Menu

Mode Gelap
Maju Jadi BCAD, Siti Mukhliso Berguru ke Anggota DPRD Pengumpul Suara Terbanyak Indomilk Gelar “Coffeepreneur” Figur Tokoh Reformasi Amien Rais Masih Jadi Pendulang Suara Partai Ummat Aji Ali Sahbana Sebut ‘Anies Effect’ Jadi Kunci Kemenangan Nasdem Kota Bekasi Di Pileg 2024 Ketua DPD Partai Nasdem Kota Bekasi Klaim Kadernya Solid, Sinyalir Ada Upaya Gembosi Partai

Nasional · 9 Agu 2015 17:43 WIB ·

Kutipan Kang Komar Preman Pensiun Menyebar Luas di Medsos


 Kutipan Kang Komar Preman Pensiun Menyebar Luas di Medsos Perbesar

Bekasimedia – “Di bawah pemimpin yang baik, anak buah bodoh pun ada gunanya. Tapi di bawah pemimpin bodoh, pasukan terbaik pun kocar-kacir.”

Potongan kalimat yang tertulis atas nama Kang Komar, salah satu tokoh dalam sinetron Preman Pensiun yang sedang tayang di RCTI setiap sore hari ini cukup menyebar di media sosial dan media perpesanan seperti whatsapp pekan ini.

“Lagi rame nih meme, menyebar luas di grup-grup WA,” tulis Bang Joy, seorang seniman pembaca puisi asal Jakarta, Kamis (6/8/15).

Kang Komar adalah tokoh yang cukup unik, diperankan oleh Matt Drajat, ia mampu beradu peran dengan Almarhum Didi Petet dan Epi Kusnandar dalam Preman Pensiun 1. Mereka bertiga mampu menghadirkan komedia ala Bandung Jawa Barat ke tengah-tengah publik. Hal ini terbukti dengan tingginya rating sinetron ini, bahkan ketika ditinggal oleh Didi Petet.

Kang Komar adalah sosok yang menguasai wilayah pasar, tampangnya sangar dan suka merayu perempuan. Namun Ia selalu gagal merayu perempuan yang ia taksir. Dan ia lebih tertunduk lagi saat berhadapan dengan istrinya sendiri, Bebeb (Nurul).

“Suasana Bandung itu sesuatu. Kotanya, logatnya. Walaupun marah-marah tetap saja suara orang Bandung mah terdengar indah,” komentar Putri, warga Bekasi penyuka sinetron ini saat ditanya Bekasimedia.

Si Doel Anak Sekolahan karya Rano Karno, Kiamat Sudah Dekat dan Para Pencari Tuhan karya Dedy Mizwar dan kini, Preman Pensiun karya sutradara Aris Nugraha adalah sinetron yang mengangkat cerita yang dekat dengan keseharian masyarakat. Mengedepankan budaya lokal dan kesederhanaan. Terbukti, sinetron jenis ini mendapat tempat dihati masyarakat.

“Di bawah pemimpin yang baik, anak buah bodoh pun ada gunanya. Tapi di bawah pemimpin bodoh, pasukan terbaik pun kocar-kacir,” ini maksudnya siapa ya? Tanya Bang Udin, warga Bekasi lainnya di pesan whatsapp. (eas)

Artikel ini telah dibaca 76 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Nonton Musisi Kesayangan, Ini 7 Tips Nonton Konser!

1 Februari 2023 - 20:09 WIB

Keluarga Bekasi Perlu Tingkatkan Ketahanan Keluarga

29 Januari 2023 - 18:57 WIB

YBM PLN Gandeng Jufi Selenggarakan Pelatihan Media Digital untuk Remaja Masjid di Bantar Gebang

28 Januari 2023 - 22:02 WIB

Al Quran dibakar di Swedia, Begini Respon Mahasiswa STIU Darul Hikmah Bekasi

27 Januari 2023 - 09:32 WIB

pembakar al quran swedia

Aji Ali Sahbana Sebut ‘Anies Effect’ Jadi Kunci Kemenangan Nasdem Kota Bekasi Di Pileg 2024

24 Januari 2023 - 13:59 WIB

Kemenag Rilis 108 Lembaga Zakat Tidak Berizin, Ini Daftarnya!

20 Januari 2023 - 15:59 WIB

Trending di Nasional