fbpx

KPK Incar Menpora Imam Nahrawi

imam nahrawi

BEKASIMEDIA.COM – Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi disebut-sebut terindikasi kuat terlibat dalam skandal akal-akalan penyaluran dana hibah dari Kemenpora terhadap KONI tahun anggaran 2018.

Hal itu diungkapkan Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang, merujuk penetapan tersangka gratifikasi terhadap tiga pejabat Kemenpora dan dua petinggi KONI.

 

“Saya belum bisa simpulkaan itu, tetapi indikasinya memang peranan yang bersangkutan (Menpora) signifikan ya,” ujar Saut di kantornya, Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu 19 Desember 2018.

 

Saut menjamin, KPK tidak akan tebang pilih dalam kasus ini. Bila buktinya cukup, Anggota kabinet Jokowi dari PKB itu akan menjadi pesakitan.

 

“Kekuatan buktinya yang paling penting. Tapi yakinlah, sekarang kalau buktinya cukup karena istilah ‘dan kawan-kawan’ (pada penetapan tersangka) akan ke mana-mana,” kata Saut.

 

KPK belum lama ini menjerat lima tersangka gratifikasi terkait penyaluran dana hibah Kementerian Pemuda dan Olahraga kepada Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Tahun Anggaran 2018.

 

Lima tersangka, yakni diduga sebagai pemberi gratifikasi Ending Fuad Hamidy selaku Sekretaris Jenderal KONI, dan Jhonny E selaku Bendahara Umum KONI.

 

Dari pihak Kemenpora sebagai penerima gratifikasi antara lain Mulyana selaku Deputi IV Kementerian Pemuda dan Olahraga, Adhi Purnomo selaku PPK sekaligus tim verifikasi Kemenpora untuk Asin Games 2018 dan kawan-kawan, serta Eko Triyanto selau Staf Kemenpora dan kawan-kawan.

 

Uang yang disita saat operasi tangkap tangan berjumlah 318 juta rupiah. Selain itu disita pula kartu ATM. Sebelumnya pada April 2018 ada pula pemberian 1 mobil Toyota Fortuner, kemudian Juni 2018 menerima sebesar Rp 300 juta dari Jhony.  Pada September 2018 menerima 1 unit smartphone Samsung Galaxy Note 9 kepada pejabat Kemenpora.

 

Saut menambahkan dana hibah dari Kemenpora untuk KONI yang dialokasikan sebesar Rp17,9 miliar. Di tahap awal, diduga KONI ajukan proposal kepada Kemenpora untuk mendapatkan dana hibah tersebut.

 

Fantastis

KPK menduga ada mark up saat pengajuan proposal hibah. Kemenpora dan KONI sepakat untuk mengalokasikan fee sebesar 19,13 persen dari total dana hibah Rp 17,9 miliar, yaitu sejumlah Rp 3,4 miliar.

 

“KPK sangat menyesalkan peristiwa dugaan suap yang melibatkan pejabat di Kemenpora dan Pengurus KONI. Para pejabat yang miliki peran strategis untuk melakukan pembinaan dan peningkatan prestasi para atlet, demi mewujudkan prestasi olahraga nasional, justru memanfaatkan kewenangannya untuk mengambil keuntungan dari dana operasioanal KONI. Kami mendapat informasi bahkan sejumlah pegawai KONI telah 5 bulan terakhir belum menerima gaji,” tutur Saut.

 

Permasalahan ini membuka kembali ingatan publik. Pada pemerintahan lalu, Korupsi Kemenpora menjadi titik awal terungkapnya korupsi-korupsi lainnya. (*/fs)

Be the first to comment on "KPK Incar Menpora Imam Nahrawi"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: