fbpx

FDKM Bekasi Raya Tolak Spanduk “Stigmasisasi Masjid”

BEKASIMEDIA.COM – Forum Dewan Kemakmuran Masjid (FDKM) Bekasi Raya memberikan tanggapan terkait maraknya pemasangan spanduk di masjid-masjid oleh pihak tertentu yang berisi ajakan untuk menolak hoax, radikalisme dan kampanye. FDKM menilai spanduk seperti itu justru provokatif dan stigmatisasi negatif.

 

Berikut ini pernyataan lengkap FDKM Bekasi Raya yang disampaikan kepada bekasimedia.com, Selasa (12/3/2019) pagi:

 

Pernyataan Sikap

FDKM Bekasi Raya

 

Menyikapi Maraknya Pamasangan Spanduk “Masjid Bukan Sarana Politik”

 

Maraknya pemasangan spanduk di berbagai masjid yang bernada provokatif bahwa “Masjid Bukan Sarana Politik dan Penyebaran Ujaran Kebencian,” kami dari Forum Dewan Kemakmuran Masjid Bekasi Raya beranggapan :

 

Pertama, spanduk tersebut kami nilai sebagai bentuk stigmatisasi buruk terhadap kemuliaan masjid selama ini, sebagai tempat politik (praktis) dan penyebaran ujaran kebencian.

 

Masjid memang bukan sarana politik praktis, tetapi masjid sebagai tempat pembelajaran politik adiluhung, politik yang bermartabat yang berlandaskan nilai-nilai keislaman paripurna. Sepanduk tersebut seolah-olah ingin memisahkan peran masjid dari politik, bahwa masjid tak ada kaitanya dengan politik, bicara politik jangan di dalam masjid.

 

Padahal politik secara definitif adalah cara-cara untuk mencapai kekuasaan. Islam sangat berkepentingan terhadap masalah kekuasaan. Sebab, bila kekuasaan berada di tangan orang yang salah, akan sangat berbahaya pada kehidupan bernegara bahkan beragama. Islam tak bisa dipisahkan dari politik. Kita sering diingatkan baik dalam Al-Quran maupun Al-haditsnya tentang pentingnya memilih pemimpin dan bagaimana berpolitik secara elegan sebagaimana Rasulallah ajarkan. Salah satu sarana pembelajaran ini adalah masjid.  Oleh karena itu sekali lagi masjid tak bisa dilepaskan dari politik.

 

Kedua, stigmatisasi bahwa masjid sebagai sarana penyebaran ujaran kebencian. Ini jelas merupakan tuduhan karena dipasangnya di depan masjid dan ada kata-kata masjidnya. Padahal ujaran kebencian sangat dilarang dalam Islam, salah satu bukti keimanan seseorang terhadap Allah dan Hari Akhir adalah berkata yang baik atau diam (HR. Muslim). Spanduk tersebut secara tidak langsung menuduh bahwa para penghuni masjid sebagai penyerbar kebencian. Spanduk tersebut bernada rasis dan rasialis. Pada saat yang sama, tidak ada pemasangan spanduk serupa di tempat-tempat atau rumah ibadah yang lain.

 

Oleh karena itu, kami dari FDKM menyatakan sikap sebagai berikut

 

  1. Menolak stigmatisasi masjid dan ummat Islam sebagai penyebar kebencian dan kepentingan politik praktis

  2. Menolak pemasangan spanduk tersebut sebagai bentuk provokatif, rasis dan rasialis kepada ummat Islam

  3. Menyerukan kepada pihak-pihak yang bertanggung jawab atas spanduk tersebut menghentikan kegiatannya karena akan berdampak pada instablitas, ketentraman dan ketenangan selama ini.

  4. Meminta pemerintah dan aparat untuk menindak pelaku penyebaran spanduk tersebut karena terbukti telah meresahkan masyarakat dan membuat sebagian warga tidak nyaman, terutama ummat Islam.

  5. Menghimbau kepada seluruh ummat Islam untuk mengedepankan cara-cara persuasip dialog dan pendekatan persuasif dalam menghadapi problematika masyarakat di lapangan.

Demikianlah pernyataan ini kami buat dengan harapan pihak-pihak terkait segera menyelesaikanya.

 

Ketua FDKM

Ahmad Syahidin

 

 

Be the first to comment on "FDKM Bekasi Raya Tolak Spanduk “Stigmasisasi Masjid”"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*