfo Kabupaten Tangerang serta Bapak Hari Mahardika, MM. (Ahli Mangrove dari Dinas Perikanan Kabupaten Tangerang).
Ditengah kesibukannya sebagai Anggota Komisi IV DPR RI, Anggota Badan Pengkajian MPR RI, dan Sekretaris Fraksi PKS MPR RI, Bapak H. Johan Rosihan, ST. berkenan terbang dari dapilnya di NTB I yang meliputi Pulau Sumbawa. Sebagai Wakil Rakyat yang berkecimpung di Komisi Lingkungan Hidup, beliau tidak sungkan menggelar diskusi bersama mahasiswa UNPAM tentang pentingnya perlindungan mangrove. Dan cerita beliau tentang pengalaman menanam 100.000 pohon di Pulau Sumbawa begitu berharga bagi kami, dan masyarakat yang merindukan alam yang menghijau.

Selain diisi dengan dialog dan diskusi tentang mangrove baik dari sisi hukum maupun sosial, kegiatan juga diikuti aksi nyata yaitu deklarasi peduli mangrove, penandatangan dukungan pelestarian mangrove, serta penanaman 1000 bibit mangrove. Mari ikut lindungi mangrove kita! ***

RELATED ARTICLES

Most Popular