BEKASIMEDIA.COM

Menu

Mode Gelap
Heri Sholihin Menang, Kota Bekasi Punya Wali Kota Baru Soal Kisruh Data PKH Ini Penjelasan, Anggota DPRD Enie Widhiastuti Ketua Fraksi PKS Kota Bekasi Terkait TKK Minta Pemkot Lakukan Langkah Ini Bawaslu Kota Bekasi Ingatkan di Masa Sosialisasi Para Caleg dan Partai Pahami Aturan yang Berlaku Islamic Book Fair 2023: Memperkenalkan Buku sebagai Pilar Peradaban

Berita Terbaru · 10 Sep 2020 07:44 WIB ·

KAMMI Kota Bekasi Desak Pemkot Bekasi Berlakukan PSBB Seperti Awal


 KAMMI Kota Bekasi Desak Pemkot Bekasi Berlakukan PSBB Seperti Awal Perbesar

BEKASIMEDIA.COM – Pemerintah kota Bekasi telah melakukan dua jenis Pembatasan sosial Berskala Besar (PSBB). Pertama PSBB pra-transisi sebanyak 4 tahap, kedua PSBB Transisi yang berlaku perpanjangannya hingga 2 oktober. Namun, setelah DKI kembali memutuskan PSBB seperti awal masa pandemi covid19, Ketua Kebijakan Publik KAMMI Kota Bekasi mendesak pemerintah Kota Bekasi melakukan langkah serupa

“Pemkot harus segera mengajukan PSBB seperti Pra-Transisi kembali dengan kondisi hari ini. Sebab Kota Bekasi yang seyogianya menjadi awal model dari new normal justru mengalami peningkatan terus menerus jumlah pasien Covid-19,” ujar Rangga dalam keterangan tertulis, Kamis, (10/9/2020)

Rangga mengatakan, Pemerintah Kota Bekasi perlu melakukan tindakan preventif yang lebih tegas penegakan PSBB seperti awal sebelum diberlakukannya Adaptasi Tatanan Hidup Baru (ATHB). Hal ini berkaca dari jumlah pasien positif Covid-19 di Bekasi yang telah menyentuh angka reproduksi 1,55.

Sebagai informasi, angka reproduksi potensi penularan penyakit oleh seseorang apabila angkanya kurang dari 1, maka penularan bisa dianggap terkendali karena berjalan lambat. Sebaliknya, jika lebih dari 1 maka penularan akan semakin tinggi.

Pertambahan angka reproduksi juga bersamaan dengan melonjaknya jumlah pasien saat dilonggarkan.

“Pelonggaran ini sepertinya tidak siap. Warga masih menanggap Covid-19 itu merupakan hal biasa. Maka dengan pertambahan angka reproduksi, Pemerintah Kota Bekasi seharusnya transparan kepada warga. Saat ini berbahaya jika kita membiarkan angka ini terus naik. Pemerintah Kota Bekasi perlu segera memberlakukan PSBB pra-transisi lebih ketat sebagi usaha menyelamatkan kesehatan warga,” lanjut Rangga.

Terhitung sejak Maret, pasien positif corona terus beranjak naik hingga 2.072 kasus.

Padahal, pada tanggal 18 agustus lalu pemkot Bekasi baru saja mengumumkan ada 1.324 jumlah kumulatif pasien positif Covid-19.

Dengan begitu, selama sebulan terdapat peningkatan angka pasien Covid-19 di Kota Bekasi. (*)

Artikel ini telah dibaca 13 kali

badge-check

Jurnalis

Baca Lainnya

Puluhan Organisasi Wartawan Solid, HPN Bekasi Raya 2026 Siap Digelar di GCC

18 April 2026 - 18:37 WIB

Protes Status Tersangka Tukang Ojek Akibat Jalan Berlubang, F-Speed Pandeglang Tuntut Keadilan

24 Februari 2026 - 16:21 WIB

Kelola 77 Persen Sampah, Banyumas Siap Jadi Percontohan Nasional

4 Februari 2026 - 07:29 WIB

947 Peserta Ikuti Seleksi PPPK Tahap II Kota Bekasi di BKN Jakarta

6 Mei 2025 - 08:42 WIB

Pemkot Bekasi Bekukan Sementara Worldcoin dan World ID Buntut Pemindaian Retina

5 Mei 2025 - 10:12 WIB

Wali Kota Bekasi Tegaskan Aparatur bukan hanya Administrator tapi juga Eksekutor

21 April 2025 - 12:06 WIB

Trending di Berita Terbaru