BEKASIMEDIA.COM

Menu

Mode Gelap
Heri Sholihin Menang, Kota Bekasi Punya Wali Kota Baru Soal Kisruh Data PKH Ini Penjelasan, Anggota DPRD Enie Widhiastuti Ketua Fraksi PKS Kota Bekasi Terkait TKK Minta Pemkot Lakukan Langkah Ini Bawaslu Kota Bekasi Ingatkan di Masa Sosialisasi Para Caleg dan Partai Pahami Aturan yang Berlaku Islamic Book Fair 2023: Memperkenalkan Buku sebagai Pilar Peradaban

Berita Terbaru · 9 Sep 2016 13:57 WIB ·

Pakar Digital Marketing Minta Jokowi Berhati-hati Terhadap Jack Ma


 Pakar Digital Marketing Minta Jokowi Berhati-hati Terhadap Jack Ma Perbesar

Bekasimedia – Pakar Digital Marketing, Anthony Leong meminta Presiden Jokowi untuk berhati-hati apabila menjadikan Jack Ma sebagai penasihat e-commerce. Menurut pengusaha muda itu, hal itu dikhawatirkan mengancam kelangsungan ekosistem industri start up lokal.
Ia menegaskan industri startup Indonesia jangan sampai dikuasai oleh Jackma yang merupakan raja digital asal Tiongkok.
“Jika mau jadi penasihat boleh saja. Akan tetapi harus sebatas mengarahkan, bukan menguasai. Jangan sampai jaringan startup China membunuh startup lokal kita,” tegas Fungsionaris Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) itu.
Anthony sepakat bila yang dikedepankan ialah pengkolaborasian atau bersinergi satu sama lain, tetapi dengan catatan jangan sampai pengusaha startup di tanah air juga jadi pecundang.
“Sinergi harus dikolaborasikan. Ekspansi diiringi sinergi itu lebih fair. Startup Indonesia tetap harus dipegang oleh kita sendiri. Meski ada nama besar bukan berarti mereka dengan suka hati menguasai perekonomian Indonesia,” kata Anthony yang juga Komisaris PT Indo Menara Digital.
Sebab, ada isu yang kian mencuat ke atas bila cenderung bisanya hanya jadi penasihat itu kesannya ada niatan “merampok” uang Indonesia. Jika hal ini terjadi, imbasnya juga akan membuat defisit neraca perdagangan Indonesia.
“Start up lokal juga sama, harus ada daya juang. Bila tidak ya Industri kita hanya akan digempur platform startup dari luar. Indonesia banyak startup yang berkompeten. Jangan sampai kinerja selama ini sia-sia kalau ada dominasi dari luar,” tutup Anthony.
Sebelumnya, pada Jumat (2/9/16), Presiden Jokowi yang didampingi sang istri, Ibu Negara Iriana, menemui orang paling kaya di Asia yang sekaligus pendiri situs belanja (e-commerce) Alibaba.com, Jack Ma.
Mantan Gubernur DKI Jakarta itu sepertinya tak ingin melewatkan kesempatan ketika berada di Tiongkok untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Hangzhou, Provinsi Zhejiang, begitu saja.
Presiden, saat tiba di markas situs belanja terbesar di dunia itu, langsung mendengarkan presentasi Jack Ma dan berkeliling untuk menyaksikan suasana kerja perusahaan tersebut.
Beberapa menteri yang ikut rombongan Presiden, di antaranya Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menko Maritim Luhut Pandjaitan, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukito, Menteri Komunikasi dan Informasi Rudiantara, Sekrearis Kabinet Pramono Anung, Kepala BKPM Thomas Lembong.
(*/cjr)

Artikel ini telah dibaca 6 kali

badge-check

Jurnalis

Baca Lainnya

Puluhan Organisasi Wartawan Solid, HPN Bekasi Raya 2026 Siap Digelar di GCC

18 April 2026 - 18:37 WIB

Protes Status Tersangka Tukang Ojek Akibat Jalan Berlubang, F-Speed Pandeglang Tuntut Keadilan

24 Februari 2026 - 16:21 WIB

Kelola 77 Persen Sampah, Banyumas Siap Jadi Percontohan Nasional

4 Februari 2026 - 07:29 WIB

947 Peserta Ikuti Seleksi PPPK Tahap II Kota Bekasi di BKN Jakarta

6 Mei 2025 - 08:42 WIB

Pemkot Bekasi Bekukan Sementara Worldcoin dan World ID Buntut Pemindaian Retina

5 Mei 2025 - 10:12 WIB

Wali Kota Bekasi Tegaskan Aparatur bukan hanya Administrator tapi juga Eksekutor

21 April 2025 - 12:06 WIB

Trending di Berita Terbaru