fbpx

Brigjen TNI Kemal Hendrayadi: Putra Bekasi yang Raih berbagai Tanda Kehormatan Negara hingga Setya Lencana Veteran Perdamaian RI

BEKASIMEDIA.COM – Kota Bekasi boleh berbangga salah seorang putra asli Bekasi mendapatkan tanda kehormatan dari berbagai penugasan operasi luar negeri dan dalam negeri yang pernah diembannya. Beberapa penghargaan di antaranya adalah: The Philiphine Legion of Honor, The Philipine Presidensial unit Citation badge, OIC Medal , LAF Medal Libanon , United Nation Medal,
SL.Santi Dharma XVII dan XXIII
hingga Veteran Perdamaian Republik Indonesia atas prestasinya dalam keterlibatannya dalam berbagai misi perdamaian dunia.

Sedangkan penghargaan Negara yang diperoleh atas berbagai penugasan dalam negeri di wilayah konflik Timor Timur, Papua hingga Nanggroe Aceh dan beberapa trouble spot di Tanah air lainnya, termasuk penghargaan negara dalam penugasan pendidikan dan latihan dan lain lain, antara lain: SL.Seroja, SL. GOM X, SL.Wira Nusa, SL.Wira Dharma, SL.Dharma Nusa, SL. Dwidya Sista, SL.Kesetiaan VIII,XVI dan XXIV tahun, Bintang KEP Nararya, Bintang Yudha Dharma Nararya, SL Dharma Bantala hingga SL.Veteran Perdamaian.

Brigadir Jenderal TNI Kemal Hendrayadi, S.I.P tercatat dalam Misi Perdamaian dunia kontingen Garuda XXIII H- Lebanon dengan Jabatan Deputy Commender of Sector East UNIFIL Lebanon 2013 juga berbagai track record penugasan operasi yang mengawali karir militernya sejak lulus dari Akademi Militer Angkatan Darat tahun 1988.

Lahir di Bogor pada 16 Juni 1963, putra dari H.Tasmin Salam di Bogor, seorang purnawirawan anggota Polisi berpangkat Peltu yang dinas di Polres Bekasi. Putra ke-4 dari pasangan H. Tasmin Salam dan Hj. Zaenab ini merupakan cucu dari Ulama Islam sekaligus Pejuang Kemerdekaan asal Bekasi, KH. Abdul Hamid.

Brigjen TNI Kemal yang menikah dengan Hj. Umi Kulsum dikaruniai 4 orang anak, ia juga seorang perwira tinggi TNI Angkatan Darat yang menjabat sebagai Waaslat Kasad Bid. Renlat sejak 9 April 2020 di Markas Besar Angkatan Darat (Mabesad)

Setelah lulus dari Akademi Militer Angkatan Darat serta menempuh Pendidikan kecabangan SUSSARCAB Infanteri beliau dilantik sebagai Perwira TNI AD dengan pangkat Letda pada 1988, Kemal mengawali kariernya sebagai DANTON YONIF 507 (YONIF RAIDER 500) Selanjutnya, Diawal masa baktinya tersebut ia turut ditugaskan pada Operasi Timor Timur tahun 1990.

Mengawali bhaktinya berbagai penugasan operasi militer mewarnai jejak karirnya mulai dari perintah penugasan untuk melaksanakan Operasi di Timor Timur, tahun 1990. Selama lebih setahun disana tergabung dalam satuan penugasan operasi Batalyon 511 di Blitar, ujarnya kepada awak media.

Setelah setahun bertugas dan kembali dari Timor Timur ia tidak kembali ke Batalyon 500 Rider namun langsung menjadi organik Batalyon 511 inilah penugasan pertama karir militernya di Timor Timur.

“Alhamdulillah pengalaman saya cukup lengkap, kalau daerah daerah konflik di Indonesia saya sudah saya alami semua, mulai dari Timor Timur (1990), Papua (1997), Nangroe Aceh Darussalam (2005), kemudian penugasan penugasan di luar negeri seperti Philiphine (1995), PNG (1997), Lebanon (2013),” ungkap Kemal.

Pada 1992, kariernya meningkat dan dilantik menjadi Lettu setelah kepulangannya dari penugasan Ops TIM-TIM.

Penghargaan STUDENT OF MERIT juga dianugerahkan kepadanya oleh Angkatan Bersenjata Australia saat Ia menjadi salah satu peserta didik terbaik Combat Instructor Course di Australia pada tahun 1994.  Selepas itu, di tahun yang sama, Ia menjabat sebagai DANKI dan KASI-2/OPS YONIF 511.

Setahun kemudian, pada 1995 ia kembali dilantik sebagai Kapten TNI AD dan ditugaskan sebagai Staf MILOBS KONGA XVII B Filipina di bawah pimpinan Brigjen Kivlan Zein. Setelahnya, hingga usai menjalani pendidikan lanjutan perwira, Ia sempat menduduki beberapa jabatan staf Operasi dan Latihan di satuan satuan hingga ia dilantik sebagai Mayor INF dengan menempati jabatan sebagai Wadanyon 751/VJS Raider di Sentani Papua pada tahun 1999.

Bersamaan dengan masa jabatan ini pula Ia tergabung dalam Ops Rajawali Yakhti Irian Jaya serta menjalani penugasan Indonesia – Papua Niugini Join Border Area Security. Disusul pada tahun 2001, Ia pun terlibat langsung pada pengamanan saat terjadinya kerusuhan di sekitar wilyah Jayapura dan Sentani akibat meninggalnya Theys Eluay, salah seorang Tokoh Masyarakat Papua.

Selanjutnya, setelah menjalani pendidikan Sekolah Staf dan Komando TNI AD 2002, Ia juga menjabat di Lingkungan Pendidikan Akademi Militer sebagai Kabag Sdirbindik Akmil hingga Pjs.Komandan Batalyon Taruna.

Pada tahun 2003, Ia terpilih sebagai salah satu peserta didik pada Cadet Exchange Program dengan Australia.
Kemudian pada tahun 2004 Tour of duty dan tour of Area dijalaninya hingga pangkatnya naik menjadi Letnan Kolonel TNI AD dengan menjabat sebagai Danyonif 725/WRG di lingkungan Kodam VII WIRABUANA di Wilayah Kendari, Sulawesi Tenggara.

Kemal kembali menjalani tugas operasi militer di tahun 2005 pada OPS Nangroe Aceh Darussalam sebagai Dansatgas Yonif 725 dengan wilayah tanggung jawab operasinya di wilayah Sawang Loksemawe, Aceh Utara.

Selepas operasi militer, pada tahun 2006 Ia menjabat sebagai DANSECATA B RINDAM VII/WRB, dan selanjutnya menjabat sebagai DANDIM 1422/MAROS Sulsel di tahun 2008.

Terhitung sejak 2009 hingga 2011, Kemal juga ditugaskan dalam beberapa penugasan militer pendidikan dan latihan gabungan luar negeri baik di regional Asean ataupun Non Asean, ketika dirinya tengah menduduki jabatan sebagai PABANDYA-3/LATMA GAB SOPSAD.

Kemal kembali mendapat promosi pangkat menjadi Kolonel TNI AD, dengan menjabat sebagai ASOPS KASDAM XVII/Cendrawasih pada 2011 dan ditahun yang sama pula Ia turut tergabung dalam OPS Tameng Panah, OPS Simpul Panah dan OPS Pagar Panah di wilayah Kab.Puncak Jaya dan sekitarnya.

Dalam perjalanan kariernya, jabatan sebagai pengajar pun juga pernah Ia duduki yaitu di tahun 2012 sebagai Dosen Madya SESKOAD dan berkesempatan dipercaya untuk mengikuti Staff College Exchange Singapura. Disusul dengan jabatan sebagai PATUN KORSIS pada 2013 serta di tahun yang sama, Ia kemudian terpilih mengikuti Pendidikan United Nations Contingent Commander Course di Bangladesh. Hingga di tahun 2014 Ia dipercaya menjabat sebagai DEPUTY COMMANDER OF SECTOR EAST UNIFIL LEBANON Contingent GARUDA XXIII-H yang membawahi 7 negara dengan Mainbody dari Angkatan bersenjata Spanyol, dalam penugasan operasi Pemelihara Perdamaian dunia, Peacekeeping Operation di Lebanon

Kariernya berlanjut sebagai PABAN V/KERMAMIL SOPSAD sepulangnya dari penugasan Lebanon di tahun 2015 dan kembali menggeluti penugasan Latihan bersama dengan berbagai negara Asean dan Non Asean.

Tahun 2016 ia menduduki jabatan sebagai Wakapuskersin TNI serta mengikuti penugasan penugasan luar negeri dalam wadah ADMM (ASEAN DEFENCE MINISTER MEETING) di beberapa negara Asean Bersama Menteri Pertahanan Indonesia, Jenderal TNI Purn. Ryamizard Ryacudu. Memasuki tahun 2020 Ia mendapat promosi pangkat Brigjen dan dipercaya menempati jabatan Waaslat Kasad Bidang Renlat. (Denis)