BEKASIMEDIA.COM

Menu

Mode Gelap
Heri Sholihin Menang, Kota Bekasi Punya Wali Kota Baru Soal Kisruh Data PKH Ini Penjelasan, Anggota DPRD Enie Widhiastuti Ketua Fraksi PKS Kota Bekasi Terkait TKK Minta Pemkot Lakukan Langkah Ini Bawaslu Kota Bekasi Ingatkan di Masa Sosialisasi Para Caleg dan Partai Pahami Aturan yang Berlaku Islamic Book Fair 2023: Memperkenalkan Buku sebagai Pilar Peradaban

Berita Terbaru · 2 Des 2017 11:00 WIB ·

Neno Warisman: Ada Warna Baru yang Disajikan di #ReuniAkbar212


 Neno Warisman: Ada Warna Baru yang Disajikan di #ReuniAkbar212 Perbesar

BEKASIMEDIA.COM – Ketua Gerakan Ibu Negeri (GIN) Neno Warisman mengatakan ada tiga warna keberpihakan yang ditampilkan pada aksi Reuni 212, dengan adanya kaum difabel, penyandang penyakit lupus, dan teman-teman dari komunitas Berani Hijrah Bait (hijrah dengan menghapus tato), Reuni 212 ingin memberikan warna lain, bahwa umat Islam memiliki keberpihakan terhadap tiga hal tersebut.

“Para penyandang tuna netra, tuna daksa, para lansia, para dhuafa, orang-orang dengan penyandang lupus, mereka datang dengan sukarela ingin turut merasakan ghirah (semangat) yang sama dari Reuni 212 ini,” kata Neno, disela-sela acara Reuni 212, di Lapangan Monas, Jakarta, Sabtu (2/12/2017).

Maka, lanjut Neno, ketika Gubernur DKI jakarta Anies Baswedan selesai memberi sambutan langsung memberikan bunga sebagai hadiah, dan serentak GIN bersama Gerakan Perempuan Memilih Pemimpin dan Qupro Indonesia turut memberikan bunga ke peserta aksi yang ada di panggung dan sekitarnya.

“Keberpihakan ini adalah warna Islam yang sesungguhnya. Selama ini banyak yang salah sangka dengan menganggap Islam intoleran, tidak berkasih sayang, padahal itu sangat bertentangan dengan jiwa Islam,” ujar Neno.

Selain itu, lanjut Neno, pada Reuni 212 juga disediakan panggung yang menerjemahkan apa yang disebut Islam.

“Islam cinta perdamaian, Islam cinta persaudaraan, Islam cinta makanan halal dan thoyib, Islam cinta orang tua, Islam cinta perempuan dan anak-anak, Islam cinta dengan orang-orang yang bertaubat, Islam juga mencintai kebersihan dan banyak lagi. Itu semua kami sajikan di sini dalam bentuk baliho-baliho jargon agar masyarakat yang hadir mendapatkan edukasi dan dapat mengidentifikasi kembali, oh ini loh Islam saya,” tutur Neno.

Itu semua, masih kata Neno, diwujudkan juga dalam 2 buah panggung selain panggung utama, 1 diantaranya ajang untuk para kaum difabel berbagi kisah hidupnya, dan 1 panggung lainnya untuk kelompok Berani Hijrah Bait yang telah hijrah dengan menghapus tatonya dan mengajak para jamaah yang masih bertato dan yang ingin bertaubat dengan menghapus tato dibadannya.

“Jadi kita berkumpul dengan berbagai elemen, LSM, dan juga unit-unit di masyarakat kita bekerjasama sebaik mungkin sehingga acara bisa memberikan warna yang berbeda dari 212 yang sebelumnya, dan alhamdulillah diridhoi oleh para ulama dan para habaib, dan alhamdulillah semua berjalan lancar sampai seterusnya,” pungkas Neno. (*/eas)

Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Jurnalis

Baca Lainnya

Puluhan Organisasi Wartawan Solid, HPN Bekasi Raya 2026 Siap Digelar di GCC

18 April 2026 - 18:37 WIB

Protes Status Tersangka Tukang Ojek Akibat Jalan Berlubang, F-Speed Pandeglang Tuntut Keadilan

24 Februari 2026 - 16:21 WIB

Kelola 77 Persen Sampah, Banyumas Siap Jadi Percontohan Nasional

4 Februari 2026 - 07:29 WIB

947 Peserta Ikuti Seleksi PPPK Tahap II Kota Bekasi di BKN Jakarta

6 Mei 2025 - 08:42 WIB

Pemkot Bekasi Bekukan Sementara Worldcoin dan World ID Buntut Pemindaian Retina

5 Mei 2025 - 10:12 WIB

Wali Kota Bekasi Tegaskan Aparatur bukan hanya Administrator tapi juga Eksekutor

21 April 2025 - 12:06 WIB

Trending di Berita Terbaru