Berawal dari seorang ibu penjual bubur, kasus beras palsu mencuat ke permukaan. Ramai di perbincangkan di media sosial lalu polisi gerak cepat dengan mendatangi toko yang menjual beras yang diduga palsu itu. Tak lama kemudian, muncul analisa-analisa di media tentang bagaimana caranya membedakan beras yang asli dengan yang palsu.
Polisi mengambil sample beras di pasar itu. Pemkot Bekasi juga akhirnya turun tangan dan sidak ke beberapa pasar. Selang beberapa hari, berdasarkan hasil laboratorium Sucofindo, Pemkot Bekasi mengumumkan bahwa beras yang dijual di salah satu toko di Mutiara Gading Timur yang dimasalahkan ibu penjual bubur mengandung bahan pembuat pipa paralon.
Terbayang pipa paralon yang mengalirkan air sampai jauh itu. Sementara itu, polisi tak terburu-buru memutuskan dan masih menunggu hasil dari 3 laboratorium berbeda. Hingga saat ini, yang belum jelas adalah bagaimana beras yang diduga palsu itu bisa sampai ke Bekasi. Dimana produksinya ? Siapa pemasoknya ? Apakah betul diproduksi di Tionghoa atau justru diproduksi di dalam negeri ? Ah saya menunggu perkembangan penyelidikan polisi saja yang kebetulan sedang naik daun dengan pengungkapan berbagai kasus.
Tak lama berselang, muncul kasus ijazah palsu. Menteri pendidikan tinggi dan riset teknologi tiba-tiba saja mendatangi salah satu kampus di Bekasi. Lalu Pak menteri langsung menggelar konferensi pers dan menyatakan kampus yang dimaksud diduga mengedarkan ijazah palsu. Jadi mahasiswanya banyak yang tidak “benar-benar” kuliah namun bisa mendapatkan ijazah dan titel sarjana.
Pertanyaannya adalah, kenapa harus di Bekasi sidaknya, sementara tidak di belahan Jabodetabek lainnya. Bisa jadi di belahan lain justru lebih banyak kasus. Toh selama ini banyak iklan jasa “kuliah cepat” di koran-koran. Ah, mungkin karena Bekasi istimewa.
Mungkin karena sedang tren, selain beras dan Ijazah sebenarnya pekan ini juga pemberitaan dipenuhi dengan kisah-kisah palsu lainnya. Dari dokter kecantikan palsu, wedding organizer palsu hingga biro haji dan umrah palsu. Namun kebetulan tiga kasus ini tidak diungkap di Bekasi.
Semoga masih banyak yang asli di Bekasi. Semoga kasus beras palsu segera teratasi dan dapat diketahui jalur distribusinya agar tak ada lagi was-was saat masak nasi. Semoga kasus ijazah palsu menemukan titik terang.
Selamat rehat !
Kampung Dua, 23/05/15
@enjang_as
The post Bekasi Pekan Ini: Dari Beras Palsu Hingga Ijazah Palsu appeared first on Bekasi Media.
Sumber Suara Jakarta











