BEKASIMEDIA.COM

Menu

Mode Gelap
Heri Sholihin Menang, Kota Bekasi Punya Wali Kota Baru Soal Kisruh Data PKH Ini Penjelasan, Anggota DPRD Enie Widhiastuti Ketua Fraksi PKS Kota Bekasi Terkait TKK Minta Pemkot Lakukan Langkah Ini Bawaslu Kota Bekasi Ingatkan di Masa Sosialisasi Para Caleg dan Partai Pahami Aturan yang Berlaku Islamic Book Fair 2023: Memperkenalkan Buku sebagai Pilar Peradaban

Berita Terbaru · 13 Mei 2019 02:17 WIB ·

Masyarakat Muslim Indonesia di Amerika & Kanada Bangun Infrastruktur di Palu Pasca Gempa


 Masyarakat Muslim Indonesia di Amerika & Kanada Bangun Infrastruktur di Palu Pasca Gempa Perbesar

BEKASIMEDIA.COM – Kegiatan rehabilitasi infrastruktur paska bencana gempa tsunami dan likuifaksi yang meluluhlantakkan Kota Palu Sulawesi Tengah terus berlanjut. Pembangunan fisik infrastruktur tersebut diinisiasi oleh pemerintah maupun oleh pihak di luar pemerintah.

IMSA (Indonesia Muslim Society in America), organisasi masyarakat muslim Indonesia yang berada di Amerika dan Kanada adalah salah satu pihak di luar pemerintah yang peduli dengan kondisi Kota Palu setelah ditimpa bencana pada September tahun 2018 lalu.

Bekerjasama dengan PKPU-Human Initiative, IMSA menggulirkan program “IMSACARE for Palu dan Donggala.” Program yang menggalang dan menyalurkan bantuan kemanusiaan ke Kota Palu. Seluruh penggalangan dana bantuan dikumpulkan dari komunitas muslim Indonesia yang bermukim di Amerika Serikat dan Kanada.

Bentuk penyaluran dana tersebut adalah berupa pembangunan masjid dan sekolah dasar yang berlokasi di Desa Nunu, Kecamatan Tatangga, Kota Palu. Antusias masyarakat sangat terlihat dalam peresmian fasilitas publik itu pada Ahad tanggal 12 Mei 2019 yang lalu.

Bangunan masjid yang diberi nama Masjid As-Syifa dan sekolah dasar berkonsep Islam terpadu (SDIT) bernama SDIT Bina Insan tersebut berlokasi dalam satu areal lahan. Tujuan pendirian SDIT tersebut adalah salah satunya untuk melahirkan para penghafal Qur’an.

Tamu yang hadir dalam acara peresmian tersebut berasal dari seluruh komponen masyarakat sekitar. Sementara dari pihak pemerintah dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Palu, UPDT Palu Selatan.

Dalam sambutannya, Dr. Aslan, yang mewakili organisasi IMSA menyatakan bahwa kedepannya akan dijajaki agar sekolah ini dibuat program School Garden, yaitu membuat farming disekitar sekolah dengan melibatkan masyarakat sekitar.

Dampak dari keberadaan School Garden akan sangat baik sekali, dimana organic food/sayur/buah dihasilkan dari konvensional pertanian dengan metode hidroponik ataupun aquaponic. Jika berjalan, maka sekolah ini akan menjadi role model bagi sekolah lain disekitar Palu dan Sulawesi Tengah secara umum (red).

Artikel ini telah dibaca 26 kali

badge-check

Jurnalis

Baca Lainnya

Puluhan Organisasi Wartawan Solid, HPN Bekasi Raya 2026 Siap Digelar di GCC

18 April 2026 - 18:37 WIB

Protes Status Tersangka Tukang Ojek Akibat Jalan Berlubang, F-Speed Pandeglang Tuntut Keadilan

24 Februari 2026 - 16:21 WIB

Kelola 77 Persen Sampah, Banyumas Siap Jadi Percontohan Nasional

4 Februari 2026 - 07:29 WIB

947 Peserta Ikuti Seleksi PPPK Tahap II Kota Bekasi di BKN Jakarta

6 Mei 2025 - 08:42 WIB

Pemkot Bekasi Bekukan Sementara Worldcoin dan World ID Buntut Pemindaian Retina

5 Mei 2025 - 10:12 WIB

Wali Kota Bekasi Tegaskan Aparatur bukan hanya Administrator tapi juga Eksekutor

21 April 2025 - 12:06 WIB

Trending di Berita Terbaru