PASBERITA.com – Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah mengatakan bahwa toleransi harus dimaknai secara universal. Hal disampaikan Fahri dalam rangka menyikapi pernyataan Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin terkait keinginannya supaya warung makan tetap buka selama Bulan Ramadhan untuk menghormati masyarakat yang tidak berpuasa.
Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menyampaikan, bahwa toleransi seharusnya berlaku bagi semua umat yang ada, bukan untuk satu pihak tertentu saja.
“Toleransi harus dituntut pada semua orang karena toleransi adalah universal. Tidak bisa toleransi hanya ditujukan pada satu umat saja, seperti yang tersirat dari pernyataan Menteri Agama terhadap orang berpuasa harus bertoleransi pada yang tidak berpuasa,” kata Fahri saat dihubungi wartawan, di Jakarta, sebagaimana dirilis okezone (15/6).
Fahri menyontohkan toleransi yang terjadi di Bali, saat umat Hindu merayakan Nyepi. Tidak hanya bagi umat yang menjalankan ibadah tersebut, masyarakat di luar kebudayaan itu juga ikut melakukan hal yang sama sebagai bentuk toleransi.
“Di Bali ketika Hari Raya Nyepi, semua umat, termasuk umat Islam menghormati masyarakat Bali yang sedang merayakan dengan mematikan lampu dan tidak berkegiatan dan bukan sebaliknya, kan?,” ungkapnya.
Lebih lanjut Fahri mengatakan bahwa tidak ada larangan untuk membuka warung makan saat jam berpuasa. Tetapi hal yang demikian tidak harus dilakukan secara ekspresif serta mengganggu kekhidmatan umat Islam yang menunaikan ibadah puasa.
“Warung enggak perlu tutup, tapi jangan ekspresif juga. Apalagi kalau kita mengambil hikmah dari peribadatan agama. Puasa itu makna besarnya, mengistirahatkan lahir-batin dari kehidupan rutin dan mencegah hawa nafsu,” tutup Fahri.(*)
Sumber
via PAs Berita











