fbpx

Dinkes Kota Bekasi: 21 Pasien Suspect Corona dinyatakan Negatif

BEKASIMEDIA.COM – Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Tanti Rohilawati menyatakan 21 pasien suspect Corona beralamat di Kota Bekasi yang terdiri dari 18 pasien pemantauan dan 3 pasien dalam pengawasan terduga terjangkit Corona dinyatakan negatif, hal tersebut berdasarkan hasil tes pemeriksaan di  BALITBANGKES (Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan) Kementerian Kesehatan RI.

 

 

” Aman berdasarkan hasil tes, hasilnya negatif Corona dan sudah dipulangkan. Masyarakat Kota Bekasi tak perlu cemas,” ujar Tanti Rohilawati dalam rilis yang diterima bekasimedia.com, Rabu (4/3/2020)

 

Lanjut Tanti, Seorang pasien suspect Corona meninggal kemarin pagi di Rumah Sakit dr Hafidz (RSDH) Cianjur. Kemenkes menyatakan pasien tersebut negatif virus Corona dan bukan warga berdomisili di Kota Bekasi.

 

“Kita terus berkoordinasi dengan Dinkes yang ada diberbagai wilayah dan Kementerian, cepat tanggap juga terhadap informasi yang berkembang di masyarakat. Seperti yang di Cianjur, Kementerian juga sudah menyatakan negatif Virus Corona dan bukan warga Kota Bekasi,” jelasnya

 

Untuk menanggapi keresahan di masyarakat dibutuhkan sebuah penanganan serius dan penyampaian informasi yang tepat serta akurat, seperti salah satunya pengadaan sosialisasi tentang virus Corona kepada masyarakat umum. Mulai dari cara pencegahan, hingga bagaimana penanganan yang harus dilakukan ketika ada seseorang yang diduga terjangkit.

 

“Kami memberikan edukasi melalui berbagai media, dengan selalu menekankan pentingnya pola hidup sehat seperti mencuci tangan saat atau setelah bepergian dan juga ketika akan makan. Kemudian bagi mereka yang sakit selalu menggunakan masker, demi mencegah penularan kepada orang lain. Jika memang memiliki gejala-gejala seperti demam tinggi, sakit kepala, flu, sesak nafas, batuk parah, dan sakit tenggorokan dihimbau untuk merujuk ke puskes dan rumah sakit terdekat serta masyarakat dapat menghubungi Publik Safety Center 119, Call Center Kota Bekasi 1500444 agar cepat mendapat penanganan dari petugas kesehatan,” tutup Tanti. (*)

 

%d blogger menyukai ini: