BEKASIMEDIA.COM

Menu ✖

Mode Gelap
Heri Sholihin Menang, Kota Bekasi Punya Wali Kota Baru Soal Kisruh Data PKH Ini Penjelasan, Anggota DPRD Enie Widhiastuti Ketua Fraksi PKS Kota Bekasi Terkait TKK Minta Pemkot Lakukan Langkah Ini Bawaslu Kota Bekasi Ingatkan di Masa Sosialisasi Para Caleg dan Partai Pahami Aturan yang Berlaku Islamic Book Fair 2023: Memperkenalkan Buku sebagai Pilar Peradaban

Berita Terbaru · 12 Jun 2015 10:18 WIB ·

Pengelolaan Berkelanjutan Hiu dan Pari di Indonesia Perlu Dukungan Peneliti  


 Pengelolaan Berkelanjutan Hiu dan Pari di Indonesia Perlu Dukungan Peneliti   Perbesar

SuaraJakarta.co, BOGOR – Dalam penutupan acara Simposium Hiu dan Pari Indonesia, kerja sama WWF-Indonesia dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang berlangsung hari ini (11/6) di Institut Pertanian Bogor International Convention Centre (IPB-ICC), dicapai kesepahaman bahwa perlu ditetapkannya sebuah kebijakan sebagai dasar implementasi Rencana Aksi Nasional (National Plan of Action/NPOA) untuk pengelolaan hiu dan pari di Indonesia secara berkelanjutan. Simposium Hiu dan Pari Indonesia yang mengumpulkan hasil-hasil penelitian para ahli di Indonesia terkait sumberdaya hiu dan pari, menyajikan beberapa rekomendasi terhadap aspek biologi, populasi dan ekologi; sosial dan ekonomi’ serta pengelolaan dan konservasi hiu dan pari di Indonesia yang bisa dijadikan dasar kebijakan dimaksud.

Upaya pengelolaan hiu dan pari harus dijalankan secara berkelanjutan demi menjaga produktivitas laut dalam menyediakan sumber pangan dari sektor perikanan. Namun untuk menunjang aksi tersebut, dibutuhkan data lengkap mengenai populasi, biologi, dan ekologi kedua jenis ikan tersebut, yang mana hingga saat ini masih sangat minim dan tersebar diberbagai pihak.

Selama dua hari, para pemakalah menyampaikan hasil penelitian mereka seputar tertangkapnya hiu dan pari berukuran kecil dan juvenile; penemuanbeberapa jenis hiu yang selama ini dianggap jarang bahkan tidak ada di perairan Indonesia; pentingnya peran aktif para stakeholder dalam aspek penegakan hukum; serta perlunya penguatan masyarakat melalui pengembangan ekowisata berbasis kearifan lokal dan daya dukung lingkungan.Selain itu, aspek keterlacakan atau asal mula (traceability) untuk produk hiu dan pari beserta turunannya juga berperan penting dalam mendukung upaya pengelolaan berkelanjutan hiu dan pari di Indonesia.

“Kita punya pekerjaan rumah yang besar dalam menjaga bumi dan isinya, termasuk hiu dan pari. Namun pekerjaan rumah tersebut tidak dapat dilakukan secara individual. Oleh karena itu, para peneliti dan hasil-hasil penelitiannya memiliki peranan penting dalam upaya konservasi hiu dan pari di Indonesia,” jelas Direktur Kawasan Konservasi dan Jenis Ikan (KKJI) KKP, Agus Dermawan, saat acara pembukaan Simposium Hiu dan Pari Indonesia yang berlangsung kemarin (10/6).

Ditemui di lokasi dan waktu yang sama, Direktur Program Coral Triangle WWF-Indonesia, Wawan Ridwan, mengatakan, “WWF-Indonesia siap untukterus bekerja sama dengan pemerintah dan para ahli dalam meningkatkan upaya pengelolaan hiu dan pari di Indonesia, mengingat kedua spesies ini berperan penting dalam menjaga kesehatan ekosistem laut dan memastikan laut tetap produktif memberikan kontribusi untuk ketahanan pangan dari sektor perikanan.”
 

Hiu dan pari banyak diburu sebagai tangkapan utama maupun tangkapan sampingan (bycatch) di beberapa lokasi di Indonesia seperti Laut Jawa Selat Karimata, Selat Makassar, serta dekat Samudera Hindia, Laut Tiongkok Selatan dan Samudera Pasifik. Kedua ikan bertulang rawan tersebut ditangkap dan dijadikan komoditi berkeuntungan besar. Hiu diburu untuk sirip, daging, kulit, minyak hati, dan tulang rawannya, sementara pari diambil insangnya untuk dimanfaatkan sebagai bahan tonik kesehatan di Tiongkok.

The post Pengelolaan Berkelanjutan Hiu dan Pari di Indonesia Perlu Dukungan Peneliti

  appeared first on SuaraJakarta.co | Media Ibukota Indonesia.

Sumber : Suara Jakarta

Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Jurnalis

Baca Lainnya

Temui DPR, Koalisi Buruh Desak RUU Ketenagakerjaan Batasi Kerja Kontrak Maksimal Satu Tahun dan Kembalikan Upah Minimum Berdasarkan Survei KHL

30 Juli 2026 - 04:26 WIB

Puluhan Organisasi Wartawan Solid, HPN Bekasi Raya 2026 Siap Digelar di GCC

18 April 2026 - 18:37 WIB

Protes Status Tersangka Tukang Ojek Akibat Jalan Berlubang, F-Speed Pandeglang Tuntut Keadilan

24 Februari 2026 - 16:21 WIB

Kelola 77 Persen Sampah, Banyumas Siap Jadi Percontohan Nasional

4 Februari 2026 - 07:29 WIB

947 Peserta Ikuti Seleksi PPPK Tahap II Kota Bekasi di BKN Jakarta

6 Mei 2025 - 08:42 WIB

Pemkot Bekasi Bekukan Sementara Worldcoin dan World ID Buntut Pemindaian Retina

5 Mei 2025 - 10:12 WIB

Trending di Berita Terbaru