BEKASIMEDIA.COM

Menu ✖

Mode Gelap
Heri Sholihin Menang, Kota Bekasi Punya Wali Kota Baru Soal Kisruh Data PKH Ini Penjelasan, Anggota DPRD Enie Widhiastuti Ketua Fraksi PKS Kota Bekasi Terkait TKK Minta Pemkot Lakukan Langkah Ini Bawaslu Kota Bekasi Ingatkan di Masa Sosialisasi Para Caleg dan Partai Pahami Aturan yang Berlaku Islamic Book Fair 2023: Memperkenalkan Buku sebagai Pilar Peradaban

Berita Terbaru · 18 Jan 2017 18:57 WIB ·

Politisi Perempuan Golkar Bantah Program Kartu Sehat Ajang Kampanye


 Politisi Perempuan Golkar Bantah Program Kartu Sehat Ajang Kampanye Perbesar

BEKASIMEDIA.COM – Kartu Sehat berbasis Nomor Induk Kependudukan yang belum lama diluncurkan pemerintah Kota Bekasi kerap dihubungkan sebagai alat kampanye politik Walikota Bekasi Rahmat Effendi jelang Pilkada 2018 mendatang. Hal tersebut dikarenakan warna dasar kartu sehat tersebut adalah kuning, sama dengan warna dasar milik partai Golkar.

Menanggapi beredarnya pemberitaan tersebut, anggota komisi D DPRD kota Bekasi Rahmawati yang juga merupakan politisi partai golkar membantah hal tersebut. Ia mengatakan bahwa itu hanya bentuk pemikiran negatif mereka saja.

“Itu mah yang negatif thinking aja yang mikir gitu. Ini program kan sangat bermanfaat untuk masyarakat yang kurang mampu. Jika bukan pemerintah lalu siapa yg akan menjamin kesehatan warganya?” ujarnya kepada bekasimedia.com, Rabu (18/1).

Menurut Rachmawati, adalah sebuah hukum alam apabila program yang dijalankan oleh pemerintah daerah dan warga merasa terbantu dan bangga.

“Kalau nanti imbasnya warga jadi semakin bangga dengan walikota, ya itu kan hukum alam. Karena memang program-program beliau dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” kata dia.

Sejauh ini, ia menilai bentuk pelayanan kesehatan dari pemkot terhadap warganya sudah baik. Hanya saja harus lebih ditingkatkan lagi terutama tenaga kesehatannya yang harus lebih ramah dan komunikatif.

“Tenaga kesehatannya harus lebih ramah dan komunikatif, sehingga warga yang sakit bisa nyaman dan tidak panik,” ucap dia.

Ia mengimbau bagi 37 RS yang bekerjasama dengan Kartu Sehat berbasis NIK untuk mampu melayani masyarakat dengan baik sesuai dengan prosedur, serta jangan sampai ada penolakan dengan berbagai macam alasan.

Sebelumnya, sempat diberitakan di beberapa media bahwa Kartu ‘sakti’ yang memiliki akses kemudahan dalam kesehatan, pendidikan dan sosial itu, oleh Direktur Center for Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi harus dicurigai jika berbau politis.

Seperti dikutip dari situs online gobekasi, Ucok bahkan mengimbau Bawaslu untuk mencurigai program kartu sehat ini sebagai kampanye tersembunyi.

“Bawaslu harus mencurigai bahwa program ini berbau Pilkada. Saat ini program sejenis sudah ada kok dari pusat, kenapa harus ada lagi dari APBD Kota Bekasi,” ujar Ucok. (dns)

The post Politisi Perempuan Golkar Bantah Program Kartu Sehat Ajang Kampanye appeared first on BEKASIMEDIA.COM.

Sumber Suara Jakarta

Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Jurnalis

Baca Lainnya

Temui DPR, Koalisi Buruh Desak RUU Ketenagakerjaan Batasi Kerja Kontrak Maksimal Satu Tahun dan Kembalikan Upah Minimum Berdasarkan Survei KHL

30 Juli 2026 - 04:26 WIB

Puluhan Organisasi Wartawan Solid, HPN Bekasi Raya 2026 Siap Digelar di GCC

18 April 2026 - 18:37 WIB

Protes Status Tersangka Tukang Ojek Akibat Jalan Berlubang, F-Speed Pandeglang Tuntut Keadilan

24 Februari 2026 - 16:21 WIB

Kelola 77 Persen Sampah, Banyumas Siap Jadi Percontohan Nasional

4 Februari 2026 - 07:29 WIB

947 Peserta Ikuti Seleksi PPPK Tahap II Kota Bekasi di BKN Jakarta

6 Mei 2025 - 08:42 WIB

Pemkot Bekasi Bekukan Sementara Worldcoin dan World ID Buntut Pemindaian Retina

5 Mei 2025 - 10:12 WIB

Trending di Berita Terbaru