ACT Cepat Tanggapi Banjir Pandeglang

Menu ✖

Mode Gelap
Heri Sholihin Menang, Kota Bekasi Punya Wali Kota Baru Soal Kisruh Data PKH Ini Penjelasan, Anggota DPRD Enie Widhiastuti Ketua Fraksi PKS Kota Bekasi Terkait TKK Minta Pemkot Lakukan Langkah Ini Bawaslu Kota Bekasi Ingatkan di Masa Sosialisasi Para Caleg dan Partai Pahami Aturan yang Berlaku Islamic Book Fair 2023: Memperkenalkan Buku sebagai Pilar Peradaban

Berita Terbaru · 4 Jan 2015 06:03 WIB ·

ACT Cepat Tanggapi Banjir Pandeglang


 ACT Cepat Tanggapi Banjir Pandeglang Perbesar

ACT-BekasimediaHujan tiada henti di penghujung tahun 2014 membuat beberapa sungai di Kabupaten Pandeglang bagian selatan meluap. Diantaranya Sungai Cilemer, Sungai Cisurianeun dan Sungai Cisata. Akibatnya, delapan kecamatan terendam banjir dengan kedalaman antara 120 cm hingga 170 cm.

Delapan kecamatan yang terendam banjir itu adalah Patia, Sukaresmi, Pagelaran, Munjul, Labuan, Panimbang, Cikeusik dan Picung.

Seperti yang dilaporkan ACT (Aksi Cepat Tanggap) kepada  bekasimedia.com kemarin (3/1/15), banjir mulai merambah ke pemukiman pada 1 Januari 2015 pukul 03.00 WIB. Hal itu dibenarkan Pepen (41), relawan ACT di Pandeglang. “Banjir datang pukul tiga malam selepas pergantian tahun. Awalnya hanya 3 kecamatan yakni Patia, Sukaresmi dan Pagelaran saja. Tapi karena hujan terus menerus sekarang sudah 8 kecamatan yang terendam banjir,” ujarnya.

Tim Derm-ACT (red: Disaster manajemen) yang sudah berada di lokasi sejak awal kejadian bahu membahu bersama mitra Komunitas Harfa Pandeglang (red: salah satu ormas di Pandeglang) untuk melakukan evakuasi warga di beberapa desa terisolir dan menyalurkan bantuan logistik. Untuk mencapai lokasi banjir setidaknya relawan harus berjuang melawan arus Sungai Surianeun selama dua jam dengan perahu bermesin.

“Selain harus bertarung dengan sungai tim kami juga harus melawan cuaca buruk karena hujan terus menerus. Tapi kami tetap semangat”, ujar Nurhadi relawan ACT asal Bogor.

Hingga saat ini Tim Derm-ACT sudah berhasil menembus empat desa yang terisolir, yakni Desa Idaman (400 KK) dan Desa Ciawi (480 KK) di Kecamatan Patia serta dua desa lainnya di Kecamatan Pagelaran yakni Desa Pagelaran (85 KK) dan Desa Sukadamai (200 KK). Keempat desa tersebut ACT melakukan evakuasi warga dan menyalurkan bantuan logistik terutama susu formula untuk balita.

image

Dalam setiap aksi distribusi susu formula untuk balita tim relawan juga memberikan penyuluhan tentang penyajian susu formula yang sehat dan benar.

Respon cepat dari ACT mendapat apresiasi dari Kapolres Pandeglang AKBP Widiatmoko S.H., S.I.K., M.H, dengan tanpa sungkan mengajak Tim Derm-ACT foto bersama.

“Kami mengucapkan banyak terimakasih pada ACT yang telah berkontribusi besar pada penanganan banjir di wilayah kami,” ujarnya sambil meninjau debit air Sungai Cisurianeun yang berhulu di Gunung Karang Pandeglang. [gie/im]

Reporter: Ading

Artikel ini telah dibaca 11 kali

badge-check

Jurnalis

Baca Lainnya

Temui DPR, Koalisi Buruh Desak RUU Ketenagakerjaan Batasi Kerja Kontrak Maksimal Satu Tahun dan Kembalikan Upah Minimum Berdasarkan Survei KHL

30 Juli 2026 - 04:26 WIB

Puluhan Organisasi Wartawan Solid, HPN Bekasi Raya 2026 Siap Digelar di GCC

18 April 2026 - 18:37 WIB

Protes Status Tersangka Tukang Ojek Akibat Jalan Berlubang, F-Speed Pandeglang Tuntut Keadilan

24 Februari 2026 - 16:21 WIB

Kelola 77 Persen Sampah, Banyumas Siap Jadi Percontohan Nasional

4 Februari 2026 - 07:29 WIB

947 Peserta Ikuti Seleksi PPPK Tahap II Kota Bekasi di BKN Jakarta

6 Mei 2025 - 08:42 WIB

Pemkot Bekasi Bekukan Sementara Worldcoin dan World ID Buntut Pemindaian Retina

5 Mei 2025 - 10:12 WIB

Trending di Berita Terbaru