BEKASIMEDIA.COM

Menu

Mode Gelap
Heri Sholihin Menang, Kota Bekasi Punya Wali Kota Baru Soal Kisruh Data PKH Ini Penjelasan, Anggota DPRD Enie Widhiastuti Ketua Fraksi PKS Kota Bekasi Terkait TKK Minta Pemkot Lakukan Langkah Ini Bawaslu Kota Bekasi Ingatkan di Masa Sosialisasi Para Caleg dan Partai Pahami Aturan yang Berlaku Islamic Book Fair 2023: Memperkenalkan Buku sebagai Pilar Peradaban

Berita Terbaru · 18 Okt 2019 13:45 WIB ·

Prediksi SiLPA 2019 Hingga 2 Triliun, Mahasiswa Nilai Bupati Bekasi Tak Becus Bekerja


 Prediksi SiLPA 2019 Hingga 2 Triliun, Mahasiswa Nilai Bupati Bekasi Tak Becus Bekerja Perbesar

BEKASIMEDIA.COM – Pasca penetapan Eka Supria Atmaja sebagai Plt Bupati Bekasi pada bulan Oktober 2018 silam dan didefinitifkan pada bulan Juni 2019 ini, kinerja Pemkab Bekasi cenderung menurun. Penilaian ini datang dari para mahasiswa beberapa Kampus di Bekasi. Mereka menyatakan, selama ini Eka Supria Atmaja tidak serius bekerja.

Ketua BEM Fakultas Teknik Universitas Pelita Bangsa, Fakhri Pangestu mengatakan bahwa selama kepemimpinan Eka Supria Atmaja, kinerja Pemkab Bekasi cenderung lebih buruk jika dibandingkan dengan kinerja mantan Bupati yang kini tersandera Kasus suap Meikarta, Neneng Hasanah Yasin.

Dirinya menjelaskan bahwa sisa lebih perhitungan Anggaran (SiLPA) APBD pada TA 2017 sebesar 800 Milliar sedangkan TA 2018 SiLPA APBD kabupaten Bekasi tembus 1,03 Triliun. Padahal Perda APBD ini adalah buah kesepakatan Bupati dengan DPRD sebagai Representatif Masyarakat Bekasi.

“Pemkab Bekasi ini kan Event Organizer (EO) bertugas menjalankan Perda, dan Perda APBD ini adalah hasil paripurna antara Bupati dan Wakil Rakyat yang harus dijalankan sebagaimana mestinya, Apalagi hasil diskusi kami kawan-kawan kampus memprediksi SiLPA TA 2019 ini bisa 2 Triliun mengalahkan APBD Kota Sukabumi, sebetulnya Pak Eka ini serius tidak jadi Bupati Bekasi?” ucapnya.

Hal senada juga dikatakan Ketua BEM STAI Nur Elghazi, Ahmad Baihaqi bahwa turunnya penyerapan Anggaran setiap tahunnya adalah bentuk ketidakbecusan Bupati sebagai pucuk pimpinan Bekasi dan Sekda sebagai pucuk pimpinan birokrasi dalam mengatur pemerintahan.

“Bayangkan, sekitar 6 kursi kepala dinas kosong, belum lagi Kabid dan Kasi jumlahnya bisa puluhan. Hal ini dibiarkan berlarut. Bupati tidak memposisikan sebagai pejabat politik, kerjanya hanya menghadiri peresmian seperti gunting pita dan tanda tangan prasasti. Sedangkan Sekda sebagai pembina PNS seharusnya mau dan mampu membina PNS. Reformasi Birokrasi di Bekasi seperti Fiksi” tegas Baihaqi.

Sedangkan dampak dari rendahnya Penyerapan APBD dinilai berakibat pada lambatnya pembangunan dan perbaikan infrastuktur serta program untuk masyarakat tidak bisa dirasakan langsung.

“Dampak dari minimnya penyerapan APBD ini adalah mangkrak-nya pembangunan dan merangkak-nya kesejahteraan masyarakat, karena banyak program kegiatan yang tidak terserap. Saya harap Bupati segera isi kekosongan jabatan dan tegas terhadap bawahan. Jadi Slogan Bekasi Baru dan Bekasi Bersih jangan hanya sebatas ‘Iklan Kecap’ saja.” tukas ketua BEM STKIP Pancasakti, Bali Fadil. *

Artikel ini telah dibaca 14 kali

badge-check

Jurnalis

Baca Lainnya

Puluhan Organisasi Wartawan Solid, HPN Bekasi Raya 2026 Siap Digelar di GCC

18 April 2026 - 18:37 WIB

Protes Status Tersangka Tukang Ojek Akibat Jalan Berlubang, F-Speed Pandeglang Tuntut Keadilan

24 Februari 2026 - 16:21 WIB

Kelola 77 Persen Sampah, Banyumas Siap Jadi Percontohan Nasional

4 Februari 2026 - 07:29 WIB

947 Peserta Ikuti Seleksi PPPK Tahap II Kota Bekasi di BKN Jakarta

6 Mei 2025 - 08:42 WIB

Pemkot Bekasi Bekukan Sementara Worldcoin dan World ID Buntut Pemindaian Retina

5 Mei 2025 - 10:12 WIB

Wali Kota Bekasi Tegaskan Aparatur bukan hanya Administrator tapi juga Eksekutor

21 April 2025 - 12:06 WIB

Trending di Berita Terbaru