fbpx

Disdamkar Kota Bekasi Klaim Penurunan Kasus Kebakaran Faktor Kesadaran Masyarakat dalam Pencegahan

BEKASIMEDIA.COM – Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bekasi mengklaim adanya peningkatan kewaspadaan dini masyarakat dalam pencegahan terjadinya kebakaran di wilayah setempat. Menurut data yang ada kejadian kebakaran di Kota Bekasi tahun 2018 sebanyak 295 kejadian dengan korban jiwa mencapai 4 orang dan kerugian materiil ditaksir mencapai 20 milyar rupiah lebih.Sementara terjadi kenaikan angka kejadian kebakaran di tahun 2019 yang jumlahnya mencapai 314 kejadian dengan korban jiwa dua orang meninggal dan kerugian materiil ditaksir mencapai 38 milyar lebih.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bekasi, Aceng Solahudin mengatakan bahwa pada tahun 2020 dari bulan Januari sampai Oktober tercatat angka kejadian kebakaran sebanyak 176 kejadian dengan korban luka 120 orang dan meninggal dunia 6 orang. Sementara untuk kerugian materiil akibat kebakaran hingga bulan oktober 2020 tercatat sekitar 20 milyar rupiah lebih.

“Trend kejadian kebakaran dari 2019 ke 2020 menurun ,faktornya karena adanya kesadaran masyarakat tentang pencegahan kebakaran dan juga sosialisasi yang kita lakukan di kelompok masyarakat dan para pengusaha wilayah Kota Bekasi.Bahkan Dinas Pemadam Kebakaran melakukan sosialisasi pencegahan hingga ke Mall dan Apartemen yang ada di wilayah Kota Bekasi,” ungkap Aceng di kantornya (9/11).

Dengan penambahan sektor di beberapa titik kecamatan yang ada menurutnya cukup efektif dalam penanganan kebakaran.Hal ini dapat terlihat dalam ketepatan waktu di lokasi kejadian kebakaran.Pihaknya saat ini juga sudah mengusulkan agar di bangun sektor baru di Kecamatan Pondok Gede.

“Tambahan personel dan sektor memang cukup efektif dalam kecepatan penanganan.Tapi kita juga sadar jika kepadatan penduduk di Kota Bekasi juga terus meningkat dan Kami juga sudah mengusulkan agar adanya tambahan sektor di Pondok Gede selain peningkatan sektor harapan indah menjadi Markas Komando (Mako),” ungkapnya.

Tugas lain yang di lakukan damkar saat ini menurut Aceng cukup banyak di samping membantu dalam penyemprotan Disinfektan di masa pandemi Covid 19 yang sudah dilakukan hampir seluruh Kelurahan dari bulan Maret sampai awal November 2020. Damkar Kota Bekasi juga melakukan pembersihan lumpur pasca banjir Kali Bekasi hampir tiga bulan khususnya di wilayah perumahan yang ada di bantaran Kali Bekasi.

“Kita juga membantu warga dalam penanganan sarang tawon,penanganan binatang buas sampai membantu warga yang tidak bisa melepaskan cincin selama berbulan bulan,” katanya.

Pihaknya terus berkomitmen dalam membantu warga masyarakat yang tertimpa bencana selain melakukan sosialisasi pencegahan kebakaran. Aceng memastikan bahwa penambahan kendaraan pemadam di tahun 2020 dan rencana di 2021 nantinya akan menambah kecepatan dalam penanganan kebakaran.

“Kita terus berupaya untuk menambah infrastruktur dari mulai selang ,armada bahkan melatih para pemadam yang masih junior.Meskipun saat ini masih kekurangan anggaran namun hal tersebut tidak akan menghambat kinerja,” pungkasnya.