UI Selenggarakan Seminar Internasional Cara Atasi Kecanduan

Menu

Mode Gelap
Heri Sholihin Menang, Kota Bekasi Punya Wali Kota Baru Soal Kisruh Data PKH Ini Penjelasan, Anggota DPRD Enie Widhiastuti Ketua Fraksi PKS Kota Bekasi Terkait TKK Minta Pemkot Lakukan Langkah Ini Bawaslu Kota Bekasi Ingatkan di Masa Sosialisasi Para Caleg dan Partai Pahami Aturan yang Berlaku Islamic Book Fair 2023: Memperkenalkan Buku sebagai Pilar Peradaban

Berita Terbaru · 8 Jan 2015 14:29 WIB ·

UI Selenggarakan Seminar Internasional Cara Atasi Kecanduan


 UI Selenggarakan Seminar Internasional Cara Atasi Kecanduan Perbesar

UIBertempat di Gedung A Vokasi UI, Program Studi Okupasi Terapi (OT) Vokasi UI dan Ikatan Alumni Okupasi Terapi menyelenggarakan seri pelatihan Internasional bertajuk : “The Behavioral Detective: Evidence and Art,” oleh Kim Barthel, Ahli Neurobiologis dan Terapis Okupasi Dunia, selama dua hari, 3 dan 4 Januari 2015. Pelatihan ini berbentuk pelatihan dan menampilkan model untuk treatment.

Berbagai kasus kecanduan seperti; narkoba, miras, seks, gadget, televisi hingga merokok yang membayang-bayangi perkembangan generasi muda Indonesia mulai memprihatinkan. Sebagai ilustrasi, untuk kasus Narkoba,
berdasarkan dataDirektorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya jumlah penggunan narkoba di kalangan remaja selama periode 2011 – 2013 mengalami peningkatan yaitu tahun 2011, siswa SMA tercatat 3.187 orang, tahun berikutnya menjadi 3.410 orang dan pada awal tahun 2013 sudah tercatat 519 orang. Pengguna remaja yang berusia 12-21 tahun ditaksir
sekitar 14.000 orang dari jumlah remaja di Indonesia sekitar 70 juta orang.

Sedangkan Badan Narkotika Nasional memperkirakan jumlah pengguna narkoba di Indonesia pada  tahun 2015, mencapai 5,1 juta orang. Angka ini berarti menyamai separuh jumlah penduduk DKI yang totalnya mencapai 9,607,787 (Data BPS 2010).

Menurut para ahli neuron (sel), sel memiliki kemampuan berkaca dan  mereplikasi lingkungannya (Rizzolatti & Sinigaglia, 2006). Ketika seseorang memiliki perilaku kecanduan pada hal tertentu, ada peluang hal tersebut diwariskan secara internal (biologis) dan eksternal (social
learning theory) dari orang tua mereka.

Terkait dengan aspek biologis, Kim Bartel menjelaskan bahwa,
saat seorang ibu mengkonsumsi makanan atau obat maka zat yang terkandung di dalamnya terbawa di dalam aliran darah ibu untuk kemudian sampai kepada janinnya. Janin mulai terbiasa akan zat tersebut karena secara berkala dia mendapatkannya di dalam perut ibu mereka, ketika
mereka lahir maka mereka tidak lagi bisa mendapatkan zat tersebut, setelah terpisahnya mereka dari plasenta dan di potongnya tali pusat. SANG BAYI MEMILIKI KETERGANTUNGAN atas zat tersebut secara tidak langsung, karena telah terbiasa mengkonsumsi zat ini saat dalam kandungan mereka pun mencari sensasi atau efek dari obat ini di dunia luar kandungan.

Ketika sensasi dari zat tersebut tidak lagi dapat di rasakan oleh bayi, maka sistem persyarafan mereka menjadi “overstimulated” yang menyebabkan gejala penarikan [The symptoms of withdrawl], gejala bergantung dari terakhir bayi terpapar zat ini kemudian proses metabolisme dan pengeluaran zat tersebut dari dalam tubuh. Sedangkan
terkait ganguan eksternal, perjalanan hidup anak selama dalam pengasuhan akan membentuk perilaku mereka.

Melalui pelatihan ini, peserta akan memiliki pengetahuan dan
keterampilan mengeksplorasi intervensi proses neurobiologi dari sensori, melakukan pemeriksaan yang prosedural dan seni dalam menterapi individu dengan berbagai kondisi neurologi, perilaku, kesehatan mental dan tantangan dalam berkomunikasi. Sehingga dapat membantu orang lain memperbaiki perilakunya, termasuk perilaku kecanduan.

Artikel ini telah dibaca 13 kali

badge-check

Jurnalis

Baca Lainnya

Puluhan Organisasi Wartawan Solid, HPN Bekasi Raya 2026 Siap Digelar di GCC

18 April 2026 - 18:37 WIB

Protes Status Tersangka Tukang Ojek Akibat Jalan Berlubang, F-Speed Pandeglang Tuntut Keadilan

24 Februari 2026 - 16:21 WIB

Kelola 77 Persen Sampah, Banyumas Siap Jadi Percontohan Nasional

4 Februari 2026 - 07:29 WIB

947 Peserta Ikuti Seleksi PPPK Tahap II Kota Bekasi di BKN Jakarta

6 Mei 2025 - 08:42 WIB

Pemkot Bekasi Bekukan Sementara Worldcoin dan World ID Buntut Pemindaian Retina

5 Mei 2025 - 10:12 WIB

Wali Kota Bekasi Tegaskan Aparatur bukan hanya Administrator tapi juga Eksekutor

21 April 2025 - 12:06 WIB

Trending di Berita Terbaru