BEKASIMEDIA.COM

Menu

Mode Gelap
Heri Sholihin Menang, Kota Bekasi Punya Wali Kota Baru Soal Kisruh Data PKH Ini Penjelasan, Anggota DPRD Enie Widhiastuti Ketua Fraksi PKS Kota Bekasi Terkait TKK Minta Pemkot Lakukan Langkah Ini Bawaslu Kota Bekasi Ingatkan di Masa Sosialisasi Para Caleg dan Partai Pahami Aturan yang Berlaku Islamic Book Fair 2023: Memperkenalkan Buku sebagai Pilar Peradaban

Berita Terbaru · 15 Feb 2019 22:39 WIB ·

“Kembalikan Senyum Perempuan dan Anak Palestina”


 “Kembalikan Senyum Perempuan dan Anak Palestina” Perbesar

10 Tahun Membersamai Perjuangan Palestina

Seorang wanita meratap pada awan-awan: peluklah buah hatiku.
Pakaianku telah kuyup oleh darahnya. Jika kau tidak menjadi hujan, sayangku…
jadilah pepohonan yang penuh dengan kesuburan. Jadilah purnama dalam impian seorang pecinta

MAHMOUD Darwish (1941–2008), penyair Palestina

Dampak penjajahan Palestina sejak 1948 oleh Israel terlebih blokade atas warga Gaza sejak 2006 begitu mencabik-cabik rasa kemanusiaan seorang ibu 13 anak almarhumah Yoyoh Yusroh. Yoyoh yang juga seorang anggota DPR RI Komisi I saat itu merasa terpanggil melihat realita kehidupan perempuan dan anak Palestina sebagai lapisan paling rentan terdampak perang dan kekerasan penjajahan.

Yoyoh Yusroh bersama perempuan lainnya kemudian membidani kelahiran Adara Relief International (Adara) tepat di tanggal 14 Februari 2009. Adara memulai kiprahnya menggalang dukungan untuk perempuan dan anak Palestina.

Dua tahun berselang, sosok inspiratif ini dipanggil pulang oleh Sang Khalik dalam sebuah kecelakaan. Raga Ustadzah Yoyoh Yusroh telah wafat. Namun jiwa dan semangat pembelaan atas perempuan dan anak Palestina terus hidup.

Estafeta pembelaan ini kemudian dilanjutkan oleh Ir. Maryam Rachmayani, S.Th., M.S. seorang perempuan pengusaha yang seringkali membersamai almarhumah dalam penggalangan dukungan bagi perempuan dan anak Palestina serta beberapa penyerahan bantuan kemanusiaan langsung ke Palestina.

Jejak yang ditinggalkan Almarhumah Yoyoh Yusroh tak kalah kuat tertancap pada Ketua Adara selanjutnya, Nurjanah Hulwani S.Ag, M.E. Nurjanah mulai berkonsentrasi untuk Palestina setelah merampungkan aktivitasnya sebagai Anggota DPRD DKI Jakarta selama dua periode. Kegiatan sosialisasi ke wilayah-wilayah Indonesia yang mereka lakukan bersama telah membekaskan jalan bagi kecintaan pada pembelaan perempuan dan anak Palestina yang terjajah ini.

Lompatan perolehan donasi di tahun-tahun berikutnya bukan hanya membuat Adara yang saat ini telah diperkuat oleh 25 personil pengurus dikenal bangsa Palestina. Nama Indonesia juga ikut terangkat di mata aktivis Palestina Internasional. Konferensi-konferensi dan training-training bagi peningkatan kapasitas aktivis kemanusiaan International tak pernah luput mengundang Adara sebagai partisipan aktif.

Tak ketinggalan di dalam negeri, dalam dua tahun terakhir ini telah terbentuk 11 komunitas peduli Palestina di beberapa wilayah.

Tahun 2018 Adara terus memperluas aspek target penyaluran donasi kemanusiaan untuk perempuan dan anak Palestina. Antara lain berupa bantuan bagi keluarga pengungsi, bantuan bagi pengobatan luka anak Palestina, bantuan Qurban, program kembali ke sekolah, pemberdayaan perempuan berupa mesin jahit, pelatihan keterampilan, program pendidikan hafalan Al-Quran, bantuan musim dingin dll.

Penderitaan berat yang dialami perempuan dan anak Palestina belum berakhir. 13 tahun blokade Gaza memaksa para pengungsi yang telah puluhan tahun terusir dari tanah air mereka menuntut diberlakukannya Resolusi PBB no 194 tentang hak kembali pengungsi. Sejak Maret 2018 hingga nyaris satu tahun, aksi heroik tak kenal kata menyerah mereka gaungkan demi menembus blokade yang telah menjadikan Gaza penjara terbesar di dunia.

Al-Quds, Ibu kota Palestina dan Masjid Al Aqsa juga terus menjadi target penguasaan penuh penjajah Israel. Perempuan-perempuan Al Quds menjadi pionir pertahanan. Kehilangan suami, anak, rumah, dilecehkan, dilukai, dan direnggut hak-haknya adalah resiko yang harus mereka tanggung.

Terpanggil mendukung perjuangan mereka, Adara bersama Gerakan Internasional كلنا_مريم # #weareallmaryam #kitasemua maryam dan 11 negara lainnya yang telah menyatakan dukungan mengajak masyarakat Indonesia untuk terus meningkatkan dukungan moril maupun materil.

Perdamaian dunia masih menjadi mimpi, selagi perempuan dan anak Palestina dibiarkan tertindas oleh satu-satunya penjajahan yang tersisa di dunia saat ini. Selamatkan perempuan dan anak Palestina, kembalikan senyum mereka. ***

Artikel ini telah dibaca 51 kali

badge-check

Jurnalis

Baca Lainnya

Puluhan Organisasi Wartawan Solid, HPN Bekasi Raya 2026 Siap Digelar di GCC

18 April 2026 - 18:37 WIB

Protes Status Tersangka Tukang Ojek Akibat Jalan Berlubang, F-Speed Pandeglang Tuntut Keadilan

24 Februari 2026 - 16:21 WIB

Kelola 77 Persen Sampah, Banyumas Siap Jadi Percontohan Nasional

4 Februari 2026 - 07:29 WIB

947 Peserta Ikuti Seleksi PPPK Tahap II Kota Bekasi di BKN Jakarta

6 Mei 2025 - 08:42 WIB

Pemkot Bekasi Bekukan Sementara Worldcoin dan World ID Buntut Pemindaian Retina

5 Mei 2025 - 10:12 WIB

Wali Kota Bekasi Tegaskan Aparatur bukan hanya Administrator tapi juga Eksekutor

21 April 2025 - 12:06 WIB

Trending di Berita Terbaru