BEKASIMEDIA.COM

Menu

Mode Gelap
Heri Sholihin Menang, Kota Bekasi Punya Wali Kota Baru Soal Kisruh Data PKH Ini Penjelasan, Anggota DPRD Enie Widhiastuti Ketua Fraksi PKS Kota Bekasi Terkait TKK Minta Pemkot Lakukan Langkah Ini Bawaslu Kota Bekasi Ingatkan di Masa Sosialisasi Para Caleg dan Partai Pahami Aturan yang Berlaku Islamic Book Fair 2023: Memperkenalkan Buku sebagai Pilar Peradaban

Berita Terbaru · 3 Mar 2020 13:12 WIB ·

Ustaz Abdul Somad: Saya Anak Dewan Dakwah


 Ustaz Abdul Somad: Saya Anak Dewan Dakwah Perbesar

BEKASIMEDIA.COM – “Tidak perlu diundang-undang segala, saya yang akan datang ke sini. Karena saya ini anak Dewan Dakwah,” kata Ustadz Abdul Somad di hadapan Pengurus Dewan Dakwah di aula Masjid Al Furqon Jl Kramat Raya 45 Jakarta, Senin (2/3) malam.

Hadir dalam silaturahim itu segenap unsur Pembina, Pengawas, dan Pengurus serta para ketua bidang dan pimpinan unit-unit Dewan Dakwah. Di antaranya KH A Cholil Ridwan, Ustadz Mashadi Sulthoni, dan Bachtiar Bakar.

Kemudian juga Ketua Umum Dewan Dakwah Moh Siddik, Waketum Abd Wahid Alwy, M Noer, dan Amlir Syaifa Yasin serta Sekum Dewan Dakwah Avid Solihin.

Pun hadir Ketua Laznas Dewan Dakwah Ade Salamun dan Ketua STID M Natsir Dwi Budiman.

Ustadz Abdul Somad (UAS) mengatakan, kedatangannya ke Dewan Dakwah untuk melaporkan dua hal. Pertama, perkembangan tugasnya sebagai da’i pedalaman.

“Enam tahun lalu, saat pulang kampung ke Talang Mamak, saya didatangi seorang ibu tua warga setempat,” UAS mengungkapkan awalnya berdakwah di pedalaman Indragiri Hulu, Riau.

“Tolong jangan tinggalkan kampung ini. Kami tidak ingin anak-cucu kami murtad,” UAS menirukan rengekan si ibu.

Trenyuh hati UAS. Maka ia bertekad mendakwahi Talang Mamak secara tertib. Mengimbangi misionaris internasional yang intensif bergerak di sana.

Enam bulan sekali, Datuk Seri Ulama Setia Negara dan Laznas Dewan Dakwah Riau mengajak sejumlah mitra ke Talang Mamak.

Di luar itu, pembinaan Talang Mamak dilakukan da’i alumnus STID M Natsir Dewan Dakwah yang bertugas di kampung tersebut.

“Saat ini kami sedang menyelesaikan pembangunan sekolah untuk anak-anak Talang Mamak. Nantinya mereka akan jadi da’i bagi kaumnya,” papar Kayi Jaga Mangkudilaga.

Da’i Nusantara bergelar Profesor Doktor (Ph.D) itu kemudian menceritakan sedikit tentang disertasinya.

Disertasi UAS tentang Hadratus Syaikh Hasyim Asy’ari tebalnya sekitar 600 halaman berbahasa Arab. Jika diterjemahkan ke Bahasa Indonesia sekitar 1.200 halaman.

Karya ilmiah itu merupakan blessing in disguise.

Dalam kurun April-Juli 2019, UAS terpaksa “bertapa”. Menghindari dampak politik yang keras terhadapnya, selama 4 bulan itu ia puasa dakwah bil lisan. Sebagai gantinya, UAS ngebut menyusun disertasi yang berjudul ‘’Kontribusi Hadratussyaikh Muhammad Hasyim Asyari Dalam Penyebaran Hadits di Indonesia”.

Dalam ujian promosi doktoral di Omdurman Islamic University, Sudan, 24 Desember 2019, disertasi UAS memperoleh predikat cum laude alias mumtaaz.

Dewan Dakwah sangat mengapresiasi prestasi akademik dan kerja dakwah UAS.

“UAS dengan karya ilmiahnya telah mengharumkan nama Bangsa Indonesia di dunia,” ujar Ustadz Abdul Wahid Alwy.

Sebagai penghormatan, Dewan Dakwah memberi UAS Piagam Penghargaan “Da’i Rahmatan lil ‘alamin”.

Artikel ini telah dibaca 35 kali

badge-check

Jurnalis

Baca Lainnya

Puluhan Organisasi Wartawan Solid, HPN Bekasi Raya 2026 Siap Digelar di GCC

18 April 2026 - 18:37 WIB

Protes Status Tersangka Tukang Ojek Akibat Jalan Berlubang, F-Speed Pandeglang Tuntut Keadilan

24 Februari 2026 - 16:21 WIB

Kelola 77 Persen Sampah, Banyumas Siap Jadi Percontohan Nasional

4 Februari 2026 - 07:29 WIB

947 Peserta Ikuti Seleksi PPPK Tahap II Kota Bekasi di BKN Jakarta

6 Mei 2025 - 08:42 WIB

Pemkot Bekasi Bekukan Sementara Worldcoin dan World ID Buntut Pemindaian Retina

5 Mei 2025 - 10:12 WIB

Wali Kota Bekasi Tegaskan Aparatur bukan hanya Administrator tapi juga Eksekutor

21 April 2025 - 12:06 WIB

Trending di Berita Terbaru