BEKASIMEDIA.COM

Menu ✖

Mode Gelap
Heri Sholihin Menang, Kota Bekasi Punya Wali Kota Baru Soal Kisruh Data PKH Ini Penjelasan, Anggota DPRD Enie Widhiastuti Ketua Fraksi PKS Kota Bekasi Terkait TKK Minta Pemkot Lakukan Langkah Ini Bawaslu Kota Bekasi Ingatkan di Masa Sosialisasi Para Caleg dan Partai Pahami Aturan yang Berlaku Islamic Book Fair 2023: Memperkenalkan Buku sebagai Pilar Peradaban

Berita Terbaru · 9 Mei 2015 10:25 WIB ·

Inilah Sabda Raja Keraton Yogyakarta


 Inilah Sabda Raja Keraton Yogyakarta Perbesar

PASBERITA.com – Raja Keraton Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Bawono Kasepuluh, kemarin, menjelaskan isi Sabda Raja dan Dhawuh Raja yang disampaikan pada Kamis (30/4) dan Selasa (5/5). 

Penjelasan yang disampaikan Sultan di Ndalem Wironegaran itu sekaligus menjawab pertanyaan masyarakat tentang isi Sabda Raja dan Dhawuh Raja. Sultan menyatakan semestinya Sabda Raja menjadi berkah karena bersatunya Mataram Lama dan Baru dengan selesainya perjanjian Ki Ageng Pemanahan dengan Ki Ageng Giring. Dengan selesainya perjanjian tersebut, saat ini Mataram memasuki era baru.

Sultan menjelaskan arti beberapa bagian dari namanya yang baru, Ngarsa Dalem Sampeyan Dalem Ingkang Sinuwun Sri Sul tan Hamengku Bawono Ing kang Jumeneng Kasepuluh Suryaning Mataram Senapati ing Ngalaga Langgenging Bawono Langgeng Langgenging Tata Panatagama. Buwono diganti Bawono ka rena Buwono adalah jagat alit (kecil), sedangkan Bawono adalah jagat agung. Kata sedasa diganti dengan kasepuluh karena jika diurutkan kasapisan, ka pindo, dan seterusnya, saat sepuluh menjadi kasepuluh. Nama Suryaning Mataram da sarnya ialah selesainya perjan jian Ki Ageng Pemanahan dan Ki Ageng Giring. Saat itu, kedua leluhur Mataram tersebut membuat perjanjian memisahkan Mataram Lama dengan Mataram Baru. 

Karena perjanjian itu sudah selesai, Mataram Lama dan Mataram Baru sudah tidak dipisahkan lagi. Sultan juga menjelaskan pergantian gelar Khalifatullah Sa yidin menjadi Langgenging Tata Panatagama. 

“Langgenging kang didhawuhi Gusti Allah ngagem pranataning jagat (Keabadian yang diperintahkan Allah dengan menggunakan aturan dunia),” papar Sultan seperti dilansir mediaindonesia. 

Sultan mengakui, Sabda Raja dan Dhawuh Raja memang be rat. Untuk bisa memahami, ka tanya, bukan dengan pikiran, melainkan dengan penggalih (rasa). 

“Kalau hanya dipikir, pe nuh kepentingan, nafsu, dan pikiran sendiri,” terangnya. 

Mengenai gelar GKR Pembayun jadi GKR Mangkubumi Ha memayu Hayuning Bawono Langgeng Ing Mataram, Sultan juga mengaku hanya melaksanakannya. 

“Nantinya seperti apa, saya tidak tahu. Kalau sa ya melangkah lebih dari itu, berarti itu kepentingan saya,” pungkas Sultan. (*)




PASBERITA.com | Klik Download Aplikasi Android

 

Sumber
via PAs Berita

Artikel ini telah dibaca 19 kali

badge-check

Jurnalis

Baca Lainnya

Temui DPR, Koalisi Buruh Desak RUU Ketenagakerjaan Batasi Kerja Kontrak Maksimal Satu Tahun dan Kembalikan Upah Minimum Berdasarkan Survei KHL

30 Juli 2026 - 04:26 WIB

Puluhan Organisasi Wartawan Solid, HPN Bekasi Raya 2026 Siap Digelar di GCC

18 April 2026 - 18:37 WIB

Protes Status Tersangka Tukang Ojek Akibat Jalan Berlubang, F-Speed Pandeglang Tuntut Keadilan

24 Februari 2026 - 16:21 WIB

Kelola 77 Persen Sampah, Banyumas Siap Jadi Percontohan Nasional

4 Februari 2026 - 07:29 WIB

947 Peserta Ikuti Seleksi PPPK Tahap II Kota Bekasi di BKN Jakarta

6 Mei 2025 - 08:42 WIB

Pemkot Bekasi Bekukan Sementara Worldcoin dan World ID Buntut Pemindaian Retina

5 Mei 2025 - 10:12 WIB

Trending di Berita Terbaru