fbpx

Tinjau PSBB kota Bekasi, Ridwan Kamil Berikan Arahan Soal Bansos, DTKS dan Tilang

BEKASIMEDIA.COM – Gubernur Provinsi Jawa Barat, M. Ridwan Kamil datang ke Kota Bekasi, (14/4/2020) untuk menjelaskan pengiriman bantuan sosial bagi keluarga tidak mampu dan khususnya pada dampak keluarga yang terkena pandemi Covid 19 di Provinsi Jawa Barat. Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi, Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombespol Wijonarko, Dandim 0507 Bekasi, Kolonel Rama Pratama hadir mendampingi.

Bertempat di Kantor Pos Indonesia Cabang Kota Bekasi, Kecamatan Bekasi Timur menjadi pertemuan sekaligus me-launching bantuan sosial pandemi Covid19 di Kota Bekasi.

Ridwan Kamil berkeliling ke Bodetabek pada hari pertama pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Jawa Barat. “Pada hari ini tentunya ini akan kita evaluasi, tapi saya kira di jalan-jalan utama dan jalan tol itu kendaraan sudah turun hampir 50 persen, akan tetapi di daerah-daerah pelosok padat penduduk itu harus jadi perhatian di level kedua, karena saya di Kota Depok tadi di jalan masih ramai pengendara, tapi kalau sudah di jalan-jalan utama sudah relatif aman,” jelasnya.

Pada hari ini juga, Gubernur Jaw Barat mulai mengirimkan bantuan dari provinsi yang pada dasarnya Kota Bekasi adalah prioritas nomor satu, karena paling melekat dengan episentrum DKI Jakarta. “Hari ini kami kirimkan beras sebagai subsidi untuk dikirim ke kecamatan-kecamatan di dapur umum juga pembelian sembakonya dari pedagang pasar dan Bulog,” lanjutnya.

Pendistribusiannya tepat di Kantor Pos Indonesia Cabang Kota Bekasi karena kantor pos mempunyai markas dan juga memiliki aplikasi, inventori, sehingga warga tidak perlu repot antre untuk pengambilan, yang kedua memberdayakan ojek online untuk pendistribusiannya.

“Karena itu jumlahnya besar, tidak bisa sehari empat hari selesai, minimal 10 hari sampai 15 hari untuk pendistribusian data dari yang ditentukan,” jelas Kang Emil.

Terkait PSBB, Gubernur menitipkan mandat ke Wali Kota Bekasi berupa ketegasan dalam penegakkan PSBB di Gugus Tugas Kota Bekasi, disarankan, Kalau bisa salah satunya adalah harus ada surat tilang bagi pelanggar di jalan raya, berupa surat tilang khusus untuk pelanggaran PSBB.

“Saya koordinasikan dengan Polda Metro Jaya, Polda Jabar, sehingga masyarakat yang melanggar itu tidak hanya diberikan teguran tapi dicatat oleh negara bahwa dia melanggar, sehingga nanti ada efek jera, Walaupun di ujung sanksi itu ada denda, ada kurungan badan dan sebagainya, kira-kira kita bisa peringatkan dengan itu,” papar Ridwan Kamil.

Pesan terakhir, ia menegaskan tes di Kota Bekasi harus masif, karena PSBB ini percuma kalau tidak dibarengi dengan tes masif. Oleh karena itu alat rapid test akan ditambah oleh Gubernir Jawa Barat termasuk swab tes juga.

Sesuai dengan catatan dari Gubernur, tes masif 0,6 persen dari satu juta, jadi warga Kota Bekasi yang penduduknya hampir 2,4 juta, harus minimal 15 ribu warga dites.

Dalam laporan Wali Kota Bekasi ke Gubernur Jawa Barat yang berada di Kantor Pos Indonesia Cabang Kota Bekasi, memaparkan bahwa PSBB yang berlaku di Kota Bekasi masih terlihat besar di jalan negara, “dan kami sudah bersurat ke lima wilayah Bupati Wali Kota (Bodebek) termasuk ke Gubernur Provinsi DKI Jakarta untuk menjaga wilayah masing-masing, karena Kota Bekasi sangat dekat ke wilayah ini,” ungkapnya.

Mengenai pandemi Covid 19, Wali Kota juga melaporkan peningkatan jumlah ODP karena dilakukan sistem acak rapid tes di RT RW di wilayah Kota Bekasi. Sementara Kota Bekasi sudah memasuki zona merah di tiap Kecamatannya. Untuk itu, warga juga diharapkan bisa melihat data terupdate di corona.bekasikota.go.id dan memastikan ikuti peraturan yang telah dibuat oleh Pemerintah Kota Bekasi sehingga bisa mengantisipasi secara mandiri.

Berikutnya, mengenai Data Terpadu Kesejahteraan Sosail (DTKS) di Kota Bekasi, wali Kota menjelaskan sudah menambahkan juga 130 ribu di luar data DTKS dari Provinsi Jawa Barat dan besok sekitar 30 persen bisa langsung dikirimkan, “di luar dari DTKS dan di luar dari bantuan yang diberikan kepada warga kami di Kota Bekasi,” pungkasnya. (nd/Humas)

%d blogger menyukai ini: