fbpx

Kelompok Nelayan Pantai Muaragembong Lakukan Deklarasi Kebangsaan

BEKASIMEDIA.COM – Banyaknya informasi hoax atau tidak jelas dan ujaran kebencian mengancam terjadinya pecah belah di repubrik Indonesia. Hal ini diantisipasi para nelayan yang berada di Kecamatan Muaragembong Kabupaten Bekasi dengan melakukan deklarasi kebangsaan dengan harapan menjadikan wilayahnya selalu aman dan damai serta selalu mengedepankan kebersamaan.

Bertempat di Kampung Muara Bendera Desa Pantai Bahagia, para nelayan yang tergabung dalam kelompok nelayan Kecamatan Muaragembong melakukan deklarasi kebangsaan agar dapat terwujudkan kantibmas yang kondusif.

Dengan mengambil tema, “Mendukung Kebijakan Pemerintah dengan Menolak Segala Bentuk Kekerasan atau Anarkis Intoleransi, Penyebaran berita hoax dan aksi unjuk rasa demi menjaga keutuhan NKRI tanpa SARA,ujaran kebencian dan aksi teror” para nelayan di tempat tersebut terlebih dahulu melakukan diskusi dengan berbagai unsur lapisan masyarakat, termasuk dengan dihadiri dari Bimaspol dan Bhabinsa, agar dapat meningkatkan ekonomi para nelayan kedepannya.

Salah satu ketua kelompok nelayan mengatakan sangat respek dan mendukung kegiatan ini, dengan melakukan deklarasi kebangsaan untuk menjaga keutuhan NKRI dan menghindari pecah belah di kalangan para nelayan yang selama ini hidup rukun.

“Seperti inilah kami para nelayan yang selalu menjaga kebersamaan dan jauh dari perpecahan meski kami berada di daerah paling ujung di wilayah kabupaten Bekasi. Kami tidak pernah terpancing dengan banyaknya berita hoax maupun ujaran kebencian yang saat ini banyak beredar,” tutur Denibo yang merupakan ketua kelompok nelayan.

“Masalah yang saat ini kami para nelayan hadapi hanya kurangnya bantuan dan perhatian baik dari pemerintah daerah maupun pemerintah pusat, padahal kami selalu mendukung setiap kebijakan yang dilakukan pemerintah,” jelas Denibo.

Wilayah Muaragembong merupakan daerah dengan perairan yang membentang luas,dan sempat menjadi daya tarik Presiden Joko Widodo karena dua kali mengunjungi wilayah tersebut. Saat ini masyarakatnya yang kebanyakan nelayan dan petani tambak,selalu mengedepankan kebersamaan yang selalu dijaga antara warga satu dengan warga lainnya.

“Tidak pernah sekalipun kami warga yang keseharian bekerja sebagai nelayan dan petani tambak saling bersitegang, karena selalu kami selesaikan dengan kekeluargaan dan kebersamaan,”tandas Denibo. (dns)