fbpx

Indeks Membaca Rendah, Yayasan Ini Launching Perpustakaan Untuk Anak Yatim dan Dhuafa

image
Bekasimedia – Menurut hasil survei United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) pada 2011, indeks tingkat membaca masyarakat Indonesia hanya 0,001 persen. Artinya, hanya ada satu orang dari 1000 penduduk yang masih ‘mau’ membaca buku secara serius (tinggi). Kondisi ini menempatkan Indonesia pada posisi 124 dari 187 negara dalam penilaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM).
Ini indeks membaca secara keseluruhan, belum lagi jika diurutkan antara si kaya dan si miskin, antara yang berpendidikan tinggi dan yang rendah, antara yang mampu membeli buku dengan yang tidak.
Atas dasar ini, Yayasan Mulia Insan di Jalan Raya Mauk Desa Gintung Kecamatan Sukadiri Kabupaten Tangerang, merasa terpanggil untuk meningkatkan indeks membaca di lingkungannya.
Hal ini disampaikan Iwan Ridwan dari Yayasan Mulia Insan yang menggagas berdirinya Perpustakaan Anak Yatim dan Dhuafa yang akan diluncurkan yayasan yang bergerak di bidang sosial kemasyarakatan ini pada hari Minggu (7/2) besok.
“Mohon bantuannya, kami akan launching perpustakaan yatim. Ruangannya sudah ada. Buku-bukunya walaupun belum banyak tapi sudah ada lumayan. Tolong informasikan bahwa kami siap menampung sumbangan dari para donatur berupa buku atau yang lainnya,” ujar Iwan kepada bekasimedia, Jumat (5/2).
Pada saat peluncuran perpustakaan nanti, menurut Iwan, akan ada juga santunan untuk yatim dan dhuafa, serta kegiatan mendongeng untuk anak-anak.
“Nanti akan ada santunan dan kegiatan mendongeng. Untuk santunan yatim, itu memang sudah kegiatan rutin kami. Nah sekarang kami ingin melakukan sesuatu yang lebih dengan mendirikan perpustakaan,” imbuhnya.
Ingin membantu Iwan dengan perpustakaannya? Silahkan hubungi nomor 088-1166-2582
(eas)

Be the first to comment on "Indeks Membaca Rendah, Yayasan Ini Launching Perpustakaan Untuk Anak Yatim dan Dhuafa"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: