fbpx

Pilkades Masih Belum Jelas, Calon Kades Meminta Bupati Berani Ambil Sikap

BEKASIMEDIA.COM – Akibat pandemi covid19, Pemilihan kepala desa di enam belas desa yang berada di kabupaten Bekasi akibat pandemi covid 19 menjadi tak menentu kepastiannya. Membuat para calon kepala desa merasa resah dan meminta Bupati untuk segera mengeluarkan keputusan agar para kepala desa tidak harus menuggu lama dan
membuat kecewa para kader calon kepala desa di 16 desa tersebut.

Salah satu calon kepala desa Tanjung sari kecamatan Cikarang utara kabupaten Bekasi meminta gar bupati Bekasi segera mengeluarkan keputusan pemilihan kepala desa di enam belas desa di kabupaten Bekasi. Ia merasa bupati harus secepatnya mengambil keputusan pemilihan kepala desa.

“Seluruh tahapan sudah dilakukan dari penyeleksian, pengembilan nomor undi dan kampanye sudah kami lakukan, hanya tinggal pemilihan yang belum ada kepastian dari bupati Bekasi,” terang Jamaludin salah satu calon kepala desa Tanjung sari.

“kami seluruh calon kepala desa berharap kepada bupati agar konsekwan dengan keputusannya, jangan melihat kondisi wilayah kabupaten Bekasi yang masih terdampak covid, lihat saja kabupaten Bogor yang merupakan zona merah, namun kepala daerah nya berani mengambil sikap untuk melaksanakan pemilihan kepala desa secara serentak namun dalam pemilihan nanti tetap menjalankan protokol kesehatan,” jelas Jamal.

Disinggung soal belum adanya kepastian bupati terkait pemilihan kepala desa di enam belas desa yang berada di kabupaten Bekasi, jamaludin menambahkan telah berkoordinasi dengan para calon di enam belas desa, yang berencana akan melakukan aksi dengan mengepung kantor bupati Bekasi.

“bisa saja kita lakukan demo secara besar-besaran. Namun kami sebagai calon kepala desa masih berharap bupati untuk secepatnya mengambil keputusan, jangan sampai ada reaksi yang akan menimbulkan preseden tidak baik di mata masyarakat, meski para calon kepala desa bisa menuntut pemerintah kabupaten Bekasi yang belum juga memberikan kepastian pemilihan kepala desa,” lanjut Jamaludin.

“Padahal bupati yang notabene mantan kepala desa seharusnya dapat memahami dan mengerti dampak belum di petuskan pemilihan kepala desa di enam belas desa, terlebih masa bakti pejabat sementara kepala desa yang hampir habis saat mengisi kekosongan kepala desa di enam belas desa tersebut,” beber Jamal.

Sementara itu salah satu calon kepala desa lainnya yang mencalonkan diri di desa Segara Makmur, Agus Sopyan yang juga menjabat sebagai ketua abdesi, meminta bupati Bekasi Eka Supria Atmaja untuk berani mengambil sikap dan punya kebijakan untuk pelaksanaan Pilkades di enam belas desa.

“Kabupaten Bogor yang masih zona merah tapi berani memutuskan untuk pemilhan kepala desa kenapa kabupaten Bekasi yang masuk zona hijau tapi tidak berani mengambil keputusan untuk melakukan pemilihan kepala desa di enam belas desa,” terbang Agus Sopyan.

“Karena dengan belum adanya keputusan bupati dalam pemilihan kepala desa membuat sejumlah calon kepala desa resah, kasihan juga calon kepala desa dengan belum jelasnya pemilihan desa yang belum di putuskan bupati Bekasi,” pungkas Agus Sopyan. ***

%d blogger menyukai ini: