BEKASIMEDIA.COM

Menu ✖

Mode Gelap
Heri Sholihin Menang, Kota Bekasi Punya Wali Kota Baru Soal Kisruh Data PKH Ini Penjelasan, Anggota DPRD Enie Widhiastuti Ketua Fraksi PKS Kota Bekasi Terkait TKK Minta Pemkot Lakukan Langkah Ini Bawaslu Kota Bekasi Ingatkan di Masa Sosialisasi Para Caleg dan Partai Pahami Aturan yang Berlaku Islamic Book Fair 2023: Memperkenalkan Buku sebagai Pilar Peradaban

Berita Terbaru · 15 Mar 2017 10:56 WIB ·

“Pulau Reklamasi Bisa Jadi Sarang Penjahat Asal China”


 “Pulau Reklamasi Bisa Jadi Sarang Penjahat Asal China” Perbesar

BEKASIMEDIA.COM – Bahaya reklamasi atau pembuatan pulau-pulau palsu di Pantai Utara Jakarta mulai terlihat. Hal ini disinyalir akan meningkatkan angka kriminalitas lintas negara, utamanya dari China dan Taiwan.

Hal ini diungkapkan Anggota Komisi III DPR RI Sufmi Dasco Ahmad setelah adanya penangkapan terhadap puluhan WN Tiongkok dan Taiwan di Komplek Manyar Permai, Pantai Indah Kapuk Jakarta Utara. Mereka ditangkap terkait kasus penipuan Internasional dunia maya (International Cyber Fraud).

“Jika Pantai Indah Kapuk yang masih menyatu dengan daratan Jakarta saja saat ini menjadi rawan tindak pidana lintas negara, dapat dibayangkan adanya pulau-pulau baru di utara Jakarta. Sangat mungkin pulau-pulau tersebut akan menjadi home base kejahatan lintas negara yang baru. Sulit sekali mengawasi lalu lintas masuk dan keluar orang dan barang ke pulau-pulau tersebut karena langsung terhubung ke lautan lepas,” jelas Politikus Partai Gerindra ini dalam rilis persnya, Selasa (14/3/17).

Karenanya, Dasco mengingatkan aparat keamanan dan pemerintah untuk segera membuat grand design tindakan-tindakan hukum khusus untuk mengantisipasi semakin meningkatnya kejahatan lintas negara di pesisir utara Jakarta. “Situasinya sudah begitu urgent,” katanya.

Pantai Indah Kapuk sudah berulang kali menjadi tempat tertangkapnya penjahat kelas kakap dan melibatkan warga negara asing.

Pada Mei 2015 Polisi menggerebek 30 WN Tiongkok terduga penipuan dunia maya di Jalan Elang Laut Boulevard PIK. Sedangkan, pada tanggal 4 Mei 2016 BNN membekuk 2 WN Tiongkok pengedar sabu seberat 2 Kilogram, di Jalan Ketamaran Indah PIK. Lalu, pada 22 November 2016 BNN kembali menangkap pengedar 29505 butir ekstasi di sebuah mall di Pantai Indah Kapuk.

“Ini perlu ada perhatian khusus mengapa kawasan elit seperti Pantai Indah Kapuk justru dijadikan home base kejahatan kelas kakap oleh para penjahat lintas negara,” ujar Dasco di Jakarta, Selasa (14/3).

Faktor paling penting menurut Dasco, adalah posisi Pantai Indah Kapuk yang eksklusif dan berada di pinggir laut. “Banyak rumah yang di bagian belakangnya memiliki dermaga sehingga sang penghuni bisa bebas keluar masuk wilayah tersebut tanpa terdeteksi,” katanya. (*/eas)

The post “Pulau Reklamasi Bisa Jadi Sarang Penjahat Asal China” appeared first on BEKASIMEDIA.COM.

Sumber Suara Jakarta

Artikel ini telah dibaca 11 kali

badge-check

Jurnalis

Baca Lainnya

Temui DPR, Koalisi Buruh Desak RUU Ketenagakerjaan Batasi Kerja Kontrak Maksimal Satu Tahun dan Kembalikan Upah Minimum Berdasarkan Survei KHL

30 Juli 2026 - 04:26 WIB

Puluhan Organisasi Wartawan Solid, HPN Bekasi Raya 2026 Siap Digelar di GCC

18 April 2026 - 18:37 WIB

Protes Status Tersangka Tukang Ojek Akibat Jalan Berlubang, F-Speed Pandeglang Tuntut Keadilan

24 Februari 2026 - 16:21 WIB

Kelola 77 Persen Sampah, Banyumas Siap Jadi Percontohan Nasional

4 Februari 2026 - 07:29 WIB

947 Peserta Ikuti Seleksi PPPK Tahap II Kota Bekasi di BKN Jakarta

6 Mei 2025 - 08:42 WIB

Pemkot Bekasi Bekukan Sementara Worldcoin dan World ID Buntut Pemindaian Retina

5 Mei 2025 - 10:12 WIB

Trending di Berita Terbaru