Menu

Mode Gelap
Maju Jadi BCAD, Siti Mukhliso Berguru ke Anggota DPRD Pengumpul Suara Terbanyak Indomilk Gelar “Coffeepreneur” Figur Tokoh Reformasi Amien Rais Masih Jadi Pendulang Suara Partai Ummat Aji Ali Sahbana Sebut ‘Anies Effect’ Jadi Kunci Kemenangan Nasdem Kota Bekasi Di Pileg 2024 Ketua DPD Partai Nasdem Kota Bekasi Klaim Kadernya Solid, Sinyalir Ada Upaya Gembosi Partai

Pendidikan · 18 Jan 2015 12:28 WIB ·

Anak – Anak, Simpan Gadgetmu, Kembalilah Ke Permainan Yang Benar !


 Anak – Anak, Simpan Gadgetmu, Kembalilah Ke Permainan Yang Benar ! Perbesar

image

Begitu banyak permainan anak-anak yang ada di Indonesia ini, dari yang disebut permainan tradisional hingga modern. Dari abad lampau hingga kekinian. Buat anak-anak 90an atau mungkin masa sebelum itu, pasti merasakan permainan-permainan asyik yang sederhana dan murah. Atau malahan permainan yang tidak perlu alat, karena yang dibutuhkan hanyalah teman sebaya.

Jika diteliti lebih dalam, ternyata permainan-permainan itu punya arti tersendiri karena menggali banyak kemampuan perkembangan anak.

Berikut ini beberapa permainan yang asyik tanpa alat:

1. Bermain kotak pos, bisa dilakukan 2 orang atau lebih. Jika berdua, duduk berhadapan dan tangan bersalaman, tapi jika lebih dari 2 orang duduk/berdiri melingkar, telapak tangan saling menumpuk bergantian dengan nyanyian, “kotak pos belum diisi mari kita isi dengan isi-isian, pak ogah minta huruf apa ? Lama-lama
menjadi….”

Permainan ini bisa melatih konsentrasi anak saat menepuk telapak tangan teman sebelahnya, menyampaikan ide, menyebutkan kosa kata seperti buah-buahan, binatang, nama benda.

2. Bermain tepuk mie. Dilakukan 2 orang sambil menyanyikan lagu, “mi mi mi mi, mi atas mi bawah, mi depan mi belakang, mi 123, mi 321, mi cio cio cio, mi cio cio cio, mi gulung gulung gulung, mi gulung gulung gulung, suuit.”

Permainan ini melatih motorik dan kosentrasi anak saat menepuk dengan tepat sasaran dan menyesuaikan dengan irama lagu yang dinyanyikan.

3. Bermain donal bebek. Dilakukan 2 orang atau lebih. “donal bebek mundur 3 langkah, 123.. ” kemudian suit atau gambreng, yang menang boleh maju 1 langkah.

Permainan ini berguna agar kemampuan motorik kasar anak bisa terlatih dengan kegiatan lompat maju dan mundur.

4. Bermain kucing tikus. Dilakukan 5 atau lebih. Menentukan peran 1 kucing dan 1 tikus. Sedangkan yang
lainnya menjadi pagar.

Sama seperti permainan ketiga, permainan ini untuk melatih motorik kasar dengan variasi yang lebih kepada menimbulkan rasa ceria dan kompetisi.

5. Bermain tap jongkok. Dilakukan lebih dari 3 orang. 1 orang yang dianggap jaga harus mengenai 1 orang, orang yang jongkok tidak bisa dikenai.

6. Bermain petak umpet. Dilakukan 2 atau lebih. Menentukan 1 orang yang jaga yang nantinya akan
bertugas mencari orang-orang yang bersembunyi.

Sebenarnya masih banyak lagi permainannya seperti ABC 5 dasar, ayam-ayaman, benteng dll. Beberapa permainan tersebut disadari atau tidak bertujuan melatih keberanian dan sosialisasi anak-anak. Sebagai info, dalam Peraturan Menteri Pendidikan no.58 tahun untuk anak TK ada kemampuan menunjukan inisiatif memilih permainan yang akan dimainkan.

Nah pengenalan-pengenalan beragam mainan yang tak bermedia itu juga sangat perlu. Ajak saja anak ke sebuah taman, kebun atau lapangan. Lalu diskusikan dengan anak mau main apa kita hari ini. Menumbuhkan kreatifitas dan keberaniaannya dalam memutuskan sesuatu. Dari sekitar kita juga bisa menemukan hal baru, menemukan mainan baru.

image

Untuk guru sekolah TK atau SD, ajaklah anak ke taman atau kebun. Misalnya ketika jalan ke taman dan menemukan pelepah pohon kelapa atau palem, saat kita tanya, “bisa gak ini dijadikan mainan ?” bisa saja si anak menjawab, “ini ceritanya jadi mobil bu, aku duduk disitu, terus temenku menarik ujungnya.” Misalnya ada  yang menemukan buah kelapa kering, maka itu bisa dijadikan bola sepak. Nature teach us more than we know. 

Untuk orang tua, yang mau mengadakan permainan ini untuk anak-anaknya harusnya juga sangat senang, karena tak perlu merogoh kocek, karena yang dibutuhkan hanyalah waktu dan kebersamaan.

Selamat bermain !! (Nez)

Artikel ini telah dibaca 181 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Pendaftaran Santri Baru Nurul Fikri Boarding School Serang Banten Dibuka

29 September 2022 - 14:15 WIB

Nurul Fikri Boarding School Serang Sabet Penghargaan GESS Asia Stem Leader Award 2022

26 September 2022 - 17:53 WIB

Ratusan Pelajar Di Garut Dibekali Pelatihan Dasar Jurnalistik

24 September 2022 - 09:30 WIB

Dosen Universitas Mercu Buana Bina Soft Skill Manajemen Waktu Pemuda Desa Guranteng

29 Juli 2022 - 08:15 WIB

Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Bekasi dan Dispora Selenggarakan Diklat Instruktur Muda

25 Juni 2022 - 22:50 WIB

Label Inklusi Ditiadakan, Semua Sekolah Wajib Terima Anak Berkebutuhan Khusus

19 Juni 2022 - 15:33 WIB

Trending di Berita